Kasi Kesra Kelurahan Angke, Bantah Terlibat Pungli BPNT

Official News
Karya Official News Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 April 2018
Kasi Kesra Kelurahan Angke, Bantah Terlibat Pungli BPNT

JAKARTA - Kasi Kesra Kelurahan Angke, Mohammad Thamrin buka suara terkait beredarnya pemberitaan tentang dugaan adanya praktek pungutan liar (Pungli) kepada warga yang menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Ia membantah terlibat dalam dugaan pungli tersebut.

“Itu bukan saya, bukan saya yang nyerahin kupon ZIS, bukan saya yang nyerahin berkas, karena itu ada timnya sendiri, namanya E-Waroeng,” kata M.Thamrin seperti dikutip Warta Kota, Kamis (5/4/2018).

Dikatakannya, bahwa dirinya hanya bertanggung jawab melakukan monitoring atau pengawasan penyaluran Bantuan Pangan Non tunai oleh agen dan E-Waroeng. “Awalnya data memang saya yang mengkoordinir, karena Kesra urusanan dengan data bukan penyaluran. Setelah prosesnya, baru kemudian penyaluran oleh E-Waroenglah yang bertanggung jawab,” imbuhnya.

Lebih jauh, Kasi Kesra M.Thamrin menyampaikan, dari data awal sebanyak 940 warga Kelurahan Angke yang mendapat bantuan PKH dan BPNT, kemudian penyesuaian hingga tersisa 835 orang warga. “PKH (Program Keluarga Harapan) itu mereka hanya dapat uang tunai. Ada yang dapat PKH dapat BPNT dan ada juga yang dapat PKH tidak dapat BPNT,” terangnya.

Selama ini, ia mengaku tidak mengetahui besaran uang ZIS yang dipungut E-Waroeng kepada warga penerima BPNT. Selain itu, menurutnya tidak ada warga yang menyampaikan keluhan secara langsung kepada dirinya mengenai proses penyaluran BPNT.

“Januari itu ada ZIS, Februari itu ada ZIS karena ada tumpangan. Kemarin (Maret) ada uang Plastik. Saya enggak tahu ZIS-nya berapa kearena bukan saya yang menginstruksikan,” jelasnya.

M.Thamrin merasa pemberitaan yang beredar merupakan sebuah bentuk upaya pembunuhan karakter dan pencemaran nama baik yang membuahkan trauma bagi dirinya sendiri maupun bagi keluarganya.

“Berita tersebut adalah ‘presure’ yang cukup bagus. Istri saya juga ikut stres, anda tahu nggak bagaimana ‘presure’ ke keluarga saya, anak saya masih kuliah, belum lagi keluarga saya yang di Kalibata, mereka tahu. Abang saya, kakak perempuan saya, kakak ipar saya. Masa adek gue duit Cuma 7 ribu aja udah gelap,” ungkapnya.

Kasi Kesra Kelurahan Angke itu sudah menunjuk seorang pengacara untuk membela dirinya dari kabar, pemberitaan dan tudingan yang diarahkan kepadanya.

“Nanti kalau ada apa pun yang berkenan dengan pernyataan saya dan sebagainya, sama pengacara saya saja. Namanya Rasyid Ridho, dia masih di Pekanbaru,” bebernya.

Ia meminta pihak-pihak tertentu supaya tidak menganggap remeh dirinya yang terlihat seperti orang  biasa.

“Saya di depan kan orang biasa. Tapi mas nggak tahu kan dibelakang saya ada siapa. Nggak tahu kan? Makanya jangan melihat orang, menyepelekan dari satu hal yang kayak gitu. Ada dibelakang saya banayk orang kuat yang siap membantu saya. Tanpa saya minta pun mereka sudah bergerak sendiri, karena mereka tahu kualitas saya seperti apa,” pungkas M.Thamrin. (hamdi/Wk)

  • view 62