Silaturahmi Tim Wartawan GMN Pewarta Tambora Ke Kediaman Ustad Doly

Official News
Karya Official News Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Maret 2018
Silaturahmi Tim Wartawan GMN Pewarta Tambora Ke Kediaman Ustad Doly

Mulai dari perbincangan santai terkait keberadaan orang aneh (gila-red), hingga disediakan menu ikan goreng, kemudian keesokan harinya diajak untuk ziarah ke makam buyut syech Ibrohim, dan menjajaki tempat wisata pemandian air panas, sampai kunjungan ke Ponpes Modern Al-Mizan Pandeglang – Banten

PANDEGLANG – beberapa waktu lalu, Selasa (20/2/2018),Tim wartawan GMN (GemaMedia Network) Pewarta Tambora, tengah melakukan refreshing yang sekaligus silaturahmi ke kediaman Ustad Doly, yang bertempat di kawasan Kampung Cinunggal, Maja Cikole, Pandeglang, Banten.

Suasana penuh dengan keceriahan, tim GMN mengawali keberangkatan dari Jakarta sekira pukul 23.12 WIB hingga sampai di kediaman Ustad Doly sekira pukul 03.12 WIB dini hari Rabu (21/2/2018). Malam ketemu pagi bagi orang Jakarta kebanyakan adalah hal yang wajar karena masih ramainya hiruk pikuk disekitaran.

Namun, apa jadinya bila perjalanan yang dilakukan tim Wartawan GMN datang saat di kesunyian sebuah kampung, yang dikelilingi berhektar-hektarnya sawah, terlebih kedatangan tim GMN bertepatan dengan ramainya tentang keberadaan orang yang disebut mengalami gangguan kejiwaan (Orang Gila-red).

Tak ayal, ketika sampai tujuan di kampung tersebut, masih ada ditemukan pemuda-pemuda yang sedang berkumpul, cerita punya cerita, ternyata mereka sedang melakukan ronda untuk menjaga situasi keamanan wilayah, berkaitan adanya kejadian aneh yang dilakukan oleh segelintir orang aneh yang disebut “Orang Gila”.

Sesampai ditempat Ustad Doly, dalam bincang santainya pun, menceritakan keberadan orang aneh (Orang Gila) yang tengah mengintai seorang panutan seperti Ustad atau Kiayi adalah sasaran bagi mereka. “ya benar pemuda disini sekaranag sedang berjaga-jaga atau ronda untuk menjaga hal-hal yang tidak dinginkan,” ujar Ustad doly kepada Tim GMN.

Pasalnya, lanjut Ustad Doly, beberapa hari terakhir ini, memang wilayah pandeglang dan sekitarnya pernah mengalami kedatangan seorang yang tidak dikenal, lagatnya seperti orang gila, bahkan warga disini pernah memergokinya dan langsung di bawa ke kediaman abuya, untuk diamankan.

Bicara tentang Orang Gila, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek pernah mengatakan, bahwa orang dengan gangguan kejiwaan alias gila tidak bisa dipengaruhi atau diajari untuk melakukan penyerang terhadap orang lain.

“Oh enggak, enggak. Mereka punya halusinasi sendiri. Jadi begini, kalau kita stress, kita keluar halusinasi sendiri. Halusinasi-halusinasi itu tergantung. Jadi tidak bisa disetir, enggak ada macam-mascam sih ya. Karena tergantung dianya. Tergantung apa yang dialami pikirannya,” ujar Nila seperti dilansir jppn.com di komplek Istana Negara, selasa (20/2/2018).

Lalu, bagaimana dengan orang gila yang melukai ulama yang pernah terjadi di beberapa wilayah atau daerah ?

Menurut Menkopolhukam Wiranto, dari 21 kasus, sebanyak 15 pelakunya adalah orang stress. Menanggapi hal demikian, Nila pun mengatakan, itu harus diobati, karena dia terus terhalusinasi,” jawab Nila.

Dikatakan Nila, Sebagaimana dilansir laman Detik.com, Senin (20/2/2018) penderitaan gangguan jiwa biasanya merasa ada yang membisikannya. Menteri Nila mengetahui hal demikian karena dirinya pernah berkomunikasi langsung dengan penderita gangguan kejiwaan.

“Saya pernah tanya, kamu kenapa? Dia bilang, bapak saya mau bunuh saya, bapak saya mau bunuh saya. Itu terus. Bapaknya mungkin enggak mau bunuh dia, tapi di benak dia itu terus. Nah itu bisa memicu dia kalau bapaknya dia pikir mau bunuh, dia duluan yang membunuh,” jelas Menkes.

Karena itu, lanjutnya, penderita gangguan jiwa seperti itu harus diobati, diberikan obat penenang untuk mengantisipasi munculnya halusinasi. Kemudian secara perlahan dibimbing supaya kembali berpikiran normal. (Heri)

Selanjutnya Baca : Setelah Bincang Santai, Santap Ikan Goreng, Diakhiri Dengan Rehat Sejenak

  • view 53