Banyak Tertangkap, Kurcaci MCA Panik-Pusing

Banyak Tertangkap, Kurcaci MCA Panik-Pusing

Official News
Karya Official News Kategori Politik
dipublikasikan 14 Maret 2018
Banyak Tertangkap, Kurcaci MCA Panik-Pusing

Polri patut diacungi jempol. Sejak para pelaku hoax yang tergabung dalam Muslim Cyber Army (MCA) ditangkap tanpa edeng aling-aling, grup-grup yang sama (similar) ikut panik menyematkan diri.

Seperti diketahui, Direktorat Tindak Pidana Siber Polri bersama Direktorat Keamanan Khusus Badan Intelejen Khusus telah menangkap empat pelaku dugaan ujaran kebencian kelompok Muslim Cyber Army (MCA) yang tergabung dalam Whatsapp Group “The Family MCA”

Keempat pelaku tersebut berinisial ML (40) ditangkap di Jakarta Utara, RSD (35) dibekuk di Bangka Belitung, RS (39) diamankan di Bali, dan Yus ditangkap di Sumedang, Jawa Barat. Saat ini polisi masih memburu satu pelaku yang berada di luar negeri.

Polri akan terus melakukan pengejaran tersangka penyebar hoax dalam kelompok Muslim Cyber Army (MCA). Bahkan dikabarkan satu orang berada di luar negeri. Dalam hal ini, Polri akan mengupayakan red notice pada Interpol.

"Iya nanti seperti itu," kata Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto saat ditanya terkait kemungkinan Polri mengajukan red notice, seperti dilansir Republika, Rabu (28/2/2018).

Saat ini Bareskrim Polri sudah mengungkap kelompok Muslim Cyber Army (MCA) dengan total tersangka 14 orang. Polisi kini sedang berupaya menangkap salah seorang lagi tersangka yang berada di luar negeri.

"Tim sudah bergerak juga melakukan pengembangan. Ada satu tersangka yang sudah kita kejar, (keberadaan tersangka) tidak di Indonesia," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Mohammad Iqbal, seperti dikutip detik.com, Selasa (27/2/2018).

Dia mengatakan penindakan terhadap kelompok MCA ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di momen tahun politik.

"Ini semua adalah upaya harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat) agar keamanan dan ketertiban masyarakat di republik ini stabil, apalagi menjelang tahun politik," terang dia.

  • view 38