Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 13 Maret 2018   01:13 WIB
Ternyata Masih Orang Lama, Ini Dia 10 Orang Tajir di Indonesia 2018

Majalah Forbes belum lama ini sudah merilis daftar orang terkaya di dunia untuk tahun 2018. Daftar tersebut memuat lebih dari 2.000 orang paling tajir sedunia dari 78 negara. Forbes pun memuat daftar orang-orang terkaya di Indonesia. Tahun ini, Hartono bersaudara, yakni R Budi dan Michael Hartono, tetap berada pada peringkat teratas daftar tersebut.

Mengutip Forbes, Rabu (7/3/2018), Budi berada pada peringkat ke-69 daftar orang terkaya di dunia untuk tahun ini. Sementara itu, Michael berada pada peringkat ke-75. Kekayaan Budi mencapai 17,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 238,38 triliun (kurs Rp 13.700 per dollar AS). Sementara Michael 16,7 miliar dollar AS atau Rp 228,79 triliun.

Berikut ini adalah daftar 10 besar orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

  1. R.Budi Hartono (77 tahun).

Bisnis : Group Djarum (Rokok, Perbankan termasuk BCA)
Budi Hartono sang miliader dari kudus ini masih bertahan dalam posisi pertama orang terkaya se-Indonesia. Pria kelahiran 28 April 1941 itu terus mengembangkan bisnis warisan ayahnya Djarum Gramophon bersama adiknya, Michael Hartono.

Hingga saat ini PT. Djarum adalah perusahaan rokok terbesar di dunia. Bisnisnya juga merambah sektor investasi perbankan khususnya Bank BCA. Pada Rabu, 7 Maret 2018 total kekayaannya adalah 17,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 238,38 triliun. (kurs Rp 13.700 per dollar AS).

  1. Michael Hartono (78 tahun).

Bisnis : Group Djarum (Rokok, Perbankan termasuk BCA)
Michael Hartono masih kakak dari miliader nomor wahid Indonesia Budi Hartono. Perusahaan andalannya adalah PT. Djarum. Selain itu usahanya juga merambah ke sektor agribisnis, kelapa sawit, dan kilang pengolahan.

Hartono bersaudara juga memiliki usaha di bidang perkebunan kelapa sawit, elektronik, serta e-commerce. Salah satu bisnis e-commerce milik mereka adalah perusahaan jual-beli online blibli.com

Pada Rabu, 7 Maret 2018 total kekayaannya adalah 16,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 228,79 triliun. (kurs Rp 13.700 per dollar AS).

  1. Sri Prakash Lohia (65 tahun)

Bisnis: Industri petrokimia indorama
Orang terkaya Indonesia berikutnya adalah dari keturunan India. Lahir di Kalkuta, India pada 11 Juli 1952, Lohia lahir dan dibesarkan di India. Perkembangan karirnya di Indonesia semenjak pindah bersama ayahnya Mohan Lal Lohia pada 1974.

Ia merintis perusahaan benang pintal bernama Indroma Synthetics. Hingga Pada Rabu, 7 Maret 2018 total kekayaannya adalah 7 miliar dollar AS atau sekitar Rp.95 triliun (kurs Rp 13.700 per dollar AS).

  1. Tahir (65 tahun)

Bisnis: Rumah Sakit, Bank, Real Estate (Mayapada Group)
Dato’ Sri Tahir lahir pada 25 Maret 1952 di Kota Surabaya. Ia adalah anak dari keluarga pembuat becak. Setelah terjun ke dunia usaha, Tahir menjadi investor sekaligus perintis berdirinya Mayapada Group.

Suatu holding company yang telah memiliki unit-unit usaha di beberapa bidang. Mulai dari bidang perbankan, TV berbayar hingga media cetak. Hingga Pada Rabu, 7 Maret 2018 total kekayaannya adalah 3,5 miliar dollar AS atau sekitar 47 triliun (kurs Rp 13.700 per dollar AS).

  1. Chairul Tanjung (55 tahun)

Bisnis: Trans Corp / CTCorp (Ritel, Media, Properti)
Chairul Tanjung lahir pada 16 Juni 1962 di Jakarta. Ia termasuk hidup dalam keluarga yang biasa dan berada. Sang ayah A.G Tanjung adalah seorang wartawan zaman orde lama. Perusahaan Para Group miliknya kini menguasai beberapa perusahaan seperti Trans TV, TV 7 dan Bank Mega.

Hingga Pada Rabu, 7 Maret 2018 total kekayaannya adalah 3,5 miliar dollar AS atau sekitar 47 triliun (kurs Rp 13.700 per dollar AS).

  1. Mochtar Riady (88 tahun)

Bisnis: Lippo Group (Bank, Properti)
Mochtar Riady saat ini berada di urutan ke-6 orang terkaya se-Indonesia. Pria kelahiran 12 Mei 1929 di Malang ini adalah pengusaha sekaligus komisaris Lippo Group. Dia adalah anak seorang pedagang batik bernama Liapi sedang ibunya bernama Sibelau. Keduanya berasal dari Fujian.

Karirnya berawal di tahun 1950 an dimana ia mulai mengurus sebuah bank yang bermasalah. Setelah setahun dalam penanganannya, bank itu membaik. Pada tahun 1964 ia berpindah ke Bank Buana, lalu pada 1971 ia kembali pindah ke Bank Panin. Total kekayaan Muchtar Riady mencapai 3 miliar dollar AS atau sekitar 41 triliun (kurs Rp 13.700 per dollar AS).

  1. Prajogo Pangestu (73 tahun)

Bisnis : Petrokimia Barito Pacific, Chandra Asri Petrochemical
Sempat absen sekitar 20 tahun pria ini kembali muncul di jajaran miliader Indonesia. Itu tak lepas dari lompatan keuntungan yang didapatnya dari perusahaan petrokimia Barito Pacific dan anak perusahaannya Chandra Asri Petrochemical.

Pengusaha ini lahir pada tahun 1944. Sebelum krisis ekonomi 1997 ia merupakan taipan industri kayu terbesar. Hingga kini kekayaannya mencapai 2,9 miliar dollar AS atau sekitar 39,7 triliun (kurs Rp 13.700 per dollar AS).

  1. Murdaya Poo (77 tahun).

Bisnis: Centra Cipta Murdaya Group (Sawit, Kelapa, dan IT)
Pengusaha ini merupakan pemilik Central Cipta Murdaya Group dan suami dari Siti Hartati Murdaya. Pernah terjun ke dunia politik ia menjadi legislatif periode 2004-2009 dari PDIP.

Usahanya yang pertama adalah mendirikan perusahaan yang bergerak dalam kelistrikan, yaitu perusahaan Kencana Sakti. Kesepakatan terbesar yang ditanganinya sekarang adalah kesepakatan dengan Nike, brand besar dunia di bidang alat olahraga. Hingga kini kekayaannya mencapai 2 miliar dollar AS atau sekitar 27,4 triliun (kurs Rp 13.700 per dollar AS).

  1. Peter Sondakh (68 tahun)

Bisnis : PT.Rajawali Corporation, Properti, Hotel, Perkebunan PT Eagle High Plantation
Pria kelahiran 23 Juli 1953 ini adalah seorang pengusaha pendiri PT. Rajawali Corporation. Sebuah perusahaan bisnis properti. Kini ia mengembangkan Hyatt Hotel dan Novotel Sheraton sebagai kemitraan dan menjadi jaringan hotel bintang lima.

Ia juga mempunyai saham di Ekspres Transindo Utama, sebuah perusahaan taksi yang kini harus bersaing dengan taksi online seperti Uber. Total kekayaan pria ini hingga Maret 2018 adalah 1,9 miliar dollar AS atau sekitar 26,1 triliun (kurs Rp 13.700 per dollar AS)

  1. Theodore Rachmat (74 tahun)

Bisnis : Batu Bara Adaro Energy, Triputra Group (karet olahan, batu bara, agribisnis)

Theodore Permadi Rachmat lahir pada 15 Desember 1943 di Majalengka dan memiliki nama kecil Oei Giok Eng. Pengusaha sukses yang memiliki saham di perusahaan batu bara Adaro Energy.

Selain itu juga mengembangkan bisnis keluarga di bawah bendera Triputra Group yang membidangi sejumlah bisnis terkait karet olahan, batu bara, agribisnis dan lain-lain. Hingga kini kekayaannya mencapai 1,7 miliar dollar AS atau sekitar 23,2 triliun (kurs Rp 13.700 per dollar AS).

Sobat, itulah 10 orang tajir di Indonesia. Total orang tajie Indonesia yang masuk dalam list orang terkaya sedunia versi majalah Forbes hingga Maret 2018. Adapun sepuluh teratas tersbut diatas masih diisi nama-nama lama, seperti bos Indorama, Sri Prakash Lohia, Bos Lippo Group, Mochtar Riady, dan pengusaha Media Trans Corp, Chairul Tanjung.

Namun, ada beberapa orang terkaya dari kesepuluh tersebut diatas dimulai dari ke sebelas hingga dua puluh orang terkaya Indonesia versi majalah Forbes (angka dalam kurung pringkat tahun lalu). Diantaranya adalah :

- Low Tuck Kwong (Bayan Resource) US$ 1,5 miliar (18)

- Eddy Kusnadi Sariaatmadja (Indosiar, SCTV, Emtek) US$ 1,5 miliar (26)

- Ciputra (Jaya) US$ 1,4 miliar (21)

- Martua Sitorus (Wilmar/Gamaland) US$ 1,4 miliar (24)

- Djoko Susanto (Alfamart) US$ 1,3 miliar (20)

- Alexander Tedja (Pakuwon Djati) US$ 1,3 miliar (27)

- Harjo Sutanto (Wings) US$ 1,2 miliar (29)

- Soegiarto Adikoesoemo (AKR) US$ 1,1 miliar (25)

- Hary Tanoesoedibjo (MNC)  US$ 1,1 miliar (31)

- Sukanto Tanoto (Royal Golden Eagle) US$ 1,1 miliar (30)

By : Heri Putra Tambora

 

Karya : HERI HAERUDIN