Dulu Aku Punya Teman Dekat

Heri Susanto
Karya Heri Susanto Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 04 September 2016
Dulu Aku Punya Teman Dekat

Aaa.. hahaha…

Ciee.. yang dulu temen deket, sekarang ketemu aja pura-pura gak kenal.

Aku masih ingat waktu itu ketika kita ngobrol berdua hingga larut malam, tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Kita bercerita tentang banyak hal, kita menceritakan semuanya. 

Sejak saat itu, aku pikir aku menemukan seorang teman, teman dekat tepatnya. 

Waktu berlalu, kita semakin dekat, kita jadi lebih sering berdua : belajar, mengerjakan tugas, apapun itu yang menjadikan kita lebih baik.

Aku pikir, kita akan jadi kolaborasi tak terkalahkan. 

Masih ingat komitmen kita waktu itu? Komitmen yang memaksa kita untuk belajar, belajar dan belajar. Aku suka itu.

“Jika kita terus begini, tak ada rintangan yang tak bisa kita lewati.”, kataku dalam hati.

Hingga suatu waktu, kita terlalu dekat. Meskipun aku tak ada perasaan yang mengarah ke ‘suka’, tapi aku tahu ada yang salah dengan kedekatan kita, ada yang salah dengan pertemanan kita.

Ini adalah fase kehancuran pertemanan kita.

Pada akhirnya, tiba-tiba saja kamu menjadi seseorang yang asing, seperti orang yang belum pernah bertemu. Dan semua yang sudah kita lewati seolah - olah kamu sudah melupakan semuanya. Aku tahu, cepat atau lambat hal ini akan terjadi.

Kamupun pergi, meninggalkan semua komitmen yang dulu kita buat. Meninggalkan pertemanan kita.

Ternyata benar, laki-laki dan perempuan tidak bisa menjadi teman dekat.

"Antara perempuan dan laki-laki tidak mungkin terjalin hubungan persahabatan. Yang ada hanya nafsu, kebencian, saling memuja, cinta, tapi tidak untuk persahabatan. " - Oscar Wilde

Terima kasih, sudah menjadi teman dekat. Walaupun hanya sesaat…

  • view 232