di negeri Mao Zedong

Heri  Nur Saparudin
Karya Heri  Nur Saparudin Kategori Sejarah
dipublikasikan 22 Januari 2016
di negeri Mao Zedong

BIOGRAFI

Mao Zedong adalah seorang tokoh filsuf dan pendiri Negara Republik Rakyat Cina yang lahir di Shaoshan, Hunan pada 26 Desember 1893 dan meninggal di Beijing pada 9 September 1976. Pria yang meninggal pada usia 82 tahun ini adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Cina.

Pria yang lahir di sebuah keluarga petani miskin ini harus bekerja keras dan hidup prihatin sedari kecil. Meskipun di kemudian hari keadaan ekonomi keluarganya meningkat, tetapi kesengsaraan di masa kecil itu banyak memengaruhi kehidupannya. Ketika kecil, Mao dikirim untuk belajar di sekolah dasar. Pendidikannya sewaktu kecil juga mencakup ajaran-ajaran klasik Konfusianisme.

Tetapi pada usia 13 tahun, ayahnya menyuruhnya berhenti bersekolah dan bekerja di ladang-ladang. Mao memberontak dan bertekad ingin menyelesaikan pendidikannya sehingga ia nekat kabur dari rumah dan melanjutkan pendidikannya di tempat lain. Pada tahun1905, ia mengikuti ujian negara yang pada saat itu mulai menghapus paham-paham konfusianisme lama dan digantikan oleh pendidikan gaya Barat.

Hal ini menandakan permulaan ketidakpastian intelektual di Cina. Pada tahun 1911, Mao terlibat dalam Revolusi Xinhai yang merupakan revolusi melawan Dinasti Qing yang berakibat kepada runtuhnya kekaisaran Cina yang sudah berkuasa lebih 2000 tahun sejak tahun 221 SM. Tahun 1912, Republik Cina diproklamasikan oleh Sun Yat-sen dan Cina dengan resmi masuk ke zaman republik. Seorang pemimpin komunis yang terkenal di Cina ini lalu melanjutkan sekolahnya dan mempelajari budaya barat.

Pada 1918, ia lulus dan lalu kuliah di Universitas Beijing. Di sana ia berjumpa dengan para pendiri PKT yang berhaluan Marxis. Filsuf terkenal, Karl Marx menjadi salah satu tokoh filsafat dan konsep yinyang yang mempengaruhi gagasan-gagasan Mao. Pada tahun 1958, pria yang telah memenangkan Cina melawan Kuomintang dalam perang Sipil ini meluncurkan apa yang ia sebut Lompatan Jauh ke Depan di mana daerah pedesaan direorganisasi secara total.

Di mana-mana didirikan perkumpulan-perkumpulan desa (komune) yng akhirnya gagal secara ekonomis. Komune-komune ini menjadi satuan-satuan yang terlalu besar dan tak bisa terurusi. Diperkirakan kurang lebih hampir 20 juta jiwa penduduk Cina kala itu tewas secara sia-sia. Pada tahun 1976, pria yang paling berpengaruh di Cina ini meninggal dunia. Setelah itu Republik Rakyat Cina menjadi semakin terbuka. Normalisasi hubungan diplomatik dengan Indonesia juga terwujud pada tahun 1992.

Pada saat ini Cina tampil sebagai sebuah raksasa yang baru bangun dari tidurnya dan pertumbuhan ekonomi sangat pesat. Bahkan Cina bisa melampaui Rusia dalam perkembangannya. Hal yang dipertentangkan sekarang ialah apakah ini semua bisa diraih berkat jasa-jasa Mao atau karena pengaruhnya sudah tipis.

  • view 169