Umair bin Wahab, Setan Quraisy

Heri  Nur Saparudin
Karya Heri  Nur Saparudin Kategori Sejarah
dipublikasikan 28 Januari 2016
Umair bin Wahab, Setan Quraisy

Hidayah Allah kadang tidak disangka-sangka datangnya. Kadang orang yang diperkirakan tidak mendapat hidayah malah mendapatkanya, namun sebaliknya yang dikira mendapat hidayah justru tidak mendapatkanya. Inilah bentuk rahasia Allah, Dzat yang memiliki hidayah.

Bagi siapa yang dikehendaki maka ia akan mendapatkannya, tapi bagi yang tidak dikehendakinya maka ia tidak mendapatkannya. Karena itu hidayah haruslah dicari dan diusahakan. Bagi siapa yang bersungguh-sungguh dan berniat untuk mendapatkannya maka Allah akan berikan dan bagi siapa yang tidak bersungguh-sungguh maka ia tidak mendapatkannya sesuai dengan firman Allah Qs 28;56 ?Wahai engkau (Muhammad) tidak akan bisa memberikan hidayah bagi siapa yang kau kehendaki. Akulah yang dapat memberikan hidayah bagi siapa yang aku kehendaki.?

Hal ini tak terkecuali terjadi pada Umair bin Wahab, seorang sahabat? yang awalnya permusuhannya sangat keras kepada Islam? hingga ia dijuluki Setan Qurais. Sepak terjangnya sungguh sangat membuat kerepotan kaum muslimin tapi pada akhirnya ia menjadi sahabat yang sangat gigih membela agama Allah. Inilah kisah beliau:

Kekalahan kaum musyrik Qurais dalam perang Badar melawan kaum muslimin meninggalkan duka yang mendalam pada kaum Qurais Mekkah. Mereka menyimpan dendam akibat tewasnya sanak saudara di medan Badar.

Hingga suatu malam di samping Ka?bah, Sofwan salah seorang tokoh Qurais merancang sebuah rencana jahat. Dengan mengumbar janji manis Sofwan memberikan sebuah pisau yang dilumuri racun kepada sahabatnya untuk membunuh Rasulullah Saw. Tak seorang pun tahu rencana jahat sahabat karib ini, sang sahabat karib yang menjadi eksekutor pun telah siaga. Dialah tokoh Qurais yang di sebut Setan Qurais, Umair bin Wahab.

Sebagai tokoh yang sangat membenci Rasulullah, Umair bin Wahab selalu tampil agresif menghentikan dakwah nabi dan menyakiti kaum Muslimin. Maka pantaslah jika ia dijuluki setan Qurais.

Melihat kedatangan Umair bin Wahab di Madinah para sahabat Rasulullah langsung siaga. Mengingat rekam jejak Umair yang dikenal tak pernah memiliki niat baik terhadap kaum Muslimin. Umair bin Wahab mengaku ingin menebus putranya yang ditawan kaum Muslimin dalam perang Badar ini, memang pantas dicurigai lantaran datang dengan membawa pedang. Namun Rasulullah Saw yang telah mengetahui niat jahat Umair bin Wahab melalui wahyu Allah segera mengungkap niat jahat Umair. inilah yang justru merubah sikap Umair bin Wahab bahkan hal ini pula yang menyatakan Umair akan kebenaran Rasulullah Saw.

Inilah pintu hidayah Umair bin Wahab. Maka ia pun meminta izin kepada Rasulullah Saw untuk kembali ke Mekkah setelah belajar bersama para Sahabat Rasulullah Saw. Umair bertekad untuk menebus kesalahan masa lalunya untuk menyeru kebaikan kepada para penduduk Mekkah termasuk pemimpin para Qurais Mekkah. Maka orang pertama yang pertama kali di temukannya adalah sahabat karibnya Sofwan bin Umayyah.

Umair kini berubah menjadi pribadi yang lain, ia tak lagi menyia-nyiakan waktu dan kesempatan yang dimiliki. Umair begitu giat menyerukan Islam kepada Penduduk Qurais tanpa takut ancaman. Usaha keras dengan tantangan besar itu akhirnya membuahkan hasil, tak sedikit penduduk Mekkah yang menyambut seruan Umair bin Wahab. Dalam waktu yang tak terlalu lama, Umair berhasil membawa rombongan penduduk Mekkah berangkat ke Madinah secara terang-terangan untuk berbait kepada Rasulullah Saw. Sebuah Riwayat menyebutkan Umair bin Wahab bahkan berhasil memimpin Rombongan ke Mekkah yang menerima seruan dakwahnya hingga tiga kali menuju ke Madinah.

Umair telah menepati janjinya kepada Rasulullah Saw, bahwa kebaktian terhadap Islam dan Nabinya setaraf dengan usahanya memerangi Islam dan nabinya di masa lalu. Perjuangannya membela Islam dan kaum Muslimin di kota Mekkah jauh dari sahabat-sahabatnya dari kaum Muslimin di Madinah di lakukan tak kenal lelah. Umair terus berdakwah sekaligus memberi ketenangan dan mejaga kaum Muslimin lemah di Mekkah.

Pada Ramadhan tahun 8 Hijriyah, kaum Muslimin berhasil menaklukkan kota Mekkah. Rasulullah Saw mengumumkan hari Permaafan dan Kasih Sayang. Namun juga mengumumkan untuk mengeksekusi sejumlah tokoh Qurais. Seorang diantaranya Sofwan bin Umayyah sahabat karib Umair bin Wahab. Umair pun menghadang Rasulullah Saw untuk memberi pengampunan kepada sahabat karibnya ini. Umair begitu gembira melihat sahabatnya yang dulu berencana membunuh nabi mendapat jaminan dari Rasulullah Saw. Sejak itu sejarah tak banyak mencatat kehidupan Umair bin Wahab. Namun Umair larut dalam kaum Muslimin untuk berdakwah sampai masa hayatnya di masa khalifah Umar bin Khattab. Subhanallah....

  • view 161