Shalahuddin Al Ayyubi (Pembebas Al-Quds Palestina)

Heri  Nur Saparudin
Karya Heri  Nur Saparudin Kategori Sejarah
dipublikasikan 28 Januari 2016
Shalahuddin Al Ayyubi (Pembebas Al-Quds Palestina)

Shalahuddin Al Ayyubi -?Sejak runtuhnya kekhalifahan umayyah ditahun 133 hijriah lahirlah kekhalifahan Abbasiyah yang berpusat di kota Baghdad (Irak). kekhalifahan Abbasiyah dari keturan abbas bin abdul muthalib ini sempat memakmurkan Islam dan wilayah-wilayah negeri Islam selama hampir beberapa abad dan menjadi kiblat ilmu pengetahuan di dunia.

Namun sejarah kembali terulang pada tahun 289 hijriah kondisi kekhalifahan Abbasiyah melemah. Akibatnya wilayah kekhalifahan Islam yang membentang dari asia tengah sampai Afrika utara terpecah belah dan masing-masing mendirikan kerajaan-kerajaan kecil. Sejarah mencatat masih ini yang disebut dengan masa masa mulk thoaif.

Kota suci al-quds direbut pasukan salib dan satu-persatu negeri-negeri Islam tunduk pada pasukan salib. Sementara kerajaan-kerajaan kecil yang tersebar di seluruh wilayah Islam saling berebut kekuasaan, Kekhalifahan Islam jauh dari harapan. Dalam situasi sulit yang dialami kaum muslimin di dunia lahirlah sosok yang kelak menjadi tumpuan bagi kaum muslimin dialah Shalahuddin Al Ayyubi.

Lahir pada tahun 532 H/ 1138 M di Tikrit, sebuah wilayah Kurdi di utara Iraq saat Ayahnya Najmuddin Al Ayyubi yang merupakan pemimpin wilayah Tikrit (Iraq) sedang menghadapi masalah pelik dengan Baghdad. Berbagai masalah yang dihadapi memaksa keluarga Shalahuddin hijrah ke Mosul (Iraq) dan berlindung pada raja Imaduddin az-Zanki.

Ditempatnya yang baru inilah Shalahuddin mendapatkan pendidikan, disaat yang sama bibit-bibit perjuangan mengusir pasukan salib mulai dilakukan hingga berhasil menguasai dikawasan pinggiran Syam, inilah yang disaksikan oleh Shalahuddin kecil. benih-benih jihad pada diri Shalahuddin semakin kuat setelah Nuruddin az-Zanki naik tahta menggantikan Ayahnya. Seluruh kawasan Syam pun berhasil di taklukkan, pusat kekuasaanpun berpindah ke Damaskus.

Di Damaskus Shalahuddin mulai terlibat dalam perjuangan yang dilakukan Nuruddin az-Zanki, disinilah semangat juang Shalahuddin semakin besar. Ketulusan perjuangan Nuruddin az-Zanki begitu berpengaruh pada diri Shalahuddin sampai ia begitu mengidolakan sang pemimpin.

Dipercaya Sebagai Utasan ke Mesir

ShalahuddinShalahuddin semakin simpati terhadap Nuruddin az-Zanki setelah pemimpin merintis untuk membebaskan Al-Quds. Shalahuddin mulai terlibat dalam perjuangan sang pemimpin , dari menjadi pasukan keamanan hingga akhirnya ia dipercaya sebagai utusan ke Mesir untuk menyatukan barisan umat Islam agar tidak dapat di tembus oleh pasukan salib.

Di Mesir ia berhasil mengembalikan kepercayaan rakyat Mesir dan mengubah negeri ini dari faham Syah menjadi Sunni sebagai langkah awal menggalang persatuan umat. Shalahuddin pun semakin termotifasi untuk membebaskan Palestina. Jalannya semakin terbuka lebar setelah Nuruddin az-Zanki wafat, ia menjadi pemimpin setelah menggantikan Solid Ismail anak Nuruddin yang masih kecil.

Disinilah ia mulai melancarkan aksi-aksinya untuk membebaskan bumi Palestina. Upaya awal yang dilakukan Shalahuddin adalah menyatukan aqidah dan kekuatan umat muslim, maka satu-persatu wilayah Islam bersatu dengan pasukan Shalahuddin. Shalahuddin kemudian memberangkatkan pasukannya untuk membebaskan Al-Quds Palestina.

Dikawasan Hitin pasukan Shalahuddin berhadapan dengan pasukan salib yang bermarkas di bukit. Maka dengan kecerdasan militer Shalahuddin berhasil memaksa pasukan salib turun gunung hingga terjadi perang besar di medan Hitin pada tahun 583 Hijriah. Perang inilah yang dicatat sejarah mampu mengantarkan Shalahuddin memasuki Al-Quds Palestina, raja dan pasukan salib berhasil di tawan dan Al-Quds berhasil dibebaskan.

Menaklukkan Palestina

Al QudsInilah kali kedua umat Islam membuka Palestina setelah sebelumnya berhasil dibebaskan oleh Khalifah Umar Bin Khattab. Shalahuddin pun masuk ke bumi Palestina dengan membawa kedamaian. Sikap lemah lembut dan toleransi yang tinggi yang dilakukan Shalahuddin terhadap kaum nasrani dan yahudi di Al-Quds mengubah persepsi masyarakat Al-Quds akan cerita Shalahuddin yang sebelumnya di dengung-dengungkan sebagai sosok yang kejam, bahkan raja salib sendiri memuji sikap sang penakluk Palestina ini.

Setelah tanah Palestina terbebas dari tirani salib Shalahuddin Al Ayyubi membangun Palestina baru, seluruh masyarakat diberi hak untuk tetap hidup di bumi Palestina apapun ras dan agamanya. Kesederhanaan, kesehajaan dan serta kesholehan Shalahuddin terus melekat pada dirinya hingga akhir hayatnya.

Tahun 589 hijriah atau 6 tahun setelah pembebasan Palestina Shalahuddin wafat di usia 57 tahun. Diujung hidupnya ia hanya memiliki harta bahkan tak cukup membiayai pemakamannya, ini menunjukkan kesederhanaan sosok Shalahuddin sang pembebas Palestina. Inilah catatan sejarah emas yang di torehkan Shalahuddin Al Ayyubi, pribadi luhur dan sederhana inilah yang dicatat sejarah mampu membebaskan Al-Quds dari penguasa tiran.

Sosok sederhana seperti itu pula melekat pada diri Umar bin Khattab hingga mampu menaklukkan Palestina. Maka dunia Islam masih menunggu sosok-sosok seperti mereka untuk kembali membebaskan Al-Quds dari penguasa dari penguasa tiran. Rahimahullah Shalahuddin Al Ayyubi.

  • view 3.6 K