ibu sobeklah aku

heni nomleni
Karya heni nomleni Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 25 Januari 2018
ibu sobeklah aku

IBU SOBEKLAH AKU

OLEH : HENI M. NOMLENI

KELAS : A/VII

 

   Senja itu,Rina seorang diri duduk dibawah pepohonan dan keningnya berkerut, batinya berlari serta pikirannya berteriakan.dia melihat sekumpulan awan yang sedang beterbangan kesana kemari,dalam menyambut sang ratunya untuk kembali ke peraduanya.tanpa dedaunan pepohonan sekali-kali menyapa,dengan cara menguguran dari ranting.

   Perlahan pula,dedaun itu berguguran ibarat ditembak musuh dari seberang. Suasana udara disenja itu pun,sangat melankolis.walaupun keningnya berkerut,Rita terbawah emosi,batinnya terasa ingin.berbeda dengan hari-hri sebelumnya.Dimana,bila Rita sedang menghadapi suatu problem,batinya meraung-raung dan siap menerkam apa saja bila dilihatnya dan didengarnya.Bahkan tubuhnya sendiri,pernah disobeki dengan tangannya,namun,tubuhnya tak sampai terluka.

 

Pernah suatu ketika,ibunya diomeli tetangga sebelah rumahnya yang juga masih mempunyai tali pusat dalam rumah keluarga besar ,Rita yang sedang terbaring ditikar daun telingganya menangkap beribu-ribu kalimat yang di tunjukan kepada ibunya untuk memastikan dari dekat,apa yang sedang dipertontongkan tetangganya itu terhadap ibunya.Rita berusaha menahan kadar amarah,yang berlahan-lahan menggigit ubun-ubunnya tarikan napasnya tidak beratur lagi,bahkan orang gila yang digangu kegiatannya oleh orang normal.denyut nyadi bersama sekompi andrenalinya beradu kekuatan,didalam tubuhnya yang sangat siap mematangkan hasil nanakan ditungku perapian

 

“ ibu,manusia siapakah yang mencerca dengan beragam anak kalimat yang sangat mengangu tidurku? Katakan! Entah setan atau tuhan sekali pun aku ingin menghadapinya. Kita berasal dari debu tanah,dan tentunya akan kembali pula dalam bentuk tanah.Tanah itu adil.tanah itu selalu siap dan kapan serta dimana saja,ketika kita dipanggil kembali kekadang,aku tidak tegah ibu diteriakan tetangga.aku tidak tegah melihat ubun-ubunku terbakar habis,hanya karena amaragnya setan-setan jalan.Jalan dan aku pun tidak akan membiarkan ibu hidup dan berkembang dihimpit keserakahan setan-setan tersebut. Ibu,manusia siapakah yang mencerca dengan beragm anak sungai yang mulai mengaliri amarahku? Katakana!!!

 

   “Rina anak ibu yang baik hati.tenangkan dirimu.kusailah amarahmu.amarah adalah sebuah bentuk kediktatoran dalam membunuh diri dan masa depan amarah yang merupakan pelacur-pelacur kecil yang saban hari mengangu tangga pemikiran kita. Dewasa dan bijakkala dalam mendengar ,melihat serta menyelesaikan setiap problem.problem membuat kita semakin kaya aka cara-cara dalam menuntaskan problem itu sendiri .ingat iho.,setiap kita mempunyai problem yang telah terisi kedalam perabotan rumah tangga.Dan tergantung kita saja dalam mempergunakan problem tersebut.di kuasai amarah”

‘masih’

   “bersedia keluar dan berdamai dengan amarahmu itu/bersedia damai dengan dirimu

,lingkungan serta orang-orang yang telah mencerca ibu dengan tidak sopan !!!

Bersediakah untuk semuanya itu.?

   “ibu,maafkan aku.bukankah malaikat .aku juga bukankah tuhan allah.aku hannyalah

Dari sebagai sisa-sisa sampah, yang selalu kemasukan bau busuknya tetangga-tetangga itu .

Aku bukan pohon ,bilah ditebas rantingnya hanya diam dan ikhlas diperlakukan seperti itu

.aku bukan putik bunga, bila diisapnya madu olehnya sekawanan lebih dan biasanya

Menagis aku bukan kertas ,bila dipakai buat menulis secarik kata-kata cinta ,hanya tersenyum

Sesaat.aku bukan sapu tangan,bila dipakai mengeringkan lelehan keringat dan Cuma mengiyakan saja

   “namun dari itu, aku hanyalah semak belukan yang bertumbu, bernapas dan makan. Bahkan, aku pun selalu dimakan ternak- ternak bila di landa kelaparan sampai tidak meninggalkan sejak pun, untuk dibuntuti kemanakah kaki-kakinya menorehkan luka yang belum disembuhkan dan telah bernana bertahun-tahun. Sanggupkah mengembuhkan kesemua itu, dengan sebotol betadine, dan sepotong guntingan kasa? sanggupkah ibu menggembalikan ceceran-ceceran darah perawanku, yang pernah bertumpah karna di naiki lelaki yang tidak bertanggung jawab? siapakal yang menjual perawanku kepada lelaki itu, demi melunasi hutang piutang? ibu, dekati dan sobeklah aku?  

 

  • view 36