Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Motivasi 11 Maret 2016   10:25 WIB
Sang Waktu Yang Terus Berlalu Menuju Kehancuran

Sang Waktu Yang Terus Berlalu Menuju Kehancuran

Oleh: Hendro Noor Herbanto
?
Alam semesta dan seisinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Menguasai dan Maha Menciptakan segala sesuatunya secara teratur dan berimbang.
?
Manusia, binatang dan tumbuhan adalah penghuni dari planet bumi yang terus berputar berlawanan arah jarum jam pada dirinya (berotasi) dalam sehari semalam atau sebanyak 24 jam dan berputar mengelilingi matahari (berevolusi) dalam satu kali putaran penuh sebanyak 365 hari (satu tahun). ?
?
Dalam satu tahun ditandai dengan bergantinya tahun dalam satuan angka, misalnya tahun 2014 + 1 tahun menjadi tahun 2015.
?
Bulan pun berputar mengelilingi bumi sebanyak 30 hari atau dalam satu bulan dan jika dirangkum dalam satu tahun, ada 12 nama bulan yang kita kenal. Setiap bulan sepanjang tahun dalam tahun Masehi, sang bulan pun berganti nama menjadi nama-nama sebagai berikut: Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember.
?
Hari pun ingin punya arti dan nama untuk melengkapi semua kejadian yang terjadi selama satu minggu atau menjadi nama-nama hari: Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at dan Sabtu.
?
Hari pun ternyata bisa dibagi lagi menjadi satuan yang lebih kecil lagi yang dinamakan dengan Jam. Satu hari ditandai dengan berlalunya waktu selama 24 jam. Dalam 24 jam dibagi lagi menjadi dua bagian. Bagian pertama menjadi malam (12 jam) dan bagian kedua menjadi siang (12 jam).
?
Jam pun masih bisa dibagi menjadi satuan menit. Dalam satu jam sama dengan berlalunya waktu selama 60 menit. Menit pun demikian masih bisa dibagi menjadi satuan detik. Dalam satu menit sama dengan berlalunya waktu selama 60 detik.
?
Jika semua nama-nama waktu tersebut di atas bersinergi dan berkolaborasi menjadi suatu kejadian, alangkah tepat dan tercatat semua kejadian di alam semesta ini yang sudah terjadi dan sedang kita alami.
?
Waktu bisa menandakan kelahiran seseorang, umur kita saat ini maupun menandakan kematian seseorang.
?
Waktu bisa berubah bentuk menjadi waktu yang telah berlalu (kemarin), waktu yang sedang kita alami (sekarang) dan waktu yang akan datang (besok).
?
Waktu pun bisa kita prediksi kapan kejadian yang telah berlalu maupun kejadian yang akan terjadi nanti, karena waktu adalah sunatullah Allah yang merupakan ketetapan/hukum Allah yang tidak akan pernah berubah ketetapan/hukum tersebut sejak pertama kali diciptakan saat "Ledakan Besar (Big Bang)", sampai sekarang saat anda membaca tulisan ini dan sampai saat dihancurkannya segala sesuatunya termasuk "waktu" dalam peristiwa hari Kiamat.
?
Manusia pun saat ini sedang mengendarai kendaraan yang dinamakan kendaraan waktu. Ia bisa kita naiki saat ini, yaitu saat kita hidup di dunia saja. Karena sang waktu tercipta memang untuk menghantarkan manusia kembali kepada Allah dengan melakukan kebaikan dan keburukan di sepanjang hidupnya.
?
Jika memang waktu itu terasa cepat berlalu tanpa kita sadari, apakah kita masih mau bermain-main dengan sang waktu??
?
Apakah kita masih mau menggunakan kendaraan waktu dengan semaunya saja? tidak menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya? Membuang waktu dengan hal yang tidak berguna? Menyia-nyiakan waktu yang terus berlalu dan tidak bisa kembali lagi dengan banyak perbuatan dosa??
?
Apalagi meninggalkan kewajiban shalat lima waktu yang satu kali shalatnya hanya sekitar lima menit saja?
?
Padahal Allah-pun berjanji dengan yang namanya "waktu (masa)" bahwa jika kita tidak menggunakan waktu di dunia dengan sebaik-baiknya untuk saling menasehati dalam "kebenaran" dan menasehati dalam "kesabaran", maka kerugianlah yang akan kita dapatkan.
?
Allah ingin manusia jangan menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang tidak berguna, apalagi melalaikan dan menggunakan waktu dengan banyak perbuatan dosa.
?
Ya, sang waktu-pun namanya diabadikan dalam kitab suci Al-Qur'an.
?
QS. Al-'Ashr (103): 1-3
Demi masa. Sesungguhnya, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.
?
Melakukan "kebaikan" pun menurut Allah masih harus dibarengi dengan "kesabaran" di dalam mengerjakannya.
?
Jika sudah mengerti dan memahami tentang keberadaan Sang Waktu, wahai orang-orang yang beriman, perbanyaklah melakukan kebaikan dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun tanpa memandang status, suku, agama, ras dan antar golongan di dunia ini yang diliputi dengan sang waktu yang terus berjalan menuju kehancurannya kelak, karena kita tidak pernah tahu kapan hari kehancuran itu terjadi. ??
?
QS. Al-A'raf (7): 187
Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, "Kapan terjadi?" Katakanlah, "Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu, kecuali secara tiba-tiba." Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad),"Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
?
Setelah membaca tulisan ini, mulai sekarang, mari sama-sama belajar menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, karena sang waktu tidak bisa kembali lagi dan sang waktu akan terus berlalu menuju kehancuran.
?
?
Semoga bermanfaat....wallahu a'lam bishahwab
?
Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto
Penulis | Komposer | Praktisi Perbankan
?
Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia, 12 April 2015
?

Karya : Hendro Noor Herbanto