Matahari Delapan Menit Yang Lalu

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 07 Maret 2016
Matahari Delapan Menit Yang Lalu

?Matahari Delapan Menit Yang Lalu

Oleh: Hendro Noor Herbanto
?
Matahari adalah sumber energi yang paling utama untuk kelangsungan semua makhluk hidup di bumi. Sinarnya menerangi bumi sejak terbit fajar sampai dengan tenggelam di senja hari dan digantikan dengan malam.
?
Energi dapat diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan usaha (kerja).
?
Semenjak abad ke-20, energi semakin mudah di dapatkan dan digunakan. Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan oleh manusia. Energi hanya dapat berubah bentuk dari satu bentuk ke bentuk lainnya.
?
Ya, energi hanya diciptakan oleh Allah, Tuhan semesta alam pada saat peristiwa ?Ledakan Besar? (Big Bang) dan akan dimusnahkan/dihancurkan kembali oleh Tuhan kelak pada peristiwa hari kiamat.
?
Sebagian besar energi yang berada di Bumi ini berasal dari matahari. Energi yang dihasilkan matahari berasal dari reaksi fusi termonuklir di intinya. Pada reaksi ini, energi yang dihasilkan memancar ke segala arah secara radiasi termasuk memancar ke arah bumi.
?
Bumi yang kita diami ini mendapatkan sinar matahari secara bergantian antara kedua sisinya karena bumi berputar pada dirinya (berotasi) dan bergerak mengelilingi matahari dalam satu tahun selama 365 hari (berevolusi). Selama 12 jam di sisi yang menghadap matahari akan menjadi siang dan di sisi lainnya selama 12 jam juga yang membelakangi matahari akan menjadi malam. Misalnya saat ini saya berada di Indonesia jam 12 malam, teman saya yang berada di Amerika sedang mengalami siang hari pada jam 12 siang.
?
Energi matahari menempuh jarak 150 juta kilometer untuk bisa sampai ke bumi dan dimanfaatkan dalam berbagai bentuk.
?
Ternyata dengan jarak yang sangat jauh itu, sinar matahari menempuh perjalanan ke bumi selama delapan menit. Apakah itu artinya matahari yang kita lihat saat ini adalah matahari delapan menit yang lalu? Kok bisa delapan menit yang lalu? Berikut pemahamannya.
?
Kecepatan yang paling cepat diseluruh dunia adalah kecepatan cahaya, mengalahkan kecepatan pesawat ulang alik yang dibuat oleh manusia yang terbang ke angkasa luar dengan kecepatan kurang lebih sekitar 28.000 km/detik.
?
Kecepatan cahaya yang sudah disepakati di seluruh dunia adalah = 299.792,5 km/detik atau dibulatkan menjadi 300.000 km/detik.
?
Jika jarak matahari ke bumi adalah sepanjang 150.000.000 km, berapakah waktu yang dibutuhkan sinar matahari untuk bisa sampai ke bumi?
  • Jika jarak matahari ke bumi adalah 150.000.000 km
  • Jika kecepatan sinar/cahaya adalah 300.000 km/detik
  • Jika 1 menit adalah 60 detik
?
Maka waktu yang dibutuh sinar matahari untuk sampai ke bumi adalah:
  • 150.000.000 : 300.000 = 500
  • 500 : 60 detik = 8,33 menit
  • dibulatkan menjadi 8 menit
?
Jadi matahari yang kita lihat saat ini adalah matahari delapan menit yang lalu. Masya Allah! Kok bisa delapan menit yang lalu?
?
Ya, karena matahari adalah sumber atau asal dari sinar untuk dapat sampai ke tujuannya, misalkan bumi. Jika berbicara tentang jarak maka, bisa disimpulkan sebagai berikut: berasalnya dari mana dan tujuannya mau ke mana.
?
Misalnya, kita berangkat untuk satu keperluan dari kota Jakarta ke kota Surabaya. Asal kota adalah Jakarta, dan kota tujuan adalah Surabaya. Berangkat dari Jakarta jam 10 pagi menggunakan pesawat terbang selama 1 jam. Sampai di Surabaya jam 11 siang. Waktu saat ini adalah waktunya di kota Surabaya, sedangkan waktu yang sudah terjadi adalah waktunya di kota Jakarta. (Bisa dipahami kan pengertiannya, mudah-mudahan bisa yaa...amin).
?
Ya, begitulah cara kerja alam semesta. Matahari adalah sebuah energi yang sangat besar. Energi bisa digambarkan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja (usaha).
?
QS. Luqman (31): 29
Tidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
?
Ya, matahari pun tunduk kepada Allah yang menciptakan dirinya dengan secara terus menerus melakukan usaha (kerja) untuk selalu melayani dan menyinari bumi tanpa kenal lelah sampai hari kiamat nanti.
?
Bayangkan jika ledakan-ledakan dari reaksi fusi termonuklir di inti matahari bisa sampai ke bumi, pasti sudah hancur lebur bumi beserta isinya. Tetapi yang sampai ke bumi hanyalah sinarnya berupa energi yang bisa dimanfaatkan manusia dalam berbagai bentuk.
?
Seperti kasih ibu yang tak terkira sepanjang masa, seperti itulah matahari yang hanya memberi dan tak harap kembali untuk selalu menyinari bumi.
?
Dan sebaiknya kita pun sebagai makhluk yang kosong dan penuh dengan keseimbangan yang seharusnya bisa banyak-banyak berkaca kepada alam terutama berkaca kepada matahari. Dengan bekerja dan berusaha di setiap hembusan nafas serta sisa waktu yang sudah diberikan oleh-Nya untuk tunduk berserah diri dengan tulus ikhlas hanya beribadah kepada Tuhan seluruh alam, yaitu ?hanya memberi dan tak harap kembali?.
?
?
Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab
?
Salam hangat,
Hendro Noor Herbanto
Penulis | Komposer | Pencipta Lagu | Praktisi Perbankan
?
Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia
12 September 2015
?
?

  • view 274