Ingatlah! Setiap Manusia Bertanggung Jawab Atas Apa Yang Ia Kerjakan

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 05 Maret 2016
Ingatlah! Setiap Manusia Bertanggung Jawab Atas Apa Yang Ia Kerjakan

Ingatlah! Setiap Manusia Bertanggung Jawab Atas Apa Yang Ia Kerjakan

Oleh: Hendro Noor Herbanto
?
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya termasuk apa yang ada pada diri manusia itu sendiri terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal.
?
Siapakah orang-orang yang berakal itu? Yaitu saya, anda, kita, mereka dan dimanapun manusia itu berada, yang terlahir, hidup dan mati di bumi ini.
?
Yang terlahir dari peran ayah dan ibu sehingga terlahirlah kita ke dunia ini dengan jenis kelamin laki-laki ataupun perempuan tanpa kita bisa memilih jenis kelaminnya tersebut sama sekali. ? ?
?
QS. Asy-Syura (42): 49
Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki,
?
Kita-pun tidak pernah tahu atau-pun bisa memilih akan terlahir dari orang tua yang mana? Apakah dari orang tua yang sudah memeluk agama Yahudi atau Nasrani atau Islam atau Majusi atau Budha atau Hindu atau mungkin dari orang tua yang tidak percaya adanya Tuhan (Atheis), atau seperti Nabi Ibrahim AS yang mempunyai seorang ayah yang menyembah berhala dan membuat berhala sesembahnya tersebut. ?
?
QS. Al-An'am (6): 74
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar, "Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."
??
Kita-pun tidak bisa memilih untuk terlahir di zaman sekarang ini atau zaman dahulu kala. Dan seandainya saja kita di lahirkan di zamannya Nabi Musa AS sebagai kaum Bani Israil yang mempunyai raja yang mengaku sebagai tuhan selain Allah yaitu raja Fir'aun, dan kita-pun pasti akan dibunuh olehnya jika kita terlahir sebagai bayi yang berjenis kelamin laki-laki. ??
?
QS. Al-Baqarah (2): 49
Dan (ingatlah) ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun. Mereka menimpakan siksaan yang sangat berat kepadamu. Mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu. Dan pada yang demikian itu merupakan cobaan yang besar dari Tuhanmu.
?
Atau bisakah kita di lahirkan di zaman Nabi Isa AS? Sangat bisa, dan jika kita dilahirkan di zaman tersebut maka kita-pun menjadi kaum Bani Nasrani yang kebanyakan kaumnya mengkultuskan Nabi Isa AS. Padahal sejak dari kecil sewaktu masih di dalam ayunan, Nabi Isa AS selalu mengerjakan shalat dan menunaikan zakat serta mengajak kaumnya untuk hanya menghamba kepada Tuhan yang Satu, yaitu Allah SWT.
?
QS. Maryam (19): 28 - 31
Wahai saudara perempuan Harun (Maryam)! Ayahmu bukan seorang yang buruk perangai dan ibumu bukan seorang perempuan pezina." ? ? ?
Maka dia (Maryam) menunjuk kepada (anak)nya. Mereka berkata, "Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?" ? ? ?
Dia ('Isa) berkata, "Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, ? ?
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (melaksanakan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;
?
Di zaman jahiliah-pun demikian, sebelum di utusnya Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa berita gembira dan berita peringatan. Di zaman jahiliah tersebut seandainya kita terlahir dengan jenis kelamin perempuan, maka kita-pun akan dibunuh dengan cara di kubur hidup-hidup oleh ayah kita sendiri, seperti sahabat Nabi Umar bin Khatab RA sebelum berserah diri memeluk Islam, Beliau berada dalam kegelapan jahiliah sehingga menguburkan anak perempuannya hidup-hidup. ? ??
?
QS. An-Nahl (16): 57 - 59
Dan mereka menetapkan anak perempuan bagi Allah. Mahasuci Dia, sedang untuk mereka sendiri apa yang mereka sukai (anak laki-laki). ??
Padahal apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia sangat marah. ??
Dia bersembunyi dari orang banyak, disebabkan kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan (menanggung) kehinaan atau akan membenamkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ingatlah alangkah buruknya (putusan) yang mereka tetapkan itu.
?
Kita-pun juga tidak pernah tahu, apakah terlahir sebagai bayi yang normal ataukah bayi yang cacat. Sempurna ataukah kurang sempurna pada ciptaan-Nya, hanya Dia yang tahu apa-apa yang dikandung seorang perempuan. ? ??
?
QS. Ar-Ra'd (13): 8
Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, apa yang kurang sempurna, dan apa yang bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu ada ukuran di sisi-Nya.
?
Ataukah terlahir sebagai yatim atau piatu atau keduanya sebagai yatim-piatu seperti Nabi Muhammad SAW yang sejak kecil sudah menjadi yatim-piatu.
?
Kita-pun tidak pernah bisa memilih apakah terlahir dari orang tua yang sudah kaya ataukah masih miskin. Atau dari orang tua dari benua Eropa atau Amerika sehingga kita berambut pirang, berhidung mancung atau bermata biru.
?
Seandainya kita terlahir dari orang tua yang berasal dari benua Afrika, pastinya kita akan mempunyai fisik yang kuat, kulit hitam legam dan rambut keriting. Bisakah kita menolaknya seandainya kita terlahir dari benua Afrika tersebut? Ya, jawabannya pasti kita tidak bisa menolaknya, kita tinggal menerima saja ketentuan dari Tuhan ini.
?
Ternyata semua manusia tanpa terkecuali dan tanpa memandang status, suku, agama, ras dan antar golongan, pasti akan terlahir sebagai seorang bayi dari ras manusia di muka bumi ini yang terlahir suci bersih tanpa noda dan dosa.?
?
Kita pastinya tidak bisa memilih untuk terlahir sebagai bayi dari orang tua yang mana. Semuanya atas kehendak Tuhan semata kita terlahir sebagai kita yang sekarang ini dan tanpa adanya campur tangan kita sebagai manusia atau yang sering dinamakan dengan "Takdir Qadar".
?
Allah membekali kita semua di belahan dunia manapun manusia itu berada dengan potensi (modal dasar) yang sama seperti: otak untuk berpikir, telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, tangan untuk memegang atau melakukan sesuatu dan kaki untuk berjalan serta hati untuk merasakan atau memilih, supaya manusia itu dapat mengerjakan tiga jalan yang lurus yaitu: membawa kebenaran, melakukan kebaikan dan menebar banyak kemanfaatan bagi orang banyak dan seluruh alam. Bukan sebaliknya yaitu membawa kesalahan, melakukan kejahatan dan menebar banyak kemudharatan.
?
Dan jangan sampai Allah membinasakan kaum yang tidak mau menggunakan potensi (modal dasar)-nya tersebut sehingga tidak juga mau beriman dan banyak mengerjakan kemungkaran di muka bumi ini yang mengakibatkan bermacam azab dan bencana yang akan Allah berikan balasannya di dunia maupun kelak di akhirat.
?
Padahal Allah sudah menurunkan buku petunjuk/pedoman jalan yang lurus untuk meraih kebahagiaan hidup di dunia ini dan kebahagiaan hidup kekal abadi di akhirat nanti serta dijauhkan dari siksa api neraka-Nya, yaitu berupa Kitab-kitab Suci yang diturunkan kepada Nabi-nabi-Nya, yaitu:
  • Kitab Zabur kepada Nabi Daud AS
  • Kitab Taurat kepada Nabi Musa AS
  • Kitab Injil kepada Nabi Isa AS
  • Kitab Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW
?
Dan ternyata kita-pun lalai akan tanda-tanda kebesaran-Nya pada Kitab-kitab suci tersebut.
?
Padahal Allah juga telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dan juga apa yang ada pada diri manusia itu sendiri sebagai makhluk yang kosong dan penuh dengan keseimbangan, supaya manusia bisa berpikir (tafakur) tentang semua ciptaan-Nya tersebut. Dan ternyata banyak manusia yang melalaikan ayat-ayat semesta ini.
?
Contohlah Nabi-nabi Allah tersebut di dalam berusaha untuk menyampaikan risalah-Nya tanpa meminta imbalan apapun ?kecuali ridha Allah semata. ? ??
?
QS. Al-An'am (6): 90
Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak meminta imbalan kepadamu dalam menyampaikan (Al-Qur'an)." Al-Qur'an itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam. ? ?
?
QS. Al-Furqan (25): 57
Katakanlah, "Aku tidak meminta imbalan apa pun dari kamu dalam menyampaikan (risalah) itu, melainkan (mengharapkan agar) orang-orang mau mengambil jalan kepada Tuhannya." ? ??
?
QS. Asy-Syu'ara (26): 109
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam,
?
Ujian dan cobaan yang Allah berikan ?kepada Nabi-nabi-Nya tersebut di dalam menyampaikan risalah-Nya sungguh begitu berat, tetapi para Nabi Allah tidak ada yang menyerah dan selalu sabar serta istiqamah untuk tetap mengajak umatnya ke jalan yang lurus yaitu hanya menyembah Allah semata.
?
Ya, Nabi-nabi Allah tersebut hanya menyampaikan risalah-Nya tanpa paksaan dan kekerasan, apakah mereka yang diajak tersebut mau beriman atau tidak beriman itu hanya atas izin Allah semata. Manusia hanya berusaha, dan hasilnya kita serahkan kembali kepada Allah.
?
Ya, usaha itulah yang menyebabkan Allah memberikan takdir yang terbaik buat kita. Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sebelum mereka merubah keadaan pada dirinya sendiri. Inilah yang dinamakan "Takdir Qadla" yaitu melalui suatu "usaha". ??
?
QS. Ar-Ra'd (13): 11
Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan (melalui usaha) diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
?
Hidup adalah pilihan. Pilihlah yang terbaik buat hidup kita di akhirat nanti. Hanya manusia yang diberikan kehendak oleh Allah Yang Maha Berkehendak untuk memilih jalan hidupnya masing-masing. Apakah memilih peran protagonis yang akan diganjar dengan surga yang penuh kenikmatan ataukah memilih peran antagonis yang akan diganjar dengan neraka yang penuh kesengsaraan.
?
Apa yang kita usahakan atau kita kerjakan semuanya berjalan sesuai dengan hukum-hukum atau sunatullah Allah dan kita-pun akan menanggung sendiri konsekuensi dari perbuatan baik atau-pun buruk tersebut.
?
Gabungan antara Takdir Qadar dan Takdir Qadla inilah yang dinamakan hasil terbaik yang Allah pasti berikan di saat yang tepat nantinya.
?
Takdir Qadar = potensi (modal dasar) = manusia yang kosong dan penuh dengan keseimbangan.?
?
Ia bersimbolik dengan angka kosong/nol (0).
?
Takdir Qadla = usaha (perbuatan) kita.?
?
Jika ia sebuah perbuatan baik maka bersimbolik dengan angka plus, misalnya angka +1.?
?
Dan jika ia sebuah perbuatan jahat/buruk maka bersimbolik dengan angka minus, misalnya angka -1.
?
Jika setiap perbuatan baik manusia (sebab) di analogikan sebagai satu (1) kebaikan berpahala, maka:
?
Dari angka 0 akan berubah menjadi angka +1
?
Dan akan mendapatkan ganjaran dari Allah (akibat) sebesar usaha yang ia kerjakan:
?
Dari angka 1 kembali ke angka 0
?
Atau dapat dirumuskan sebagai berikut:
  • 0 -> 1 (potensi berubah menjadi usaha yang 'disebabkan' dari perbuatan yang baik)
  • 1 -> 0 (balasan yang diberikan kepada manusia 'akibat' dari perbuatan baik)
?
Demikian pula dengan perbuatan jahat, jika setiap perbuatan jahat manusia (sebab) di analogikan sebagai satu (1) kejahatan, maka:
?
Dari angka 0 akan berubah menjadi angka -1
?
Dan akan mendapatkan ganjaran dari Allah (akibat) sebesar usaha yang ia kerjakan:
?
Dari angka -1 kembali ke angka 0
?
Atau dapat dirumuskan sebagai berikut:
  • 0 -> -1 (potensi berubah menjadi usaha yang 'disebabkan' dari perbuatan yang jahat)
  • -1 -> 0 (balasan yang diberikan kepada manusia 'akibat' dari perbuatan jahat)
?
Itulah yang dinamakan dengan hukum (sunatullah) sebab-akibat. Setiap manusia bertanggung jawab atas apa yang ia kerjakan. Manusia tidak akan menanggung pahala ataupun dosa orang ?lain. ?
?
QS. Al-An'am (6): 164
Katakanlah (Muhammad), "Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dialah Tuhan bagi segala sesuatu. Setiap perbuatan dosa seseorang, dirinya sendiri yang bertanggung jawab. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitahukan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan."
?
Janganlah memilih peran antagonis dengan banyak perbuatan buruk dan berdosa yang akan dibalas secara seimbang oleh Allah yang menandakan Allah Yang Maha Adil. Tetapi pilihlah peran protagonis dengan banyak perbuatan baik dan berpahala yang akan dibalas secara berlipat ganda oleh Allah yang menandakan Allah Yang Maha Pemberi. ? ?
?
QS. Al-Baqarah (2): 281
Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan).
?
Hidup di panggung sandiwara dunia adalah hidup yang sementara saja dan penuh dengan senda gurau belaka.
?
Tidak ada satu-pun manusia yang tidak akan mati dan kata berpasangan serta berlawanan dari hidup adalah mati.
?
Hidup di dunia yang fana ini hanya sekali...
Berilah hidup dengan perbuatan yang penuh makna dan arti...
Sesudah itu kita semua-pun akan merasakan mati...
Menuju balasan di akhirat yang tengah menanti...
?
QS. Ali Imran (3): 30
(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. Dia berharap sekiranya ada jarak yang jauh antara dia dengan (hari) itu. Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya. Allah Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya.
?
Ingatlah! Setiap Manusia Bertanggung Jawab Atas Apa Yang Ia Kerjakan.
?
?
Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab
?
?
Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto
Penulis | Komposer | Praktisi Perbankan
?
Ditulis Kembali @ Cileungsi Bogor - Indonesia, Sabtu 5 Maret 2016
?
See more at:

hendronoorherbanto.com/ingatlah-setiap-manusia-bertanggung-jawab-atas-apa-yang-ia-kerjakan-detail-13616.html

?

  • view 1 K