Segala Sesuatu Diciptakan Berimbang

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Inspiratif
dipublikasikan 26 Februari 2016
Segala Sesuatu Diciptakan Berimbang

Segala Sesuatu Diciptakan Berimbang

Oleh: Hendro Noor Herbanto
?
Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal (ulil albab).
?
Siapakah orang-orang yang berakal (ulil albab) itu? Yaitu orang-orang yang mengingat Allah (dzikrullah) sambil berdiri, duduk dan berbaring dan mereka selalu memikirkan (tafakur) tentang penciptaan langit dan bumi, seraya berkata: ?Tidak ada yang sia-sia atas ciptan-Mu ini ya Allah, maka peliharalah kami dari siksa api neraka.?
?
Apakah kita sudah memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi? Apakah kita sudah memikirkan tentang pergantian malam dan siang? Apakah kita sudah memikirkan tentang penciptaan manusia dari peran ayah dan ibu sehingga terlahirlah kita?
?
Apakah kita sudah memikirkan tentang penciptaan segala sesuatu yang berhubungan dengan angka tu7uh? (hari, warna, suara, lapis langit dan lapis bumi, surat Al-Fatihah, orang thawaf dalam haji, dan lain sebagainya). Apakah kita sudah memikirkan tentang perbuatan baik dan buruk yang dibalas secara seimbang?
?
Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah kita sudah memikirkan ciptaan Allah (tafakur) tentang penciptaan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya, termasuk terhadap diri kita sendiri?
?
Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah kita sudah mengingat Allah (dzikrullah) pada pagi dan petang? Pada malam dan siang? Pada setiap hembusan nafas kita, pada salat kita, pada semua ibadah kita, pada hidup kita, pada mati kita sehingga kita bisa berucap, ?Tiada daya dan upaya melainkan hanya pertolongan Allah semata?.
?
Coba lihatlah, adakah segala sesuatu yang Allah ciptakan tidak seimbang? Coba lihat sekali lagi, adakah penciptaan-Nya yang tidak seimbang? Mari kita sama-sama belajar tentang Hukum-hukum Keseimbangan (Sunnatullah) di sekitar kita.
?
Sunnatullah adalah aturan main atau yang dikenal sebagai hukum-hukum yang bekerja di seluruh alam semesta, termasuk bekerja pada makhluk hidup dan makhluk mati dan apa yang ada pada diri kita sendiri.
?
Sebagai suatu sunnatullah/hukum-hukum-Nya, ia bekerja secara tetap atau tidak berubah atas sunnatullah tersebut, sejak diciptakan alam semesta ini dari ?Ledakan Dahsyat? (Big Bang) sampai nanti hari akhirat, pada saat segala sesuatunya dihancurkan kembali oleh Allah.
?
QS. Al-Fath (48): 23
Sebagai suatu SUNNATULLAH yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan PERUBAHAN bagi sunnatullah itu.
?
Sebagai contoh adalah gaya gravitasi. Setiap benda yang kita lemparkan ke atas pasti akan kembali jatuh ke Bumi. Bisa Anda lihat, coba dan buktikan. Apakah benar semua benda yang lebih kecil dari Bumi yang dilemparkan ke atas, Bumi akan menarik benda kecil tersebut kembali ke Bumi??
?
Demikianlah Allah menciptakan gaya gravitasi tersebut, sehingga benda yang lebih kecil yang berada di dekat Bumi akan ditarik kembali oleh Bumi atau sering disebut sebagai ?jatuh? ke Bumi.
?
Demikian juga dengan yang namanya perkawinan antara laki-laki dan perempuan, pasti akan menghasilkan anak. Apakah anaknya itu laki-laki atau perempuan, kita juga mengetahui adanya sunnatullah tentang teori kromosom. Ibu membawa kromosom jenis kelamin XX dan Ayah membawa kromosom jenis kelamin XY.?
?
Jika hasil pertemuan spermatozoa dan sel telur menghasilkan kromosom XX maka akan terlahir anak dengan jenis kelamin perempuan. Dan jika hasil pertemuan spermatozoa dan sel telur menghasilkan kromosom XY maka akan terlahir anak dengan jenis kelamin laki-laki.
?
Contoh lainnya adalah yang terjadi dengan perbuatan baik dan jahat. Mengapa orang yang berpikiran dan berbuat jahat akan memperoleh balasan yang jahat pula? Sedangkan orang yang berpikiran dan berbuat baik akan memperoleh balasan yang baik juga??
?
Ya, begitulah cara kerja sunnatullah atau hukum-hukum Allah. Ada gelombang alam semesta yang menyebabkan semua itu terjadi mengikuti sunatullah dari hukum sebab-akibat.
?
Sekarang coba perhatikan, contoh dalam angka dari hukum keseimbangan berikut ini:
?
Jika di kiri timbangan ada 1 kilogram dan di kanan timbangan ada 1 kilogram, maka itu dinamakan timbangan yang berada pada hukum keseimbangan dan tidak berat sebelah.
Dirumuskan sebagai berikut:
? ?
? ? ? 1 ?= ?1 ?atau ? 1 ?- ?1 = ?0
?
Ya, angka nol (0) adalah angka keseimbangan. Angka nol itulah kita manusia sebagai makhluk yang nol (0). Angka dari perbuatan kita yang melakukan perbuatan baik atau buruk, yang akan dibalas sesuai perbuatan baik/buruknya itu, sehingga akan kembali ke angka keseimbangan.
? ?
Selain itu angka nol adalah angka yang diam dan siap menjadi potensi. Jika angka satu yang di sebelah kanan diibaratkan satu perbuatan baik, maka yang terjadi:
?
? ? ?0 ?-> ?1
?
Untuk kembali ke angka keseimbangan (0) maka dibutuhkan angka kebalikannya yang nilainya sama dengan perbuatan baiknya:
?
? ? 1 ?- ?1 ?= ?0
?
Demikian juga bila kita melakukan kejahatan, maka:
?
? ? 0 ?-> ?-1
?
Untuk kembali ke angka keseimbangan (0) maka dibutuhkan angka kebalikannya yang nilainya sama dengan perbuatan buruknya.
?
? ?-1 ?+ ?1 ?= 0
?
Sunnatullah adalah hukum-hukum yang bekerja di seluruh alam yang keberadaannya selalu pasti dan tidak berubah sejak diciptakan, sampai sekarang saat anda membaca tulisan ini dan sampai nanti di hancurkan Allah pada peristiwa hari kiamat.
?
Ini menjamin kepastian segala peristiwa yang terjadi di alam semesta ini, sehingga manusia bisa merancang masa depannya. Bisa melakukan hitungan-hitungan matematis dan bisnis secara tepat dan pasti. Bisa mendesain rumah yang kita inginkan. Bisa merencanakan karir yang bagus yang kita impikan. Bisa merencanakan untuk segera menikah dan membina rumah tangga.?
?
Bisa merencanakan masa depan apa saja yang kita inginkan, termasuk bisa memilih dan merencanakan apakah mau masuk surga ataukah neraka akibat dari perbuatan baik atau buruk.
?
Ya, hidup penuh pilihan. Yang dipilih-pun hukumnya tetap dan tidak akan berubah-ubah. Jika hukumnya berubah-ubah atau tidak tetap seperti hukum buatan manusia, maka manusia akan kesulitan dan kebingunan sendiri karena segala sesuatu serba tidak pasti.
?
Hukum-hukum Allah berlangsung tetap sejak jaman dulu sejak diciptakan, tidak pernah berubah hingga waktu terhenti, meskipun jamannya terus berubah. Walaupun ilmu pengetahuan, kebudayaan dan peradaban serta tehnologi terus berubah, sunnatullah Allah tetap dan tidak akan pernah berubah sedikit pun.
?
Allah berkehendak memberikan kepastian kepada manusia, agar kelak di akhirat manusia bisa mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya dan tidak bisa protes lagi kepada-Nya.
?
Untuk itulah Allah menciptakan hukum-hukumnya yang terjadi di seluruh alam secara berimbang, atas segala peristiwa dari dahulu, sekarang, dan kelak yang akan datang. Termasuk pada diri kita sendiri, apakah ingin melakukan perbuatan baik yang diganjar dengan pahala yang berlipat yang menandakan Allah bersifat Maha Pemberi, ataukah perbuatan buruk yang dibalas secara seimbang yang menandakan Allah bersifat Maha Adil.
?
Kita tinggal memilih saja. Hidup hanya berisi pilihan. Pilihlah yang terbaik buat hidup kita. Semua hukum-hukum (sunnatullah) sudah tetap dan tidak akan pernah berubah serta penuh keseimbangan.
?
Semua manusia yang hidup, menetap dan mati di dunia ini hanya ditulari sifat berkehendak pada dirinya oleh Allah Yang Maha Berkehendak. Kehendak inilah yang tidak ada pada makhluk lain, seperti tumbuh-tumbuhan, hewan-hewan, bumi, bulan, matahari, bintang-bintang maupun langit serta benda-benda mati.
?
Hanya manusia-lah yang diserahkan untuk memegang amanah menjadi khalifah di muka bumi ini. Langit, bumi dan gunung-gunung pun tidak mau memegang amanah ini.
?
QS. Al-Ahzab (33): 72
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.
?
Kitalah manusia itu, makhluk yang di amanahi Allah untuk menjaga keseimbangan alam untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi, menumpahkan darah di bumi, menegakkan keadilan dengan seadil-adilnya dan tidak menerobos aturan/sunnatullah yang berlaku.
?
Dan selalu membawa tiga hal berikut: Kebenaran-Kebaikan-Kemanfaatan, agar Keseimbangan tetap ada di langit dan di bumi, serta apa yang ada diantara keduanya, termasuk yang ada dalam diri kita sebagai makhluk yang kosong, yaitu makhluk yang penuh dengan ?keseimbangan?.
?
?
Semoga bermanfaat....wallahu a'lam bishahwab
?
Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto
Penulis | Komposer | Pencipta Lagu | Praktisi Perbankan
?
Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia
30 Maret 2015

  • view 333

  • Hendro Noor Herbanto
    Hendro Noor Herbanto
    1 tahun yang lalu.
    Syukron mas Fahd Pahdepie buat jempolnya...sama2 belajar dan saya suka sekali dengan wadah para seniman di Inspirasi.co ini sehingga kita bisa mencatatkan karya kita hingga ke anak cucu kita. Sukses buat Inspirasi.co