Bukan Manusia Biasa

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 24 Februari 2016
Bukan Manusia Biasa

?

Bukan Manusia Biasa
Oleh: Hendro Noor Herbanto
?
Milyaran manusia hidup di bumi yang sama. Mendapatkan sinar matahari yang sama. Malam harinya ditemani oleh sang rembulan dan bintang-bintang yang sama. Sang waktu-pun bergerak dalam 24 jam yang sama. Udara yang kita hirup-pun adalah oksigen yang sama.
?
Manusia-manusia itu salah satunya adalah saya, anda, mereka dan siapapun manusia yang menempati bumi ini. Ada yang di benua Amerika, Afrika, Eropa, Australia dan Asia yang salah satunya adalah bumi Indonesia. Semua itu adalah ras manusia yang menempati bumi yang selalu berotasi pada sumbunya dan berevolusi mengelilingi matahari.
?
Manusia dilahirkan dari pasangan ibu dan ayah atau hasil perkawinan sel sprema dan sel telur yang mempunyai modal dasar yang sama. Punya dua bola mata untuk melihat, punya dua telinga untuk mendengar, punya otak untuk berfikir, punya hati untuk merasa atau memilih, punya dua buah tangan untuk melakukan sesuatu dan punya dua buah kaki untuk berjalan.
?
Jadi dengan modal yang sama itulah seharusnya manusia bisa berkarya menjadi hidup yang lebih berarti dan bukan hanya menjadi manusia yang biasa saja yang hanya lahir ke dunia, dan melalui begitu saja hidup ini tanpa mewarnai hidup dengan beragam karya. Setelah itu mati tiada berguna dan bermanfaat bagi orang banyak dan seluruh alam.
?
Ada manusia yang hidupnya selalu menjadi pemain untuk mewarnai kehidupan ini, tetapi ada pula manusia yang hanya menjadi penonton dan hanya menikmati tontonan yang tiada guna sama sekali.
?
Ada manusia yang dalam hidupnya punya beragam karya, tetapi ada pula manusia yang hanya menikmati karya orang lain tersebut.
?
Ada manusia yang hidupnya rela berkorban sampai darah penghabisan untuk menjadi seorang pahlawan, tetapi ada manusia yang hidupnya takut berjuang dan hanya menjadi seorang pecundang serta merugikan orang lain.
?
Ada manusia yang hidupnya selalu menentang ombak dan menerjang badai, tetapi ada manusia yang hidupnya hanya menjadi air yang mengalir, pasrah tanpa usaha sama sekali.
?
Ada manusia yang ketika ia meninggal disambut semua orang dengan rasa kehilangan karena semasa hidupnya banyak melakukan kebenaran, kebaikan dan kemanfaatan. Tetapi ada manusia yang ketika meninggalkan dunia ini semua orang bersyukur dan senang dengan kepergiannya karena semasa hidupnya ia banyak melakukan perbuatan yang salah, buruk dan mudharat.
?
Ada manusia yang ketika hidupnya menggunakan waktu dengan berbagai aktifitas yang luar biasa bermanfaat, tetapi ada manusia yang semasa hidupnya selalu membuang waktu dengan aktifitas yang tidak bermanfaat dan penuh dengan perbuatan dosa.
?
Jadi kita mau memilih pilihan yang mana? Apakah kita termasuk manusia yang biasa-biasa saja, sama seperti manusia yang lainnya dalam menjalani kehidupan ini tanpa arti dan tanpa manfaat sama sekali? Ataukah kita termasuk manusia yang mau berbuat kebenaran, kebaikan yang penuh arti dan bermanfaat buat sesama dan alam sekitar. Menjadikan hidup lebih hidup.
?
Hidup itu akan terasa indah jika kita banyak memberi manfaat bagi kehidupan itu sendiri. Kata ?hidup? dalam bahasa Inggris diawali dengan huruf ?B? (Birth) yang artinya lahir dan diakhiri dengan huruf ?D? (Death) yang artinya mati. Diantara kedua huruf tersebut diapit oleh huruf ?C? (Choice) yang artinya pilihan.
?
Hidup itu penuh dengan pilihan. Apakah mau menjadi pahlawan atau pecundang, hanya diri kita sendirilah yang tahu dan bisa memilih yang terbaik serta menjalaninya dengan kerja keras dan pantang menyerah.
?
Janganlah hidup hanya sekedar numpang lewat di dunia ini. Banyak-banyaklah menebar manfaat seperti yang Rasulullah SAW teladankan dan katakan, ?Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang banyak.??
?
Ya, hidup adalah memilih, karena hanya manusia yang ditulari sifat berkehendak oleh Tuhan Yang Maha Berkehendak. Sifat ini tidak ada pada matahari, bulan, bintang-bintang, binatang, tumbuhan dan benda mati.
?
Kehidupan kita sekarang ini adalah hidup yang sementara saja, hanya berisi senda gurau dan permainan belaka. Hidup yang sebenarnya adalah hidup di akhirat nanti yang menghantarkannya ke dalam surga yang penuh kenikmatan akibat dari perbuatan yang baik di dunia dahulu dan bukan perbuatan yang buruk yang akan dibalas dengan azab yang pedih di neraka kelak.
?
Hidup yang hanya sekali, pilihlah hidup yang penuh arti, yang selalu mewarnai kehidupan ini dengan beragam karya, dengan banyak manfaat dan prestasi.
?
Janganlah menjadi manusia-manusia yang biasa saja apalagi menjadi manusia-manusia yang banyak merugikan orang lain dan alam sekitar.
?
Jadilah manusia-manusia yang luar biasa dan selalu berbuat benar, baik dan banyak menebar manfaat bagi sesama dan seluruh alam, yang nantinya akan berakhir bahagia disaat kita kembali menemui Tuhan dengan jiwa yang tenang serta hati yang puas dan ridha serta di ridhai oleh-Nya di dalam hidup yang sebenarnya, yaitu di dalam jannah-Nya.
?
?
Semoga bermanfaat?. Wallahu a?lam bishshawab
?
Salam hangat,
Hendro Noor Herbanto
Penulis | Komposer | Pencipta Lagu | Praktisi Perbankan
?
Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia
20 Februari 2015
?

?

?

  • view 165