Que Sera-Sera - Apapun Yang Terjadi Nanti

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 21 Februari 2016
Que Sera-Sera - Apapun Yang Terjadi Nanti

Que Sera Sera (Apapun Yang Terjadi Nanti)

Oleh: Hendro Noor Herbanto
?
Beberapa tahun yang lalu di salah satu channel TV Nasional, kita pernah disuguhkan iklan tentang anak-anak yang kurang beruntung sedang bernyanyi di saksikan oleh ibunya masing-masing.
?
Mereka menyanyikan lagu berikut:
?
~Que Sera Sera~
?
When I was just a little girl,?
I asked my mother, "What will I be?
Will I be pretty?
Will I be rich?"
Here's what she said to me:
"Que sera sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera sera,
What will be, will be".
?
When I was just a child in school,
I asked my teacher, "What will I try?
Should I paint pictures?
Should I sing song?"
This was her wise reply:?
"Que sera sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera sera,
What will be, will be".
?
When I grey up and fell in love,
I asked my sweetheart, "What lies ahead?
Will we have rainbows, day after day?"
Here's my sweetheart said:
"Que sera sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera sera,
What will be, will be".
?
Now I have children of my own.
They ask their mother, "What will I be?
Will I be handsome?
Will I be rich?"
I tell them tenderly:?
"Que sera sera,
Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera sera,
What will be, will be".
Que sera sera.?
?
Link Youtube:?
Video Que Sera Sera Subtitle Indonesia:
?http://youtu.be/E1G-uBLXrh8
-------
?
Lagu tersebut dipopulerkan pertama kali oleh Doris Day dan ditulis oleh Jay Livingston and Ray Evans ini bercerita tentang siklus kehidupan dari anak yang bertanya pada ibunya tentang masa depannya, sampai dengan ibunya punya anak dan bertanya kembali pada ibunya. Bahwa di dalam kehidupan ini masa depan bukan untuk di lihat saja, tetapi harus tetap dijalani dan diperjuangkan untuk meraihnya apapun yang terjadi nanti.
?
Kita sebenarnya tidak pernah tahu dari orangtua yang mana kita akan dilahirkan atau kita terlahir sebagai apa, apakah dari keluarga yang muslim atau non muslim, atau dari keluarga yang kaya atau miskin, atau dari keluarga yang ayah-ibu kita masih lengkap atau kita menjadi yatim/piatu, atau kita sendiri terlahir sebagai orang yang normal atau sebagai orang yang cacat. Ya kita tidak pernah tahu...
?
Kita juga tidak pernah tahu masa depan kita mau jadi apa? Apakah menjadi seorang yang kaya, berpendidikan tinggi, menjadi dokter, insinyur, pilot, guru, wiraswasta, punya perusahaan sendiri, atau karyawan yang berkerja di perusahaan, ibu rumah tangga dan lain sebagainya. Ya kita tidak pernah tahu...
?
Hidup kita sebenarnya sudah di takdirkan oleh Allah, kita tinggal menjalaninya saja. Allah memberikan dua takdir kepada kita dalam hidup ini, yaitu takdir Qadar dan Qadla.
?
Takdir Qadar adalah takdir yang diberikan Allah tanpa campur tangan manusia. Hanya Allah yang berkehendak kita terlahir sebagai apa? Apakah dari orang tua kita yang beragama Islam, Yahudi, Nasrani dan Majusi, atau dari orang tua kita yang Atheis. Atau kita terlahir di benua Afrika sana sehingga kita mempunyai rambut yang keriting dan kulit yang hitam legam. Atau terlahir dari orangtua kita yang sudah kaya atau masih miskin. Atau terlahir sebagai seorang yatim/piatu/dhuafa. Atau kita terlahir sebagai orang cacat fisiknya, menjadi seorang tunanetra/tunabicara/tunarungu...?
?
Ya, kita tidak akan pernah tahu, hanya kehendak Allah saja kita diberikan "takdir qadar" ini.
?
Takdir Qadla adalah takdir yang diberikan Allah atas seseorang yang disertai dengan usaha orang tersebut untuk merubah keadaan semula menjadi lebih baik lagi atau sebaliknya. Tadinya kita terlahir dari keluarga yang miskin dan sebagai seorang yatim piatu, akhirnya atas usahanya yang pantang menyerah, kita berhasil menyelesaikan pendidikan yang tinggi dan berhasil mendirikan perusahaan sendiri, kemudian menikah dan dikaruniai anak-anak yang sehat. Dari seorang yang miskin dan yatim piatu akhirnya kita mendapatkan takdir qadla sebagai seorang kaya dan takdir qadarnya kita menikah dan dikaruniai anak-anak keturunannya yang akhirnya anak-anaknya tersebut sudah tidak menjadi yatim piatu lagi.
?
Demikian juga jika kita terlahir dari keluarga yang kaya dan normal fisiknya, tetapi karena kita malas berusaha akhirnya berlaku takdir qadla sebagai orang miskin dan mungkin mendapat takdir qadar dari Allah mempunyai anak yang cacat.
?
Begitulah siklus kehidupan, semua masih bisa kita rubah atas usaha kita. Hidup itu adalah pilihan untuk mengusahakan mendapatkan takdir yang terbaik buat hidup kita dengan gabungan takdir qadar dan takdir qadla tersebut.
?
Hidup adalah berproses dan hasil yang diperoleh hanya kita tawakal kepada Allah. Hidup adalah seperti roda yang berjalan, kadang berada di atas dan kadang berada di bawah, asalkan roda kehidupan tetap berjalan dan rodanya tidak diam di tempat. Hidup adalah pilihan, pilihlah hidup yang selalu membawa: kebenaran, kebaikan, dan kemanfaatan.?
?
Masa depan bukan hanya milik kita saja, masa depan adalah milik semua orang. Allah tahu apa yang terbaik buat hidup kita, bukan yang menurut kita baik. Belum tentu yang menurut kita baik, baik menurut Allah. Begitu juga belum tentu yang menurut kita itu tidak baik, tetapi menurut Allah itu baik. Allah sebagaimana prasangka hamba-Ku terhadap-Ku.
?
Jalani saja kehidupan ini dengan penuh semangat. Setiap orang pasti akan mendapatkan ujian dan cobaan dari Allah sesuai tingkatan/kadar-nya masing-masing. Hadapi saja semua ujian dan cobaan dengan senyuman.?
?
Kalau kita masih bisa melihat dengan mata hati kita, ternyata masih banyak saudara-saudara kita yang tidak seberuntung kita. Ada yang terlahir cacat, ada yang terlahir sebagai kaum dhuafa, ada yang terlahir sebagai yatim atau piatu, ada pula yang terlahir dari orang tua yang belum berserah diri, atau dari orang tua yang menyembah berhala seperti nabi kita Ibrahim as yang ayahnya seorang pembuat patung dan menyembah berhala.
?
Seharusnya kita banyak-banyak bersyukur karena Allah masih memberikan takdir kita sebagai orang kaya, terlahir dari orangtua yang sudah berserah diri, tidak dilahirkan sebagai orang cacat, dan tidak dilahirkan sebagai yatim/piatu.
?
Sadarkah kita? Kita masih beruntung dari mereka. Sudahkah kita membantu mereka dengan harta-tenaga-waktu kita, menyenangkan hati mereka, dan memotivasi mereka bahwa masa depan adalah buat kita semua, bahwa masa depan bukan untuk dilihat, tetapi masa depan adalah untuk dihadapi dengan kerja keras, pantang menyerah dan tak kenal putus asa.?
?
Dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, dan sesungguhnya dibalik kesulitan pasti ada kemudahan. Allah yang memberi masalah dengan ujian dan cobaan, pasti Allah jua yang memberi solusi jalan keluar. ?
?
Dibalik kekurangan seseorang, pasti ada kelebihannya pula. Karena tujuan kita hidup di dunia adalah untuk saling berbagi rasa, cinta dan cita, menuju kasih dan sayang Sang Maha Pemberi. Dialah Allah Sang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
?
?
Semoga bermanfaat....wallahu a'lam bishahwab
?
Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto
Penulis | Komposer | Pencipta Lagu | Praktisi Perbankan
?
Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia
22 Maret 201

  • view 220