Kehilangan Akal

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 18 Februari 2016
Kehilangan Akal

Kehilangan Akal

Oleh: Hendro Noor Herbanto
?
Al kisah diceritakan pada zaman dahulu kala ada dua malaikat yang turun ke bumi atas izin Allah dengan wujud sebagai manusia.?
?
Kedua malaikat tersebut berkata kepada Allah bahwa selama ini yang ditugaskan sebagai pengajak ke jalan yang lurus hanyalah manusia-manusia yang saleh. "Seandainya kami berdua diberikan 'hawa nafsu', pastilah kami-pun bisa mengajak semua manusia menjadi orang-orang yang mendapat petunjuk."
?
Akhirnya, Allah pun mengizinkan kedua malaikat itu untuk turun ke bumi membawa risalah Allah untuk menjadi orang-orang yang saleh yang mengajak manusia kepada jalan yang lurus. Mereka berdua diberi bekal berupa "hawa nafsu".
?
Selang beberapa lama setelah turun dan berjalan di bumi, kedua malaikat tersebut sampai di suatu kota. Di kota tersebut malaikat bertemu seorang wanita yang sangat cantik jelita. Karena kedua malaikat ini sudah menjadi manusia dan mempunyai "hawa nafsu", akhirnya keduanya bernafsu kepada wanita tersebut untuk mengajaknya berbuat zina.
?
Wanita tersebut sebelumnya menolak ajakan berbuat zina karena ia sudah mempunyai seorang bayi, tetapi akhirnya ia menawarkan kepada keduanya untuk memilih 1 dari 3 perkara berikut:
  • Menyekutukan Allah dengan menyembah berhala.
  • Membunuh anaknya yang masih bayi.
  • Meminum khamr (sejenis arak/minuman yang memabukan)
?
Keduanya kemudian berdiskusi untuk menentukan pilihan mana yang akan diambil.?
?
Jika keduanya menyembah berhala, maka itu adalah perbuatan kufur. Jika membunuh bayi, maka itu adalah perbuatan dosa yang besar. Sedangkan jika meminum khamr, maka itu adalah perbuatan dosa yang kecil pikir mereka.
?
Akhirnya mereka-pun memilih untuk meminum khamr. Namun, setelah meminumnya mereka menjadi mabuk. Setelah mabuk dan kehilangan akal sehatnya, akhirnya mereka membunuh bayinya, kemudian menyembah berhala, lalu mereka berdua melakukan perbuatan keji yaitu bebuat zina kepada wanita tersebut.?
?
QS. Al-Furqaan (25): 68
"Dan orang-orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sembahan dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat."
?
Akhirnya kedua malaikat tersebut di laknat dan dihukum dengan hukuman yang berat oleh Allah akibat perbuatan kejinya. Mereka memilih pilihan yang buruk diantara pilihan yang terburuk. Mereka lupa akan amanah tugasnya untuk mengajak manusia kembali ke jalan yang lurus, malahan mereka berdua terjerumus kepada perbuatan keji, yang hanya mengikuti "hawa nafsu"-nya saja.
?
Mereka berdua telah berubah menjadi manusia yang mempunyai kehendak untuk memilih. Manusia adalah makhluk yang hanya ditulari sifat berkehendak oleh Allah Yang Maha Berkehendak.
?
Begitulah sifat setaniah akibat menuruti hawa nafsunya saja. Semua perbuatan buruknya tersebut dilakukan karena "kehilangan akal" akibat meminum khamr/minuman keras yang memabukkan.?
?
Padahal jelas Allah sudah menurunkan petunjuknya dalam Al-Qur'an:
?
QS. Al-Israa' (17): 32
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."
?
Mendekatinya saja tidak diperbolehkan, apalagi melakukannya. Ya, begitulah akibatnya jika kita "kehilangan akal". Kita malah mendekati zina dan bahkan melakukan perbuatan zina yang keji.?
?
Perbuatan yang keji ini-pun layaknya seperti perbuatan binatang yang hanya menuruti hawa nafsu-nya saja tanpa menggunakan akal, dimana Allah sudah memerintahkan kita agar beriman untuk menggunakan akal sehat. Bahkan Allah akan mengazab dengan siksanya jika kita tidak menggunakan potensi akal untuk dapat memahami semua ciptaan Allah yang ada di langit dan di bumi atau apa yang ada diantara keduanya sehingga kita meyakini dengan beriman dan beramal saleh, serta memahami maksud dan tujuan yang menjadikan manusia sebagai makhluk yang terbaik yang menjadi khalifah di bumi dan menjadikannya sebagai orang yang "rahmatan lil 'alamien", dan bukan sebagai makhluk yang berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di muka bumi ini.
?
Menunaikan shalat adalah proses berimannya seseorang untuk menyembah Tuhan yang diyakininya sebagai satu-satunya Tuhan Yang Menciptakan alam semesta termasuk yang menciptakan makhluk bernama manusia.?
?
Proses tersebut harus menggunakan akal, yaitu mengerti akan apa yang sedang dibacanya di dalam shalat, sehingga menjadi seorang yang paham dan berserah diri serta tersungkur di dalam sujud yang membasahinya dengan air mata.?
?
Bagi orang-orang yang beriman, malaksanakan shalat-pun jangan dalam keadaan mabuk sehingga tidak mengerti apa yang sedang dibacanya, jika sedang tidak bisa menggunakan akalnya apalagi sedang mabuk, diharamkan untuk melakukannya. Shalat itu adalah ibadah yang harus dijalankan dengan sabar bagi orang-orang yang beriman.
?
QS. Al-Baqarah (2): 153?
"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat menjadi penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
?
Janganlah kita semua mendekati zina, apalagi melakukannya. Sebelum terlambat mohon ampunan hanya kepada Allah. Karena hanya kepada-Nya semua akan dikembalikan.?
?
Narkoba, minuman keras, judi, berzina dan segala sesuatu hal yang bisa dikatakan perbuatan dosa dan memabukkan adalah hal yang harus dihindari, jangan didekati apalagi dilakukan. Sebelum terlambat dan menjadi orang-orang yang lalai, mari kita sama-sama saling nasihat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.
?
Otak dimana fungsi akal bekerja, dan berada di dalam kepala kita adalah ciptaan Allah Yang Maha Besar. Otak kita biarpun kecil dapat kita gunakan untuk berfikir atas ciptaan-Nya dan bisa menghasilkan karya-karya yang besar. Gunakanlah pemberian Allah ini dengan menghasilkan karya yang bermanfaat buat seluruh alam, jangan menggunakan akal untuk menuruti hawa nafsu jahat buat kepentingan dirinya sendiri dan mengakibatkan kehancuran buat diri sendiri, keluarga, orang lain, seluruh manusia di muka bumi dan alam semesta.
?
Sebenarnya kita ini membutuhkan akal untuk berpikir atau tidak? Padahal Allah sudah memberikan akal untuk kita bisa berfikir tentang ciptaan Allah (tafakur) yang ada di langit dan di bumi dan apa yang ada diantara keduanya termasuk apa yang ada pada diri manusia itu sendiri.
?
Apakah benar kita butuh hati atau tidak? Dimana hati itu berguna untuk memahami ayat-ayat Allah yang terhampar dalam Al-Qur'an dan sunatullah-Nya??
?
Apakah benar kita butuh mata atau tidak? Dimana dengan mata tersebut kita bisa melihat tanda-tanda kekuasaan Allah??
?
Apakah benar kita butuh telinga atau tidak? Dimana dengan telinga itu kita bisa mendengar ayat-ayat Allah?
?
Jika kita tidak butuh akal, hati, mata dan telinga untuk berfikir, memahami, melihat dan mendengar semua tanda-tanda kebesaran dari-Nya, apakah sebaiknya Allah tidak memberikan (cabut) semua alat penerima sinyal petunjuk-Nya tersebut di atas, lalu kita dirubah bentuknya layaknya seperti binatang ternak dan bahkan lebih rendah dari itu, atau mungkin kita dijadikan Allah sebagai orang gila yang tidak diwajibkan apapun dalam hidupnya.
?
Ternyata kita semua manusia yang hidup di dunia ini diberikan fungsi akal, hati, telinga dan mata dimanapun manusia berada atau terlahir dari orang tua yang Muslim maupun Non-Muslim, semuanya sama-sama diberikan tanpa terkecuali, termasuk dari golongan jin.
?
Agar nanti kelak di akhirat tidak ada satupun yang bisa mengelak dan protes jika dimasukkan ke dalam neraka Jahanam akibat tidak memaksimalkan pemberian Allah tersebut (akal, hati, mata, telinga) guna memahami ciptaan Allah yang terhampar di alam semesta ini yang akhirnya bisa menjadikannya sebagai orang-orang yang yakin bahwa tidak ada yang sia-sia atas ciptaan Allah dan menjadi orang yang beriman, bertakwa dan berserah diri. Aamiin.?
?
Maka benarlah firman Allah SWT:
?
QS. Al-A'raaf (7): 179
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak digunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."
?
?
Semoga bermanfaat....wallahu a'lam bishahwab
?
Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto | www.hendronoorherbanto.com
Penulis | Komposer | Pencipta Lagu | Praktisi Perbankan
?
Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia
25 September 2015

  • view 195