Piramida Al-Fatihah

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Agama
dipublikasikan 15 Februari 2016
Piramida Al-Fatihah

Piramida Al-Fatihah

Oleh: Hendro Noor Herbanto
?
Al-Qur?an diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibril merupakan suatu pedoman hidup dan petunjuk jalan yang lurus, pembeda antara yang benar (haq) dan yang salah (batil), pengobat dari berbagai penyakit fisik dan penyakit hati serta pembawa kabar gembira bagi orang-orang yang beriman dan pemberi peringatan bagi orang-orang yang belum beriman.
?
Surat Al-Fatihah adalah surat pertama dari 114 surat yang ada di dalam Al-Qur?an. Surat ini adalah surat yang paling istimewa. Setidaknya orang yang mendirikan shalat mengulangnya sebanyak 17 kali dalam sehari-semalam. Pelaksana shalat yang arif menjadikannya objective statement, yang merupakan tujuan hidup kita.
?
Di dalam surat ini terangkum saripati pesan-pesan Al-Qur?an, secara tersurat maupun tersirat dari pesan-pesan tauhid, janji dan ancaman, ibadah, jalan kebahagiaan dan cara menggapainya di dunia maupun di akhirat nanti, dan kisah dari generasi-generasi terdahulu.
?
Di dalamnya terdapat pengertian dan petunjuk siapa yang berhak disembah, yakni Allah Tuhan semesta alam dan Dia mempunyai nama-nama lainnya yang indah yaitu ar-Rahman dan ar-Rahim (Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang).
?
QS. Al-Fatihah (1): 1-7
"Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (1). Segala Puji bagi Allah, Tuhan semesta alam (2). Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang (3). Yang menguasai (Raja) hari Pembalasan (4). Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan (5). Tunjukilah kami jalan yang lurus (6). (Yaitu) jalan bagi orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat (7)."
?
Coba perhatikan gambar di atas.
?
Pada gambar piramida tersebut terlihat bahwa ayat ke 1, 2 dan 3 menuju ke atas atau ke ayat ke 4, dan ayat ke 5, 6 dan 7 menuju ke bawah atau meninggalkan ayat 4. Siklus (perputaran) piramida tersebut dari kanan (ayat 1) menuju ke atas (ayat 4) lalu turun ke bawah (ayat 7) kemudian menuju ke ayat 1 kembali.
?
Masya Allah, Surat Al-Fatihah sendiri ternyata berputar (thawaf) berlawanan arah jarum jam dari habblumminallah (hubungan vertical dengan Allah) ke habblumminannas (hubungan horizontal sesama manusia). Siklus (perputaran) ini terus berulang dan berulang di dalam salat maupun di luar salat, karena hanya kita makhluk yang bernama manusia yang diberikan surat Al-Fatihah ini.
?
Ya, surat Al-Fatihah sendiri di dalam Al-Qur'an disebut sebagai tu7uh ayat-ayat yang berulang.
?
QS. Al-Hijr (15): 87
"Dan sungguh, Kami telah memberikan kepadamu tu7uh (ayat) yang (dibaca) berulang-ulang dan Al-Qur'an yang agung."
?
Pada ayat-ayat 1, 2 dan 3 yang arah panahnya menuju ke puncak atau ke ayat 4, pada dasarnya merupakan simbolik dari doa yang kita panjatkan hanya ke Penguasa alam semesta ini, yaitu Allah, Raja Hari Pembalasan.
?
Dimulai dengan Bismillahirrahmaanirrahiem, kita melakukan sesuatu dengan kalimat tersebut. Jika kita berdoa tangan kita pun menengadah ke atas, memohon petunjuk, memohon ampunan dan memohon agar selalu diberikan jalan yang lurus dan jalan yang Dia Ridhai.
?
Hasil dari usaha kita pun kita pasrahkan hanya kepada Allah sembari mengucapkan Alhamdulillahirrabil'alamin, yang berarti segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Ayat kedua surat Al-Fatihah ini ibaratnya adalah tangga kedua dan semakin mendekati ayat ke empat.
?
Dengan kasih sayang Allah, kita semakin mendekati Sang Raja Hari Pembalasan, ibarat jembatan menuju ke puncak, ayat ketiga ini pun menjadi tangga yang paling dekat dengan nama Allah itu sendiri, karena ar-Rahman dan ar-Rahim pun merupakan nama lain dari Allah dan terdapat pada asmaul husna setelah nama Allah.
?
Ya, ayat-ayat 1, 2 dan 3 dalam surat Al-Fatihah ini, semuanya adalah ayat-ayat tentang Allah (bersimbolik dengan angka 1).
?
Ayat keempat (4) yang artinya ?Yang Memiliki (Rajanya) Hari Pembalasan? itu sendiri berada paling atas atau di ?puncak paramida?. Selain berada di puncak kekuasaan ibarat Sang Raja/Penguasa, Dia pun berada di tengah-tengah, yaitu di kanan ada tiga ayat dan di kiri pun ada tiga ayat, yang artinya Allah itu Maha Adil. Ibaratnya Allah itu bertindak sebagai ?Timbangan?, di sisi kiri ada tiga kilogram, dan di sisi kanan timbangan pun ada tiga kilogram. Maha Tinggi dan Maha Adil pun merupakan asmaul husna.
?
? ? ? ? ? ? ? 4
? ? ? ?123 | 567
?
Demikian pula ayat-ayat 5, 6 dan 7 yang arah panahnya menuju ke bawah, yang artinya Allah mengabulkan doa-doa dan menuntun manusia untuk senantiasa berada di jalan yang lurus. Manusia seringkali banyak melakukan kesalahan, kekhilafan dan dosa. Untuk itu manusia sebagai makhluk yang tidak kuasa menyadari ke tidak mampuannya tersebut dan hanya kepada Allah jualah manusia menyembah dan hanya kepada Allah, manusia memohon pertolongan-Nya.
?
Ayat kelima ini, sebelum turun ke ayat ke enam yaitu ihdinashirathalmustaqiem (tunjukilah kami jalan yang lurus), adalah ayat yang menjembatani antara Allah dengan hambanya. Manusia sebelum meminta pertolongan Allah, diharuskan hanya menyembah Sang Pemilik Hari Pembalasan, yaitu Allah SWT.
?
Pada ayat ke enam adalah ayat yang bercerita tentang hidup di dunia yang penuh dengan ujian dan cobaan. Manusia sering kali melakukan kesalahan, kebodohan, dosa dan tidak berada di garis edarnya, untuk itu Allah menurunkan pedoman dan petunjuk berupa Al-Qur'an dan sunatullah (hukum-hukum Allah) yang terhampar di langit dan di bumi dan apa yang ada di antara keduanya serta yang ada pada diri manusia itu sendiri bahwa tidak ada yang sia-sia atas ciptaan-Nya dan diharapkan semua manusia bisa mengambil pelajaran secara simultan dengan menggabungkan akal sehat dan hati yang bersih dalam berproses di kehidupan dunia ini, sesuai petunjuk dari-Nya, yaitu berada di jalan yang lurus yang Allah ridhai.
?
Pada ayat ke tu7uh adalah penjelasan bagaimana ?jalan yang lurus? itu? Yaitu jalan yang telah Allah beri nikmat kepada kita dan bukan jalan yang dimurkai oleh-Nya dan bukan pula jalan yang sesat.
?
Dari ayat ke empat yg berada di puncak, arahnya turun ke bawah (arah panahnya membumi).
?
Ya, ayat-ayat 5, 6 dan 7 dalam surat Al-Fatihah ini, semuanya adalah ayat-ayat tentang manusia yang kosong, makhluk yang tidak kuasa atas dirinya sendiri melainkan hanya pertolongan Allah semata (bersimbolik dengan angka 0).
?
Marilah kita senantiasa berdoa, berusaha dan selalu mengamalkan surat Al-Fatihah ini, karena setidaknya kita selalu di ingatkan oleh Allah sebanyak 17 kali dalam sehari-semalam agar selalu diberikan kasih sayang Allah dan ditunjukkan kepada hidayah jalan yang lurus serta mempraktekkan surat Al-Fatihah ini di dalam kehidupan kita sehari-hari, karena kita adalah makhluk yang sering kali lupa, sering kali tidak berada di garis edar-Nya, juga sebagai makhluk yang tidak mempunyai daya dan upaya melainkan hanya pertolongan dari-Nya.
?
Kita semua adalah manusia sebagai makhluk yang kosong (0) dan berada di posisi horizontal, karena hanya Allah (Sang Raja Hari Pembalasan) yang selalu berada di atas dan di posisi vertikal yaitu di ?Puncak Piramida?.
?
Hanya Allah-lah Tuhan Yang Maha Esa (1), Tuhan-nya seluruh alam semesta.
?
Bukankah angka Satu (1) jika dibagi angka nol (0) menghasilkan bilangan nol (0~) yang tak terhingga banyaknya?
?
? ? ? ?1
? ? ? ---- ?= 000000000000 ~...dst?
? ? ? ?0
?
Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab
?

- See more at: http://hendronoorherbanto.com/piramida-al-fatihah-detail-12772.html#sthash.nUvsqCN7.dpuf

  • view 187