Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Motivasi 9 Desember 2017   05:41 WIB
Hidup Adalah Perubahan

Hidup Adalah Perubahan
Oleh: Hendro Noor Herbanto
 
-----------------------------
Tulisan ini sebagai renungan dan introspeksi diri sendiri untuk berani keluar dari zona nyaman dan berhijrah ke arah yang lebih baik lagi. Mudah-mudahan Allah meridhoi ikhtiar saya. Aamiin.
-----------------------------
 
Setiap manusia pasti mengalami berbagai macam perubahan dalam hidupnya. Sejak dilahirkan sebagai seorang bayi, lalu mengalami masa kanak-kanak, kemudian masa remaja, lalu menjadi dewasa, kemudian menjadi orang tua, lalu menjadi kakek atau nenek, dan kemudian mati meninggalkan dunia ini.
 
Semua proses itu dinamakan proses perubahan atau siklus kehidupan manusia dari tidak ada (mati) menjadi ada (hidup) dan kemudian tidak ada lagi (mati) yang akhirnya akan ada lagi (hidup) di akhirat kelak, sebelum kita semua kembali kepada Sang Pencipta yaitu Tuhan seluruh alam.
 
QS. Al-Baqarah (2): 28
“Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”
 
Kehidupan kita di bumi ini juga mengalami berbagai perubahan dalam beberapa Masa atau Zaman atau sering disebut dengan Era.
 
1. Era Pertanian
 
Era Pertanian adalah Era dimana pada saat itu masyarakatnya dapat dikelompokan ke dalam perbedaan status mereka di masyarakat. Antara masyarakat yang kaya dan miskin dapat terlihat dengan jelas perbedaannya. Masyarakat yang kaya akan mendapatkan berbagai kemudahan hidup daripada masyarakat yang berada di dalam status yang miskin.
 
2. Era Industri
 
Era Pertanian berganti dengan Era Industri, dimana pada masa tersebut perekonomian mulai berkembang di dunia industri. Era ini ditandai dengan perubahan di dalam masyarakat yang sudah bisa mengenyam pendidikan yang tinggi.
 
Pada Era Industri ini tidak lagi dibedakan dengan latar belakang masyarakatnya, apakah berada dalam status kaya ataupun status miskin, melainkan dilihat dari tingkat pendidikan. Siapapun yang memiliki pendidikan yang tinggi - terlepas dia miskin atau kaya, dia akan dapat menempati jabatan yang tinggi di industri/perusahaan sesuai dengan kemampuannya.
 
3. Era Informasi
 
Era berikutnya adalah Era Informasi. Momentum Era ini ditandai dengan runtuhnya Tembok Berlin sebagai kekuasaan komunis di Jerman Timur pada tahun 1989, dimana masyarakatnya dengan gencar mencari berbagai informasi dan selalu bergerak ke arah perubahan, yaitu dengan “mengonsumsi” berbagai informasi tanpa adanya kekangan dari pemerintah.
 
Pada Era Informasi inilah yang menjadikan salah satu penentu bagi setiap orang untuk dapat melakukan perubahan besar dalam hidupnya untuk menjadi lebih berhasil, lebih sukses lagi dan bebas dari kondisi sebelumnya.
 
Mengapa demikian? Karena orang tersebut mampu memanfaatkan informasi teknologi yang semakin berkembang di sekitarmya.
 
Contohnya sudah banyak dibuktikan, lihat saja Mark Zuckerberg dengan Facebook-nya, Bill Gates dengan Microsoft-nya, Jack Dorsey dengan Twitter-nya dan Steve Jobs dengan Apple-nya. Orang-orang inilah yang bisa meraih mimpi-mimpinya dan berhasil sukses lebih cepat dengan kemampuan mereka untuk memanfaatkan informasi dan teknologi yang berkembang demikian pesat.
 
Dari ketiga Era tadi, ada perbedaan yang sangat mencolok yang bisa kita amati, yaitu penggunaan dari otak kanan dan otak kiri.
 
Pada Era Industri penggunaan otak kiri sangat dominan, akibatnya orang akan selalu berada di zona yang cenderung aman dan nyaman, penuh dengan kepastian dan dukungan fakta yang kuat.
 
Berbeda dengan Era Industri, pada Era Informasi penggunaan otak kanan lebih dominan. Para penemu sosial media dan teknologi berbasis aplikasi tersebut sangat dipengaruhi oleh daya imajinasi mereka yang tinggi dan mencerminkan penggunaan otak kanan yang kuat.
 
Era Informasi yang belum berjalan terlalu lama, sudah muncul kembali Era baru yang dinamakan Era Ide Konseptual. Dimana setiap orang yang mempunyai ide atau konsep dan dapat mengkomunikasikan ide atau konsepnya tersebut, maka dia berhak untuk berhasil. Pada Era ini dapat kita lihat dan dicontohkan oleh putra bangsa Indonesia sendiri yaitu founder ojek online Nadiem Makarim dengan aplikasi Go-jek nya yang sangat fenomenal.
 
Demikianlah hidup di dunia yang terus berubah sesuai dengan era-nya masing-masing. Apakah kita mau melakukan perubahan mengikuti Era yang terus berkembang atau kita akan tetap memilih berada di zona yang nyaman yang nantinya kita akan tergilas oleh zaman yang terus berlalu dengan cepat.
 
Jika tetap berada di zona yang nyaman dan tidak melakukan perubahan ketika yang lainnya berubah mengikuti perubahan zaman, maka dapat kita lihat contohnya yang terjadi pada perusahaan telekomunikasi Nokia.
 
Di saat banyak pesaingnya yang menggunakan Android pada gadget dan alat telekomunikasinya sebagai basis Operating System (O/S)-nya yang serba gratis untuk mengunduh berbagai aplikasi, Nokia tetap berada di zonanya sendiri untuk tetap memakai O/S-nya sendiri. Bahkan ketika Nokia resmi mengundurkan diri dari dunia telekomunikasi yang telah membesarkan namanya dan menyetujui akuisisi Nokia oleh Microsoft, pidato terakhir yang disampaikan oleh CEO Nokia yaitu Jorma Ollila begitu mengharukan dan penuh dengan tanda tanya kenapa Nokia bisa kalah bersaing di bisnis ini.
 
Berikut petikan pidatonya, “Nokia tidak pernah melakukan kesalahan. Namun, hingga saat ini kami masih termenung dan mencari alasan mengapa kami kalah?”
 
Pilihlah yang terbaik buat melanjutkan hidup kita menuju perubahan yang lebih baik dan bersinergi dengan alam sekitar untuk terus maju mengikuti irama roda kehidupan.
 
Dengan Era yang sudah berganti dengan Era Informasi dan Ide Konseptual, maka sebaiknya kita semua dapat menyesuaikan diri dengan kedua era tersebut. Perbanyaklah penggunaan otak kanan daripada otak kiri dalam setiap keputusan yang akan kita ambil.
 
Di Era Industri sudah banyak memunculkan bahwa seseorang harus sekolah tinggi dahulu dan kemudian mencari kerja, yang akibatnya dia baru akan sukses menjelang usia pensiun. Sementara itu di Era sekarang ini sudah dibuktikan bahwa siapapun orangnya yang hidup sesuai dengan zamannya sekarang ini yaitu Era-nya Informasi dan Ide Konseptual, maka menjadikan mereka sebagai orang-orang yang sukses dan punya karya yang bermanfaat serta bisa mengubah dunia menjadi lebih baik lagi.
 
Dunia berubah sangat cepat dan adaptasi dengan perubahan yang cepat itu membutuhkan dukungan penggunaan otak kanan yang lebih kreatif, inovatif, imajinatif, tidak terbatas dan bebas serta tidak dibatasi oleh sesuatu yang sifatnya statis.
 
Rubahlah hidupmu untuk hidup yang lebih baik lagi dan penuh arti. Berkaryalah dengan menggunakan otak kanan yang lebih dominan daripada otak kiri.
 
Siapapun orangnya jika mau mengikuti dan menyatu dengan era yang sesuai dengan perkembangan zamannya, dia berhak untuk sukses dan berhasil dalam meraih mimpi-mimpinya baik di usia muda maupun tua.
 
QS. Ar-Ra’d (13): 11
“...Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri...”
 
Sekaranglah zamannya pembuktian. Hidup itu pilihan, pilihlah yang terbaik buat hidup kita. Jika tidak sekarang mau berubah, maka siap-siap saja tergilas oleh zaman yang akan menjadikan hidup yang tanpa arti, susudah itu kita bakal mati tanpa meninggalkan karya yang berarti bagi generasi selanjutnya.
 
Semoga bermanfaat…. Wallahu a’lam bishshawab.
 
Salam Hangat,
H&H

Karya : Hendro Noor Herbanto