Hasilnya Positif

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 04 Oktober 2017
Hasilnya Positif

 
(Ingatlah), ketika istri `Imran berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku bernazar kepada-Mu, apa (janin) yang dalam kandunganku (kelak) menjadi hamba yang mengabdi (kepada-Mu), maka terimalah (nazar itu) dariku. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui." [QS. Āli 'Imrān (3): 35]
 
Pada hari Rabu, 22 Maret 2017 yang lalu, sehabis shalat subuh, kekasih halal saya melakukan tes kehamilan melalui alat yang dibasuh dengan air seni yang hasilnya adalah positif.
 
Alhamdulillah, seperti yang terlihat dalam foto tersebut ada dua garis berwarna merah yang tampak terang sekali sebagai pertanda istri saya sedang mengandung calon anak kami yang ketiga.
 
Segala puji syukur bagi Allah yang sudah memilih dan mengamanahkan kepada kami berdua sebagai pasangan suami istri yang bisa kembali mempunyai keturunan.
 
Kami berdua sangat yakin akan kebenaran dari-Nya dan mempraktekkan apa yang diinformasikan dalam Al-Qur'an tentang kisah Nabi Zakaria yang ingin mempunyai keturunan, padahal menurutnya, ia sudah berusia tua (tulang yang telah lemah dan rambut yang sudah beruban) dan istrinya pun mandul. Tetapi Allah berfirman dan menghendaki Nabi Zakaria untuk mempunyai anak yang bernama Yahya yang artinya hidup.
 
Kemudian Nabi Zakaria meminta tanda kepada-Nya. Allah berfirman, "Engkau tidak boleh bercakap-cakap kepada kaummu selama 3 hari kecuali dengan bahasa isyarat dan bertasbihlah banyak-banyak kepada-Ku pada sore dan pagi hari."
 
Ternyata tanda tersebut ada juga di dalam dunia kedokteran yaitu pada sistem kalender dengan siklus haid normal, yaitu menentukan 'waktu yang tepat' untuk melakukan hubungan suami-istri dimana saat tersebut, sebutir telur (ovum) keluar dari indung telur perempuan dan siap dibuahi oleh sperma laki-laki, yaitu keluar di antara ketiga hari berikut, yaitu hari ke 13, 14 dan 15 (3 hari) setelah haid berhenti atau seorang perempuan sudah melakukan mandi besar (28 dibagi 2 = 14. Hari ke-14 ditambah dan dikurangi 1 hari).
 
Begitulah tanda-tanda kebesaran-Nya yang Dia tunjukkan bagi siapapun yang mau mengambil hikmah dan pelajaran dari Al-Qur'an sebagai ayat-ayat informasi yang tersurat dan di dalam dunia kedokteran dimana para ahli dibidangnya telah berhasil menghitung masa subur setiap perempuan dalam siklus haid normal.
 
Dan yang baru-baru ini saya amati terhadap peredaran bulan, ternyata Allah kembali menunjukkan tanda-tanda kebesaran-Nya buat saya tafakuri bahwa Bulan ternyata mempunyai tanda bagi manusia sebagai perhitungan.
 
QS. Yūnus (10): 5
Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan BULAN BERCAHAYA, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan PERHITUNGAN (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
 
Perumpamaan pada saat bulan mati (tidak mendapat sinar matahari dimulai di hari ke-28) adalah sama dengan saat perempuan mendapatkan haid. Saat bulan mendapatkan sinar dan memantulkan cahayanya ke bumi adalah selama 27 hari. Bulan mempunyai fase-fase penampakkannya dari bulan sabit awal ke seperempat awal lalu setengah awal kemudian tigaperempat awal dan menjadi purnama. Kemudian setelah bulan purnama, cahaya yang terlihat menjadi sebaliknya dari tigaperempat akhir ke setengah akhir kemudian seperempat akhir dan terakhir menjadi sabit kembali sebelum menjadi bulan mati.
 
QS. Yāsin (36): 39
Dan telah Kami tetapkan TEMPAT PEREDARAN BAGI BULAN, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.
 
Saat bulan purnama itulah tanda yang Dia tunjukkan kepada kita semua yaitu saat bulan sedang terang benderang selama 3 hari yang terjadi di hari ke 13, 14 dan 15.
 
QS. Al-Insyiqāq (84): 18-19
demi BULAN apabila jadi PURNAMA, sungguh, akan kamu jalani tingkat demi tingkat (dalam kehidupan).
 
Ketiga hari saat purnama juga disarankan untuk berpuasa sunah selama 3 hari seperti yang diterangkan dalam hadist berikut.
 
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa 3 hari pada hari-hari putih  (ayyamul bidh) setiap bulannya yaitu tanggal 13, 14 dan 15.” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434)
 
Ya, berpuasa itu adalah proses untuk tidak hanya menahan lapar dan haus saja tetapi lebih dari itu puasa adalah latihan yang harus selalu dipraktekkan bagi orang-orang yang beriman untuk selalu berpikiran positif, melihat dan mendengar hal-hal yang positif, berkata-kata hanya yang bermuatan positif, bertindak-tanduk dengan perbuatan positif dan mempunyai hati dengan perasaan yang positif agar semua hasil yang kita butuhkan adalah hasil yang positif dan agar kita semua bisa menjadi orang-orang yang bertakwa.
 
Allah sebagai mana prasangka hamba-Ku terhadap-Ku. Jika berprasangka negatif, maka hasilnyapun negatif. Demikian sebaliknya, jika berprasangka positif, maka hasilnyapun pasti positif.
 
*Note:
Istri saya mendapatkan haid pada tanggal 5 Februari 2017. Haid terakhir atau berhenti haid dan mandi besar istri saya adalah tanggal 12 Februari 2017 (hari ke-1).
 
Hari ke 13, 14 & 15 (3 hari) saat telur keluar dari indung telur dari berhentinya haid adalah hari Jumat, Sabtu dan Minggu tanggal 24, 25 & 26 Februari 2017. Dan kami berdua melakukan hubungan suami istri hanya sehari di hari Sabtu, tanggal 25 Februari 2017.
 
Saat ini usia kehamilan istri sudah memasuki usia 7 bulan (awal Oktober 2017) dan insyaallah, jika Allah menghendaki kelahiran anak kami akan terjadi di pertengahan bulan November 2017.
 
Disarankan bagi yang belum mempunyai keturunan dan mempunyai siklus haid normal, agar melakukan hubungan suami-istri setiap hari selama 3 hari yaitu pada hari ke 13, 14 & 15 setelah haid berakhir, karena kita adalah manusia yang serba tidak tahu kapan keluarnya sebutir telur di antara ketiga hari tersebut.
 
Semoga bermanfaat... Wallahu a’lam bishshawab
 
Salam hangat,
HNH
Writerpreneur | Entrepreneur | Composer
 
Ditulis kembali @ Cileungsi Bogor - Indonesia, 4 Oktober 2017 / 14 Muharram 1439 H
 
Note:
Jika artikel ini bermanfaat, sila dibagikan dan marilah kita semua sama-sama belajar dan berproses serta berlomba-lomba dalam menyebarkan pesan kebenaran dan kebaikan kepada seluruh alam.
 
----
 
Buat sahabat2 saya yang baik hati yang belum dikaruniai keturunan. Sila dicoba cara yang sudah Allah berikan tandanya yaitu: 
 
1) Pada "3 hari yang menentukan" yang dikisahkan dalam Al-Qur'an pada cerita Nabi Zakaria yang menginginkan seorang anak; 
 
2) Tanda pada Masa subur perempuan yaitu saat sebutir telur keluar dari indung telur di antara hari ke 13 / 14 / 15 yaitu saat yang tepat bagi sperma laki-laki untuk membuahi telur (ovum) perempuan; 
 
3) Tanda pada peredaran bulan yang terjadi saat bulan purnama, dimana saat bulan purnama penampakannya seperti sebutir telur yang membentuk bulat sempurna di hari ke 13, 14 & 15, dimana ada hadist yang menyarankan untuk berpuasa ayyamul bidh (puasa putih) di saat bulan sedang purnama.

Hari berhentinya haid atau seorang perempuan sudah "mandi besar/wajib" dihitung sebagai hari pertama, seperti terlihatnya cahaya bulan sabit tipis (hilal).

Contoh:
Berhenti haid/mandi wajib seorang perempuan: 4 Okt 2017

Maka hari ke 13, 14 & 15 adalah tanggal:

4 Okt.16...17...18 Okt
|--------|----|----|---------|
1........13...14...15..........28

Semoga dengan penjelasan yang sederhana ini dapat dimengerti dan membuahkan hasil yang positif bagi yang belum mempunyai anak, dan doa serta usahanya diijabah oleh Allah SWT. Aamiin YRA.

Silahkan dicoba dan saya, Hendro Noor Herbanto dan istri, Indah Ayu Aisyah sudah membuktikannya, dimana usia kandungan calon anak saya yang ke-3 yang sudah berusia 7 bulan lebih, memakai ketiga cara tersebut di atas.

Jika ada pertanyaan lanjutan, kami siap membantu menjelaskan dan boleh hubungi saya di nomor Whatsapp berikut: 08128111963.

Terimakasih, semoga bermanfaat.
 

  • view 63