Jangan Lupakan Diri Sendiri Untuk Berbuat Baik

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 17 September 2017
Jangan Lupakan Diri Sendiri Untuk Berbuat Baik

Dunia memang tidak seindah surga. Tetapi untuk meraih surga yang penuh kenikmatan setiap orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan akan diuji dan dicoba oleh-Nya.


QS. Al-'Ankabut (29): 2
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman" dan mereka tidak diuji?

QS. Al-Baqarah (2): 214
Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu. Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.

Ya, setiap orang yang beriman pasti akan diuji dan dicoba oleh Allah sesuai kesanggupannya. Kadar ujian-Nya pasti pas dan sesuai serta tidak dilebihkan ataupun dikurangi.

QS. Al-Baqarah (2): 286
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."

Tulisan kali ini mengajak kepada semua orang untuk instropeksi ke dalam diri sendiri terutama mengajak para penyampai kebaikan termasuk saya sendiri bahwa apapun yang sudah kita pahami dari kitab suci, dari buku-buku agama atau dari buku-buku motivasi ataupun yang kita dengar dari ceramah agama atau ahli motivator, semua itu hanyalah sekadar teori yang belum dipraktekkan di kehidupan nyata.

Semakin kita tahu dan paham tentang bagaimana seharusnya menghadapi kehidupan ini atau apapun yang kita sampaikan dari pesan-pesan kebenaran dan kebaikan kepada keluarga, saudara, teman, sahabat, orang lain, masyarakat umumnya dan kepada siapapun orangnya yang ada di belahan dunia manapun hanyalah sekadar teori belaka.

Jika belum merasakan atau mengalami sendiri apa yang kita sampaikan atau yang kita tulis tentang pesan-pesan kebaikan tersebut sepertinya kita ini seperti orang yang munafik. Menyuruh orang lain berbuat kebaikan, tetapi melupakan diri kita sendiri untuk berbuat baik padahal kita membaca Kitab Suci.

QS. Al-Baqarah (2): 44
Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?

Ya, ayat tersebut di atas adalah teguran dari-Nya kepada siapapun orangnya yang beriman dan mengerjakan kebaikan untuk menasehati orang lain dengan kebenaran dan kesabaran.

Dia Maha Mengetahui kepada orang yang sudah paham teori tetapi belum mempraktekkannya di kehidupan nyata, lalu Dia akan mengujinya dengan berbagai cobaan agar keimanannya meningkat (naik kelas) menjadi orang yang bertakwa (menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya).

Buat siapapun orangnya dan yang datang dari disiplin ilmu manapun, mari kita sama-sama belajar dan berproses untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan dengan penuh cinta, penuh kesejukan, penuh kedamaian dan selalu memotivasi banyak orang. Setelah itu lanjutkan pesan-pesan kebenaran itu dengan perbuatan yang positif dan membangun.

Jangan sampai kita melupakan diri sendiri untuk berbuat kebajikan yang berlandaskan kebenaran dari kitab suci dan menjadikan kita sebagai orang yang munafik karena perkataan kita tidak sesuai dengan perbuatannya.

Tetaplah untuk terus melakukan kebaikan kepada siapapun orangnya, baik kepada orang yang sudah baik untuk meningkatkan kebaikannya maupun kepada orang yang belum baik agar kembali kepada jalan yang lurus.

Seperti yang selalu dicontohkan Nabi Muhammad Saw untuk selalu memberi kemanfaatan bagi semua orang dari perbuatan baik yang Beliau lakukan dan sesuai dengan yang dikatakannya yaitu, "Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi banyak orang."

Mari tetaplah menjadi penerang jalan bagi banyak orang sehingga mendapat cahaya petunjuk dari-Nya. Dan jangan pernah menutupi jalan cahaya kebenaran dengan kegelapan sehingga banyak orang menjadi tersesat jauh dari jalan yang lurus layaknya perbuatan setan yang selalu merayu manusia untuk berbuat jahat sehingga kelak yang mengajak dan yang diajak akan sama-sama berada di dalam siksa api neraka yang menyala-nyala.

QS. Fathir (35): 6
Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

Semoga bermanfat. Wallahu a’lam bishshawab

Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto
Writerpreneur | Entrepreneur | Composer

Ditulis @Cileungsi Bogor - Indonesia
17 September 2017 / 26 Dzulhijjah 1438 H

  • view 113