Jalan Yang Lurus

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Agama
dipublikasikan 16 September 2017
Jalan Yang Lurus


Tunjukilah kami jalan yang lurus
[QS. Al-Fatihah (1): 6]

 
Matahari adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup yang tinggal di bumi. Menerangi bumi dengan sinarnya sejak pukul 6 pagi hingga pukul 6 petang.

Sinarnya hadir sejak ada cahaya merah di langit pada waktu subuh, kemudian terbit dari ufuk timur lalu naik sepenggalah di waktu dhuha.

Saat siang hari ketika posisinya tepat di atas kepala dan tergelincir sedikit, dimana saat tersebut saat masuknya waktu dzuhur. Kemudian turun di waktu pertengahan hari saat masuk waktu ashar, lalu tenggelam di ufuk barat saat tibanya waktu maghrib.

Seberkas cahaya di langit akan mulai hilang ditelan gelapnya malam yang ditandai dengan masuknya waktu isya. Ya, matahari pun ternyata berguna bagi peribadatan umat Islam dalam menentukan masuknya waktu-waktu shalat fardhu.

Tahukah Anda jika bumi diistilahkan oleh Allah sebagai hamparan yang luas dimana pada permukaannya terdapat jalan-jalan dan sungai-sungai yang mudah dilalui manusia sebagai petunjuk dari-Nya.

QS. Al-Baqarah (2): 22
(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.

QS. An-Nahl (16): 15
Dan Dia menancapkan gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,

Kemudian Allah menciptakan gugusan bintang-bintang di langit sebagai petunjuk arah bagi manusia di malam hari.

QS. Al-An'am (6): 97
Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.

Ya, matahari dan bintang-bintang adalah benda planet yang sama karena sama-sama mempunyai sumber cahaya. Matahari ada di tata surya kita dan bintang-bintang berada di luar tata surya kita. Keduanya termasuk penghias langit yang dekat dengan bumi atau langit pertama. Atau diistilahkan sebagai langit yang telah ditinggikan oleh-Nya agar tercipta keseimbangan bagi para pengamat yang berada di bumi, yaitu semua manusia agar mendapatkan pelajaran dari yang disaksikannya pada peredaran benda-benda langit seperti matahari sebagai cahaya petunjuk untuk menegakkan neraca keadilan.

QS. Ar-Rahman (55): 7
Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan (neraca keadilan).

QS. Al-Hadid (57): 25
Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata dan kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan, hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa.

Sesuai judul di atas, ternyata sinar atau cahaya matahari diciptakan untuk menjadi penerangan atau petunjuk kepada "jalan yang lurus". Berikut pemahamannya:

· Ilustrasi dalam satuan jam:

------------------ 12:00 -------------------
--------------------- O ---------------------
----------- 13:00 O - O 11:00 -----------
--------- 14:00 O ----- O 10:00 ---------
------- 15:00 O --------- O 09:00 -------
----- 16:00 O ------------- O 08:00 -----
--- 17:00 O ----------------- O 07:00 ---
- 18:00 O «-------------------« O 06:00 -
-- BARAT «-------------------« TIMUR --
 
*O = Posisi Matahari

Menurut pengamatan para ahli dibidangnya dan dari apa yang terlihat setiap harinya terhadap pergerakan posisi matahari, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

|| "Setiap perubahan posisi matahari sebanyak 1 derajat menghasilkan pergerakan waktu selama 4 menit atau jika dalam satu jam, matahari berubah posisinya sebanyak 15 derajat." ||

· Berikut penjelasan dalam tabel:

Derajat =  Menit   =   Jam
    0°......=......0......=......0
    1°......=......4......=......0,067
  15°......=....60......=......1
  30°......=..120......=......2
  45°......=..180......=......3
  60°......=..240......=......4
  75°......=..300......=......5
  90°......=..360......=......6
105°......=..420......=......7
120°......=..480......=......8
135°......=..540......=......9
150°......=..600......=....10
165°......=..660......=....11
180°......=..720......=....12

· Ilustrasi dalam satuan derajat:

--------------------- 90° -------------------
---------------------- O --------------------
------------105° O--|--O 75° ------------
----------120° O----|----O 60° ----------
--------135° O------|------O 45° --------
------150° O--------|--------O 30°------
----165° O----------|----------O 15°----
--180° O <---------|----------« O  0°---
-BARAT <---------------------« TIMUR-

*O = Posisi Matahari

Matahari bisa terbit dan menjadi waktu siang selama 12 jam karena adanya waktu malam sebanyak 12 jam yang ditandai saat matahari terbenam yang diakibatkan dari bumi yang berotasi sehari semalam sebanyak 24 jam.
 
Matahari hanya dapat kita syahadatkan (saksikan) di siang hari. Matahari terbit di ufuk timur pada jam 6 pagi sampai matahari terbenam di ufuk barat pada jam 18 sore adalah pergerakan posisi matahari sebanyak 12 jam (jam 18:00 dikurangi dengan jam 06:00).
 
Malam diciptakan Allah agar semua manusia bisa beristirahat dan siang untuk berusaha mencari rezeki dan karunia-Nya. Awal hari dimana saatnya kita semua memulai aktivitas ditandai dengan posisi matahari dari arah timur di titik 0 derajat. Dan akhir hari ditandai dengan posisi matahari yang menghilang terbenam di arah barat di titik 180 derajat.

QS. Al-Isra' (17): 12
Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.

Jika kita ambil kesimpulan dan kita tarik garis dari arah timur ke barat, yang terbentuk adalah garis apa? Atau jika kita tarik garis dari titik 0 derajat ke titik 180 derajat, yang terbentuk adalah garis apa? Ya, jawabannya adalah "garis yang lurus".

Dan matahari itulah petunjuk ke jalan yang lurus. Menunjukkan jalan hidayah-Nya bagi semua manusia agar tidak dimurkai dan tersesat. Menerangi jalan petunjuk-Nya dari gelapnya malam menjadi siang yang terang benderang.

QS. Al-Fatihah (1): 6-7
Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Itulah nikmat yang diberikan oleh Sang Maha Pengasih (ar-Rahman) kepada siapapun makhluk hidup yang tinggal di bumi tanpa terkecuali agar kita semua bisa banyak-banyak bersyukur.

Subhanallah! Tiada yang sia-sia atas semua ciptaan-Mu ini ya Allah. Ternyata apa yang ada di langit dan di bumi serta pergantian malam dan siang hari terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau memikirkan.

QS. Ali-Imran (3): 190
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,

Semoga bermanfat. Wallahu a’lam bishshawab

Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto
Writerpreneur | Entrepreneur | Composer

Ditulis @Cileungsi Bogor - Indonesia
16 September 2017 / 25 Dzulhijjah 1438 H

 

  • view 108