Kebenaran Hanya Milik Allah

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Renungan
dipublikasikan 13 September 2017
Kebenaran Hanya Milik Allah


 

Dan Kami tidak menciptakan langit dan Bumi serta apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan kebenaran. Dan sungguh, kiamat pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.
[Q.S. Al-Hijr (15):85]

 
Allah adalah pencipta segala sesuatu. Dia menciptakan segala sesuatu menurut ukuran-Nya dan ciptaan-Nya tersebut pasti membawa kebenaran, kebaikan dan bermanfaat bagi semua makhluk hidup yang hidup dan tinggal di muka bumi ini.
 
Al-Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dengan membawa kebenaran. Dan kita pun meyakini dan bersaksi bahwa Al-Qur'an itu memang datangnya dari Allah dengan jelas, yaitu menjelaskan tentang yang benar (hak) dan salah (batil).
 
QS. An-Nisa' (4): 170
Wahai manusia! Sungguh, telah datang Rasul (Muhammad) kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah (kepadanya), itu lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya milik Allah-lah apa yang di langit dan di bumi. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
 
Matahari, bulan dan bintang-bintang yang kita lihat sehari-hari adalah benda-benda yang ada di langit. Mereka dapat kita lihat menurut sudut pandang dimana orang tersebut berada dan dibatasi ruang dan waktu saat melihatnya.
 
Sesuai judul di atas, bahwasannya kebenaran hanyalah milik Allah semata dan kita menyaksikan kebenaran yang Dia hamparkan hanya menurut sudut pandang kita saja yang sangat-sangat terbatas. Kita butuh sudut pandang orang lain dalam memahami kebenaran.
 
Apakah yang kita saksikan saat ini terhadap matahari, bulan dan bintang adalah kebenaran yang sama dengan orang lain di waktu yang sama dan lokasi yang berbeda?
 
Matahari dapat kita lihat jelas saat terbit dan terbenam saja. Pada saat siang hari saat matahari berada tepat diatas kepala kita, ia tidak dapat kita lihat secara langsung dengan mata telanjang karena dapat membutakan mata, tetapi kita membutuhkan media lain seperti air jika ingin melihat matahari di siang hari.
 
Jika kondisi matahari terbenam di ufuk barat dan hari berganti menjadi malam di belahan bumi Indonesia, apakah matahari bisa kita lihat saat itu? Tentu saja kita tidak bisa melihatnya. Lalu siapakah yang dapat melihat matahari pada malam hari? Coba anda hubungi teman anda yang berada di Amerika dimana perbedaan waktu dengan Indonesia selama 12 jam dan waktu di Amerika saat itu menunjukkan jam 6 pagi melalui video call, lalu minta teman anda mengarahkan smartphone-nya ke arah timur saat matahari terbit, tentu saat itu kita bisa menyaksikan matahari secara real time online.
 
Ya, kita butuh berkolaborasi dengan orang lain dalam memahami kebenaran. Belum tentu yang kita anggap benar saat ini di waktu yang bersamaan merupakan kebenaran yang sama bagi orang lain yang berbeda lokasi saat melihat matahari.
 
Tetapi kebenaran tentang matahari adalah dapat dilihat hanya pada waktu pagi hari saat terbit dan sore hari saat matahari terbenam. Itulah yang dinamakan kebenaran.
 
Jika malam hari tentu saja bukan merupakan kebenaran jika anda katakan dapat melihat matahari. Tetapi anda bisa menyaksikan kebenaran lainnya yang Dia ciptakan dan beredar mengelilingi bumi, yaitu bulan.
 
Selain bulan, pada malam hari pun kita dapat melihat kebenaran yang Dia perlihatkan kepada para pengamat yang bernama manusia dari muka bumi yaitu milyaran bintang-bintang yang berkelap-kelip di angkasa yang luas.
 
Adakah bintang-bintang dapat kita saksikan pada siang hari? Ya ada, tetapi tidak terlihat. Lalu kenapa bintang-bintang tidak dapat terlihat pada siang hari? Ya, karena terhalang oleh sinar matahari yang sangat kuat dan menyilaukan mata. Itulah yang dinamakan kebenaran tentang bintang-bintang yang hanya dapat dilihat dengan mata telanjang pada malam hari.
 
Jangan sampai kita hanya mengikuti ego berupa dugaan menurut sudut pandang kita yang sempit dan tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Nya secara menyeluruh (holistik). Dan dugaan (yang batil) tersebut tidak dapat mengalahkan kebenaran (yang hak) dari-Nya.
 
QS. Yunus (10): 36
Dan kebanyakan mereka hanya mengikuti dugaan. Sesungguhnya dugaan itu tidak sedikit pun berguna untuk melawan kebenaran. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.
 
QS. Al-Anbiya (21): 18
Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya).
 
Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar (hak) dan yang salah (batil). Dan tidak ada yang dapat memahami perumpamaan tersebut kecuali orang-orang yang mau memikirkan dan mengambil pelajaran.
 
QS. Ar-Ra'd (13): 19
Maka apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang diturunkan Tuhan kepadamu adalah kebenaran, sama dengan orang yang buta? Hanya orang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran,
 
 
Semoga bermanfat. Wallahu alam bishshawab.
 
Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto
Writerpreneur | Entrepreneur | Composer
 
Ditulis @Cileungsi Bogor - Indonesia
13 September 2017 / 22 Dzulhijjah 1438 H

- See more at: http://hendronoorherbanto.com/kebenaran-hanya-milik-allah-detail-52985.html#sthash.SCQZPq5G.dpuf

  • view 166