Hidup Itu Bergerak Dinamis

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 10 September 2017
Hidup Itu Bergerak Dinamis

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang dan apa yang ada diantara keduanya termasuk apa yang ada pada diri manusia itu sendiri sebagai makhluk yang kosong dan penuh keseimbangan terdapat tanda-tanda Kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal (ulul albab).
 
Yaitu orang-orang yang berakal yang selalu mengingat Allah (dzikrullah) dan selalu berpikir tentang penciptaan-Nya (tafakur) sambil berdiri, duduk dan berbaring seraya berkata, "Tiada yang sia-sia atas ciptaan-Mu ini ya Allah, maka peliharalah diriku dari siksa api neraka-Mu."
 
Siapakah orang-orang yang berakal itu? Yaitu kita semua sebagai makhluk yang kosong dan penuh dengan keseimbangan yaitu makhluk yang bernama manusia yang lahir, hidup dan menetap serta mati di planet bumi ini tanpa terkecuali dan tanpa memandang status, suku, agama, ras dan antar golongan.
 
Mengingat Allahsering kali disebut di dalam Al-Qur'an berbarengan dengan memikirkan tentang penciptaan-Nya yang terhampar di langit dan di bumi dan apa yang ada diantara keduanya termasuk apa yang ada pada diri sendiri sebagai makhluk yang bernama manusia.
 
Berikut ini ayat-ayat yang berbicara tentang 'dzikrullah' dan 'tafakur':
 
QS. Ali 'Imran (3) : 191
(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah (dzikrullah) sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan (tafakur) langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
 
QS. Ar-Ra'd (13): 3
Dan Dia yang menghamparkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai di atasnya. Dan padanya Dia menjadikan semua buah-buahan berpasang-pasangan; Dia menutupkan malam kepada siang. Sungguh, pada yang demikian itu (tafakur) terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) (dzikrullah) bagi orang-orang yang berpikir.
 
Semua manusia dimanapun ia berada, apakah tinggal di belahan dunia utara, selatan, timur dan barat atau dilahirkan dari peran orang tua kita yang berkebangsaan manapun di dunia ini, diciptakan oleh Tuhan dengan 'modal dasar yang sama' yaitu terlahir sebagai seorang bayi dari rahim ibu kita.
 
Apakah 'modal dasar yang sama' dari seorang bayi yang baru lahir itu?Coba perhatikan bayi yang baru lahir ke dunia. Dari ujung rambut ke ujung kaki terdiri dari:
  • Kepala yang di dalamnya ada otak untuk berpikir.
  • Badan yang di dalamnya ada jantung, paru-paru, liver, ginjal, usus dan lainnya untuk mekanisme pernafasan dan pengolahan makanan menjadi tenaga.
  • Dua tangan yang masing-masing terdiri dari lima jari di tangan kanan dan lima jari di tangan kiri untuk memegang atau melakukan sesuatu.
  • Dua kaki yang masing-masing terdiri dari lima jari di kaki kanan dan lima jari di kaki kiri untuk berjalan atau berlari.
  • Dua buah telinga di kanan dan kiri kepala yang berfungsi untuk mendengar.
  • Dua buah mata di kanan dan kiri di depan kepala yang berfungsi untuk melihat.
  • Satu hidung dengan dua lubangnya untuk bernafas dengan menghirup oksigen dari udara dan menghembuskan karbondioksida ke udara.
  • Satu mulut yang berfungsi untuk makan dan minum serta mengeluarkan suara.
  • Satu alat reproduksi yang berbeda bentuk untuk jenis kelamin laki-laki dan perempuan.
  • Satu hati yang ada di dalam dada yang berguna untuk memilih atau memahami sesuatu.
 
Itu semua yang dinamakan dengan 'modal dasar yang sama' atau sebuah 'potensi dasar' yang ada pada setiap bayi yang baru lahir dan nantinya siap digunakan pada tahap proses hidup selanjutnya, yaitu dari bayi menjadi balita, lalu anak-anak, kemudian remaja, lalu dewasa, kemudian menikah, lalu punya anak, kemudian tua dan akhirnya mati meninggalkan dunia ini.
 
Hidup adalah berproses. Coba anda bayangkan jika sesuatu yang hidup itu diam tak bergerak. Itu dinamakan sudah tidak bernyawa lagi alias sudah mati.
 
Contohnya adalah perputaran bumi pada porosnya (rotasi) sehingga menghasilkan malam dan siang dalam 24 jam. Bayangkan jika bumi yang kita diami ini tidak bergerak atau berputar. Sisi yang menghadap matahari akan terjadi pemanasan secara terus menerus yang mengakibatkan air dipermukaan bumi akan habis termasuk air dan darah yang ada di dalam tubuh kita-pun akan mendidih. Sisi sebaliknya akan terjadi pendinginan yang ekstrim secara terus menerus yang mengakibat pembekuan di seluruh penjuru bumi. Adakah kehidupan jika kondisinya seperti ini?
 
Contoh lainnya adalah roda yang berputar. Jika kita naik kendaraan misalnya kendaraan bermotor dari rumah ke kantor berjarak 10 km dan ditempuh dalam waktu 20 menit, apakah rodanya diam di tempat? Tidak! Rodanya pasti bergerak berputar dari atas ke bawah ribuan kali putarannya secara terus menerus sampai ke tempat tujuan dengan selamat.
 
Hidup itu harus merasakan posisi diatas maupun posisi dibawah disepanjang hidup layaknya roda yang berputar dan merasakan hidup di setiap kondisi, ruang dan waktu yang menyertai.
 
Hidup itu harus merasakan tu7uh suara yang berulang yaitu: 1 (do), 2 (re), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), 6 (la) dan 7 (si), seperti naik turunnya nada yang membentuk lagu gembira ataupun lagu sedih yang kita dengarkan.
 
Hidup itu harus merasakan tu7uh warna yang berulang atau sering kita sebut sebagai warna pelangi yaitu: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu (mejikuhibiniu), layaknya warna warni kehidupan yang digambarkan dengan ketu7uh warna tersebut. Kadang merasakan warna kuning, kadang warna hijau. Kadang warna merah dan kadang warna biru. Dan warna lainnya yang menggambarkan hitam dan putihnya kehidupan yang kita lihat dan rasakan.
 
Suka dan duka, tawa dan tangis, pahit dan manis kehidupan akan terjadi pada semua manusia yang hidup dan nanti mati di dunia ini.
 
Malam dan siang dibutuhkan buat seluruh umat manusia di dunia ini tanpa terkecuali. Malam digunakan untuk beristirahat dan siang untuk berusaha.
 
Semuanya itu diciptakan Tuhan tidak lain supaya kita bisa merasakan kata-kata 'berpasangan dan berlawanan' dimanapun manusia itu berada, seperti:
1. Langit dan bumi
2. Malam dan siang
3. Berusaha dan beristirahat
4. Sehat dan sakit
5. Muda dan tua
6. Kaya dan miskin
7. Lapang dan sempit
8. Hidup dan mati
9. Tawa dan sedih
10. Suka dan duka
11. Pergi dan kembali
12. Atas dan bawah
13. Kanan dan kiri
14. Depan dan belakang
15. Jatuh dan bangun
16. Setia dan khianat
17. Benar dan salah
18. Baik dan buruk
19. Manfaat dan mudharat
20. Dan kata-kata yang menggambarkan kata berpasangan dan kata berlawanan lainnya
 
Hidup itu harus bergerak. Hidup itu selalu berganti dan selalu berulang pada semua ciptaan Tuhan yang terdapat di langit dan di bumi dan yang terdapat diantara keduanya dan juga yang terdapat pada diri manusia itu sendiri sebagai makhluk yang kosong dan penuh dengan keseimbangan, supaya manusia dapat memahami bahwa ciptaan-Nya tersebut pasti mengandung kebenaran-kebaikan-kemanfaatan dan tidak ada yang sia-sia buat seluruh manusia dan seluruh alam.
 
Ya, hidup itu bukan statis, tetapi hidup itu bergerak dinamis.
 
Semoga bermanfat. Wallahu alam bishshawab
 
Salam Hangat,
Hendro Noor Herbanto
Writerpreneur | Entrepreneur | Composer
 
Ditulis @Cileungsi Bogor - Indonesia
10 September 2017 / 19 Dzulhijjah 1438 H

- See more at: http://hendronoorherbanto.com/hidup-itu-bergerak-dinamis-detail-52852.html#sthash.CifCUbSN.dpuf

  • view 38