Makna Idul Qurban Dan Proses Awal Penciptaan Manusia

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Agama
dipublikasikan 31 Agustus 2017
Makna Idul Qurban Dan Proses Awal Penciptaan Manusia

Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Idul Qurban identik dengan kisah Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail dalam memenuhi perintah Allah.
 
Dikisahkan dalam Al-Quran bahwasanya Nabi Ibrahim ingin sekali mempunyai keturunan. Umur beliau sebenarnya sudah cukup tua, tetapi beliau tetap berdoa kepada Allah agar dikaruniai seorang anak yang saleh.
 
QS. Ash-Saaffaat (37): 100
Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh."
 
Lalu Allah mengabulkan doa nya dan memberikan kabar gembira dengan kelahiran Ismail, seorang yang sangat sabar serta patuh akan perintah Allah dan orang tua.
 
QS. Ash-Saaffaat (37):101
Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).
 
QS. Ibrahim (14): 39
Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa.
 
Singkat cerita, ketika Nabi Ismail sudah sanggup untuk berusaha bersamanya, Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah melalui mimpi untuk menyembelihnya.
 
Ia (Nabi Ibrahim) menanyakan kepada anaknya, "Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu?"
 
Anaknya (Nabi Ismail) berkata, "Jika memang ini perintah Allah, maka lakukanlah wahai ayahku! Insya Allah engkau akan mendapati bahwasanya aku termasuk orang yang sabar."
 
QS. Ash-Saaffaat (37):102
Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, "Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!" Dia (Ismail) menjawab, "Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar."
 
Lalu mereka berdua benar-benar "Berserah diri" untuk melaksanakan perintah Tuhannya yang sampai sekarang ibadah qurban tersebut menjadi contoh yang baik untuk kita teladani.
 
QS. Ash-Saaffaat (37):103
Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipisnya, (untuk melaksanakan perintah Allah).
 
Perlu kita cermati cerita dalam Al-Quran tersebut bahwa Nabi Ibrahim sangat taat dalam melaksanakan perintah Allah secara tulus ikhlas beribadah kepadaNya.
 
Kesabaran Nabi Ismail dalam beribadah kepada-Nya telah dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan Allah sudah berjanji kepada Nabi Ibrahim bahwa Dia akan menganugerahkan seorang anak yang sangat sabar. Dan ternyata akhirnya Nabi Ismail adalah seorang anak yang sangat sabar dan berbakti kepada orangtuanya. Dan janji Allah pasti ditepati-Nya.
 
Makna berqurban bagi kita semua bahwa Nabi Ibrahim yang sudah sangat tua dan sangat mendambakan kehadiran seorang anak, setelah berdoa kepada Allah dan Allah perkenankan doanya dengan kelahiran Ismail, lalu Allah menguji kembali dengan mengabil kembali anaknya (berqurban) untuk tulus ikhlas beribadah hanya kepada Allah.
 
QS. Ash-Saaffaat (37):104-106
Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim!Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu." Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
 
Dan Allah mengganti Nabi Ismail dengan sembelihan yang besar.
 
QS. Ash-Saaffaat (37):107
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
 
Demikianlah balasan bagi orang-orang yang beriman dan selalu berbuat baik.
 
QS. Ash-Saaffaat (37):110-111
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
 
Demikianlah contoh yang diajarkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang telah berhasil melewati segala ujian dan berserah diri bersama-sama dengan melaksanakan perintah-Nya dengan tulus ikhlas yaitu menunaikan ibadah qurban.
 
Dan ibadah qurban ini akan Allah abadikan sebagai pujian bagi Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail bagi orang-orang yang datang kemudian.
 
QS. Ash-Saaffaat (37):108-109
Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,"Selamat sejahtera bagi Ibrahim."
 
Dan tahukah anda bahwa Idul Qurban atau Idul Adha identik dengan awal proses penciptaan manusia.
 
Kita terlahir ke dunia ini atas peran orangtua kita. Terlahir dari seorang ibu yang mengandung kita selama sembilan bulan 10 hari. Setelah proses bertemunya sel telur ibu dan sel sperma ayah, calon bayi akan menuju rahim untuk mendekam di dalam rahim selama proses tersebut.
 
Ketika terlahir pun kita menjadi manusia baru yang terlahir suci tanpa dosa. Yang sering disebut terlahir dengan fitrahnya manusia sebagai makhluk yang kosong atau suci bersih tanpa noda dan dosa.
 
Ada tiga proses dalam penciptaan manusia, yaitu:
  1. Proses bertemunya sel sperma ayah dengan sel telur ibu.
  2. Proses kehamilan di rahim ibu sebagai tempat berlindung calon bayi.
  3. Proses terjadinya kelahiran bayi.
Ketiganya tersebut ada kaitannya dengan istilah dari:
  1. Nama Idul Qurban (Adha).
  2. Istilah 9 bulan 10 hari.
  3. Nama Idul Fitri.
Segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang terjadi secara kebetulan. Semua kejadian sudah diatur secara sangat cermat dan teliti serta atas izin Tuhan semata. Dia tidak tidur dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatunya.
 
Dia Maha Mengatur segala macam urusan makhluk-Nya. Mengatur semua rezeki, jodoh, maut maupun kelahiran makhluk-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
 
QS. Ar-Rahman (55): 29
Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
 
Penciptaan manusia adalah salah satu tanda Kebesaran Tuhan. Penciptaan manusia oleh Tuhan, prosesnya adalah sebagai berikut:
 
  1. Pada usia 12 sampai 14 tahun, ketika haid mulai datang, alat reproduksi mulai berfungsi karena bekerjanya hormon-hormon. Setiap bulan (28 hari) antara dua siklus haid, sebutir telur keluar dari indung telur wanita. Jika telur tidak dibuahi sperma maka tidak terjadi kehamilan, yang terjadi adalah haid. Pertemuan antara Ovum (telur) dengan Spermatozoa terjadi di saluran telur. Kemudian telur yang sudah dibuahi (zygote) berjalan selama delapan hari menuju rahim dan menempel di dinding rahim berupa segumpal darah (alaqah).
  2. Spermatozoa, diproduksi di dalam buah Zakar sebanyak 1.000 ekor per detik atau 100 juta per hari. Panjangnya sekitar 0,06 mm. Bentuknya seperti "Kecebong" atau anak katak yang ada kepala dan ekor yang memanjang. Dia bergerak dengan gerakan spiral yaitu mendepak air dengan ekornya. Di dekat kepalanya, ada leher yang siap putus jika kepalanya sudah masuk menembus telur (ovum).
  3. Spermatozoa terdiri dari dua jenis yaitu jenis X dan jenis Y (XY). Sedangkan Ovum memiliki 2 jenis X (XX). Jika Sperma dan Ovum bertemu, maka:
    • Jika jenis X dari Sperma bertemu dengan jenis X dari Ovum, maka ia calon berjenis kelamin perempuan.
    • Jika jenis Y dari Sperma bertemu dengan jenis X dari Ovum, maka ia calon berjenis kelamin laki-laki.
 
Kromosom manusia berjumlah 46 buah. Atau 23 pasang. Untuk memudahkan identifikasi maka pasangan kromosom tersebut di beri nomor 1 s/d 22, yaitu kromosom yang membentuk rancangan badan, sedangan pasangan untuk nomor urut terakhir atau nomor 23, yang merupakan kromosom "Jenis kelamin" diberi nama kromosom X dan Y.
 
Spermatozoa jumlahnya mencapai 300 juta dalam sekali pancar. Dari jumlah tersebut banyak yang mati setelah berjalan sejauh 9 mil (kalau ia sebesar manusia). Yang dapat melihat rumahnya/ovarium/sel telur pertama kali sekitar 10 ekor saja, padahal waktu yang diberikan sperma hanya 2 hari setelah ovum keluar dari indung telur.
 
Hubungan Yang Sangat Erat Antara: Idul Qurban/Adha, 9 Bulan 10 Hari, Dan Idul Fitri
 
  1. Ketika Sperma masuk ke Ovum, ia akan memotong lehernya sendiri (ekornya terlepas dari kepalanya). Masyaallah! Ternyata ini adalah perlambang dari qurban seekor domba/kambing pada hari Idul Qurban/Adha.
  2. Jika saat masuknya Sperma ke dalam Ovum tersebut terjadi pada tanggal 10 Dzulhijjah atau tepat pada Hari Idul Qurban/Adha, maka kelahiran akan terjadi tepat pada Hari Idul Fitri (tanggal 1 Syawal). Masyaallah! Ternyata jumlah bulan dan hari antara Hari Idul Qurban/Adha ke Hari Idul Fitri, berjumlah 9 bulan dan 10 hari, yang artinya calon bayi berada di dalam rahim seorang ibu adalah sama dengan 9 bulan dan 10 hari juga.
  3. Pada saat kelahiran bayi ke dunia diistilahkan sebagai bayi yang terlahir suci bersih tanpa noda dan dosa. Masyaallah! Ternyata ini adalah perlambang dari hari Idul Fitri yang artinya kembali suci atau kembali fitrah. Atau dengan kata lain, setiap bayi yang terlahir ke dunia ini adalah suci bersih tanpa noda dan dosa.
Itulah keajaiban Kitab Suci Al-Qur'an, yang ayat-ayatnya bisa menuntun kita untuk lebih dalam lagi memahami tentang penciptaan manusia dan dibuktikan "Kebenarannya" dengan realita yang terjadi di kehidupan sekitar kita. Tiada yang sia-sia atas ciptaan Tuhan seluruh alam.
 
Maka benarlah firman Allah SWT:
 
QS. Fussilat (41): 53
Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al-Qur'an itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?
 
Ya, Idul Qurban itu identik dengan proses awal penciptaan manusia yaitu pada saat kepala sperma masuk ke dalam telur/ovum dengan memotong lehernya untuk memisahkan kepala dengan ekornya sebagai perlambang dari ibadah qurban.
 
*Ilustrasi antara Idul Adha 2016 dan Idul Fitri 2017:
 
Idul Adha.........Idul Fitri
.....|--------------------|....
----> 9 bulan 10 hari <----
 
  • Idul Adha tahun 2016 jatuh pada tanggal 12 September 2016
  • Idul Fitri tahun 2017 jatuh pada tanggal 25 Juni 2017
  • Jika rata-rata dalam satu bulan jumlah 30 hari, maka:
    1. Idul Adha 12 September 2016 + 9 bulan = 12 Juni 2017
    2. 12 Juni 2017 + 10 hari = 22 Juni 2017
    3. Jika Idul Fitri 2017 jatuh pada tanggal 25 dan 26 Juli 2017, maka:
    • Untuk bulan yang jatuh sebanyak 31 hari maka ditambahkan 1 hari, yaitu bulan:Oktober & Desember 2016, Januari, Maret & Mei 2017.
    • Ada 5 bulan yang penanggalan nya s/d tgl 31 yang berarti ditambahkan 5 hari.
    • Untuk bulan Februari 2017 penanggalannya s/d tanggal 28 Februari 2017 maka menjadi pengurang sebanyak 2 hari.
 
  • 5 hari - 2 hari = 3 hari
  • 22 Juni 2017 + 3 hari = tanggal 25 Juni 2017 yang merupakan hari pertama Idul Fitri.
*Note:
Jika tahun tersebut adalah tahun kabisat (bulan Februari s/d tanggal 29), maka pengurangnya menjadi 1 hari.
 
Demikian penjelasannya, semoga bisa mencerahkan kita semua dan sama-sama belajar
 
Informasi ALGIRA KAMPUNG QURBAN
 
img-1504157501.jpg
 
Semoga bermanfaat.... wallahu 'alam bishahwab.
 
Ditulis Kembali @Cileungsi Bogor, 31 Agustus 2017 / 9 Dzulhijjah 1438 H


Jika artikel ini bermanfaat, sila dibagikan dan marilah kita semua sama-sama belajar dan berproses serta berlomba-lomba dalam menyebarkan pesan kebenaran dan kebaikan kepada seluruh alam.
 

- See more at: http://hendronoorherbanto.com/makna-idul-qurban-dan-proses-awal-penciptaan-manusia-detail-47242.html#sthash.V2Ir2sH5.skx8MPK3.dpuf

  • view 59