Memberi Tidak Selalu Dengan Uang

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Agama
dipublikasikan 28 Mei 2017
Memberi Tidak Selalu Dengan Uang

 
 

Jika kamu meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, niscaya Dia melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun,
[QS. Tagābun (64): 17]

 
Sesungguhnya segala sesuatu yang Allah ciptakan baik di langit dan di bumi dan apa yang ada di antara keduanya semuanya adalah ciptaan Allah yang selalu memberi tanpa mengenal lelah melayani semua manusia di belahan bumi manapun manusia itu berada.
 
Ada yang menjadi matahari yang selalu menerangi bumi dan satu-satunya sumber energi yang utama bagi bumi.
 
Ada yang menjadi satelit bumi, yaitu bulan yang dengannya segala aktivitas manusia selama kurang lebih 30 hari, mencatatkan dirinya apa yang dilakukan manusia dan dirangkum di dalam namanya sebanyak 12 bulan.
 
Ada yang menjadi bintang-bintang yang dengannya para nelayan mendapatkan petunjuk arah untuk mengarungi lautan dalam mencari nafkah buat anak istrinya.
 
Ada yang menjadi makanan dan minuman bagi manusia yaitu hewan dan tumbuhan dimana mereka menghasilkan daging, susu, telur, sayur-sayuran, buah-buahan dan lain sebagainya.
 
Ya, mereka pun menggunakan semua potensi yang ada pada diri mereka hanya untuk melayani semua umat manusia yang ada di muka bumi ini tanpa terkecuali, tanpa memandang suku, agama, ras dan antar golongan. 
 
Tidak pernah membeda-bedakan manusia yang satu dengan yang lainnya, baik yang kaya dan miskin, baik yang fisiknya normal maupun cacat, baik yang di belahan bumi utara, selatan, timur dan barat. Semuanya mendapatkan pelayanan yang sama dari matahari, bulan, bintang-bintang, bumi, hewan-hewan, tumbuh-tumbuhan, udara, air, api dan tanah.
 
Ya, seharusnya kita bisa mencontoh untuk bisa bersinergi dengan alam. Mencontoh perbuatan alam pada kita, yang hanya memberi dan tak mengharapkan balasan apapun dari manusia. Mereka berikan secara cuma-cuma alias gratis.
 
Berbagi kebaikan bisa dengan bermacam cara. Sebagai contoh bisa berkarya dengan tulisan yang menginspirasi, memotivasi dan hikayat yang terbaik tentang memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada sesama manusia dan alam semesta. 
 
Atau bisa dengan karya lagu yang bersemangat pantang menyerah dalam menggapai mimpi, atau dengan lagu religi yang mengajak kebaikan dan kepada jalan yang lurus yang Allah ridhai. 
 
Atau dengan perbuatan nyata dengan menyingkirkan paku dijalan, membantu mendorong mobil yang mogok, atau membantu menyeberangkan jalan kepada siapapun yang butuh pertolongan.
 
Atau memberi makanan kepada kakek atau nenek yang tidak mampu lagi bekerja atau kepada orang-orang yang sedang dilanda kelaparan, dan atau memberi makanan berbuka puasa (tajil) kepada orang yang sedang berpuasa.
 
Atau dengan karya ilmiah yang berguna bagi orang banyak, yang banyak dicontohkan oleh penemu-penemu hebat diantaranya ada Thomas Alfa Edison, yang dengan penemuan bola lampunya dapat menerangi dunia sampai dengan saat ini. Ada juga Albert Einstein yang menemukan rumus yang terkenal: E=mc2. Atau penemu di bidang kedokteran seperti Ibnu Sina dan penemu angka nol (0) yaitu Al Khawarizmi dan penemu lainnya yang sudah mengubah dunia ke arah yang lebih baik.
 
Atau di dunia pendidikan dan pengajaran, yaitu menjadi guru misalnya, yang kelak bisa menghasilkan banyak manusia yang jujur, berakhlak mulia, cerdas, pantang menyerah dan mau berbagi ilmu yang di milikinya.
 
Atau membantu anak-anak panti asuhan, anak-anak yatim dan piatu, kaum dhuafa, panti jompo dengan berperan sebagai pengurus dan pengasuh, membantu menyebarkan informasi ke dunia cetak, elektronik dan dunia maya. Membantu dengan harta, tenaga dan waktu, atau apapun hal-hal yang kita perlu bantu bagi saudara-saudara yang membutuhkan uluran tangan kita. 
 
Ya, memberi tidak selalu dengan uang. Bisa dengan kebaikan, ide-ide, karya, nasihat, perhatian, kemampuan, sentuhan, harapan, kasih, sayang dan cinta. 
 
Memberi tidak harus besar, walaupun hanya sekerat roti. Memberi bisa dilakukan dari hal-hal yang kecil dan harus selalu dibiasakan agar kita bisa dan terbiasa menjadi pribadi yang ringan tangan, punya hati yang mudah tersentuh untuk banyak melakukan kebaikan dan banyak menebar manfaat bagi sesama manusia dan alam semesta.
 
Hidup adalah pilihan, jadi pilihlah yang terbaik buat hidup kita yang hanya sementara di dunia ini. Hidup yang sebenarnya adalah hidup yang kekal abadi di akhirat nanti yang kelak akan Allah balas dengan surga yang penuh kenikmatan yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, akibat dari perbuatan baik kita di dunia dahulu. Bukan ganjaran yang penuh siksa dan penderitaan yang Allah berikan akibat perbuatan jahat kita di dunia dahulu.
 
Ya, hanya perbuatan jahat sajalah yang akan Allah balas secara seimbang, bahkan perbuatan baik yang kita lakukan di dunia akan Allah balas secara berlipat ganda. Itulah janji Allah, dan Allah tidak pernah mengingkari janji. 
 
Maka benarlah firman Allah SWT:
 
QS. An-Nisaa (4): 122 - 124
Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan janji Allah itu benar. Siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?
(Pahala dari Allah) itu bukanlah angan-anganmu dan bukan (pula) angan-angan ahli kitab. Barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu dan dia tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong selain Allah.
Dan barangsiapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak di zalimi sedikit pun.
 
Kapan waktunya Allah kasih ganjaran atas perbuatan baik maupun perbuatan jahat? Apakah Allah beri ganjaran perbuatan baik dan buruk hanya nanti di akhirat? Ternyata tidak, Allah akan beri sebagian ganjaran-Nya juga pada saat kita hidup di dunia.
 
QS. Ali Imran (3): 148
Maka Allah memberi mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.
 
QS. An-Nisaa (4): 134
Barangsiapa menghendaki pahala di dunia, maka ketahuilah bahwa di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirat. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Melihat.
 
Kita mungkin pernah melakukan dosa dan kejahatan ataupun perbuatan buruk di dunia ini, tidak ada manusia yang luput dari khilaf dan dosa. Mumpung kita masih hidup di dunia ini maka mohon ampunlah kepada Allah dengan bertobat kepadanya, dan berjanji tidak akan melakukan kejahatan lagi dan menggantinya dengan perbuatan baik yang bermanfaat, serta kembali kepada jalan yang lurus yang Allah ridhai.
 
QS. Al-Maa'idah (5): 39
Tetapi barangsiapa bertobat setelah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
 
Di bulan Ramadan yang penuh rahmat dan berkah serta ampunan ini, dimana melakukan kebaikan dibalas berlipat-lipat ganda, mari sama-sama berbuat amal saleh kepada sesama yang butuh bantuan kita. Dan hanya mengharapkan ridha Allah saja kita sebaiknya membantu. Insya Allah jika kita ridha atas kebaikan yang kita kerjakan, maka Allah pun meridhai-Nya. Aamiin.
 
 
Semoga bermanfaat.... wallahu 'alam bishahwab
 
Ditulis Kembali @Cileungsi Bogor, 28 Mei 2017 / 2 Ramadan 1438 H
 

Jika artikel ini bermanfaat, sila dibagikan dan marilah kita semua sama-sama belajar dan berproses serta berlomba-lomba dalam menyebarkan pesan kebenaran dan kebaikan kepada seluruh alam.

 
Artikel lainnya:
http://hendronoorherbanto.com
 

  • view 94