Hikmah Penciptaan Malam Dan Siang

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Renungan
dipublikasikan 20 Mei 2017
Hikmah Penciptaan Malam Dan Siang

Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang-benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.[hQS. Al-Isrā (17): 12]


 
Pernah berpikir seperti ini tidak? Seandainya setiap hari yang terjadi adalah kondisi malam secara terus menerus tanpa ada sumber energi satu-satunya di tata surya kita yaitu matahari, maka dapat dipastikan semua tanaman tidak lagi berwarna hijau karena tidak bisa berfotosintesis. Bulanpun kehilangan cahayanya sehingga kita tidak bisa melihatnya.
 
Hujanpun tidak akan pernah terjadi karena semua air yang ada di daratan dan lautan tidak pernah menguap ke atmosfir sebagai syarat terjadinya. Dengan keadaan tanpa cahaya dan sinar matahari, suhu di permukaan bumi secara perlahan dan pasti akan melebihi titik beku es yang sangat ekstrim. Apakah ada kehidupan jika keadaannya seperti itu?
 
Atau sebaliknya, yang terjadi adalah kondisi siang hari selama 24 jam secara terus menerus, dari hari ke hari dilanjutkan dari minggu ke minggu, kemudian dari bulan ke bulan, lalu dari tahun ke tahun. Atau mungkin tidak sampai hitungan minggu, bulan dan tahun karena bumi akan kehilangan semua air yang ada di darat dan lautan akibat menguap ke angkasa luar karena lapisan ozon di atmosfir sudah rusak terkena panas matahari yang sangat ekstrim. Termasuk air dan darah yang ada di dalam tubuh manusia akan mendidih melebihi titik didih air.
 
Semua hewan akan mati kehausan dan seluruh tanamanpun akan mati kekeringan atau mungkin asap ada dimana-mana akibat terjadi kebakaran di seluruh bagian bumi. Sanggupkah manusia bisa bertahan hidup tanpa adanya asupan makanan dan minuman untuk dapat diubah menjadi energi jika hewan dan tumbuhan tidak lagi ada?
 
Ya, ternyata kondisi malam dan siang sangat diperlukan semua makhluk hidup yang tinggal di bumi. Bumipun berotasi pada porosnya, sehingga semua bagian bumi secara bergiliran mendapatkan sinar matahari, masing-masing dibagi rata selama 12 jam. Bagian yang tidak terkena sinar matahari menjadi malam dan yang terkena sinar matahari menjadi siang.
 
Rotasi dan revolusi bumi mengelilingi matahari serta rotasi dan revolusi bulan mengelilingi bumi menghasilkan ketetapan perhitungan waktu bagi semua manusia sehingga bisa menentukan waktu dalam satuan detik-menit-jam dan tanggal dalam satuan hari-bulan-tahun.
 
Itulah tanda-tanda kebesaran Allah dalam menciptakan kondisi malam dan siang sehingga semua manusia bisa beristirahat di waktu malam dan berusaha di waktu siang. Adakah tuhan yang lain yang bisa menciptakan keteraturan ini secara berimbang dan harmonis selain Allah?
 
Ya, sesungguhnya dengan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang mau mendengar dan memperhatikan tanda-tanda tersebut. Maukah kita mengambil pelajaran dan hikmahnya?
 
QS. Al-Qasasṣ (28): 71
Katakanlah (Muhammad), "Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar?"
 
QS. Al-Qasasṣ (28): 72
Katakanlah (Muhammad), "Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?"
 
Semoga bermanfaat.... wallahu 'alam bishahwab.
Ditulis @Cileungsi Bogor, 19 Mei 2017 / 22 Sya'ban 1438 H
 

Jika artikel ini bermanfaat, sila dibagikan dan marilah kita semua sama-sama belajar dan berproses serta berlomba-lomba dalam menyebarkan pesan kebenaran dan kebaikan kepada seluruh alam.

 
 

  • view 127