Tegakkan Keseimbangan Dengan Adil

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Agama
dipublikasikan 18 Mei 2017
Tegakkan Keseimbangan Dengan Adil

 


".... Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun. Janganlah kamu berbuat kerusakan di Bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Itulah yang lebih baik bagimu jika kamu orang beriman."

[QS. Al-A'rāf (7): 85]

 
Kehidupan di dunia ini selalu silih berganti layaknya roda kendaraan yang berputar dari tempat asal menuju tempat tujuan. Agar kendaraan dapat terus berjalan, roda tersebut harus terus berputar dari kanan ke kiri dan dari atas ke bawah sampai roda itu terhenti jika telah sampai tujuan.
 
Segala sesuatu yang DIA ciptakan di langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya selalu menghasilkan kata yang berpasangan sekaligus berlawanan. Seperti yang ada (hidup) selalu berasal dari ketiadaan (mati). Atau yang hidup akan berakhir pada kematian.
 
Seperti juga pada kata-kata berikut, kata sehat yang berpasangan dengan lawan katanya yaitu sakit. Muda pasangannya tua. Waktu luang dengan waktu sempit. Kaya dengan miskin. Benar dengan salah. Baik dengan jahat. Manfaat dengan mudharat. Utara dengan selatan. Dan barat dengan timur.
 
Kemudian ada malam dan siang. Ada suka dan duka. Ada bahagia dan kesedihan. Ada kemudahan dan kesulitan. Dan kata-kata lainnya yang menggambarkan bahwa DIA pula yang menciptakan kata-kata di atas tersebut dengan hukum "keseimbangan", seperti yang DIA sampaikan dalam kitab suci:
 
QS. Ar-Rahmān (55): 7-10
Dan LANGIT telah DITINGGIKAN-NYA dan DIA CIPTAKAN KESEIMBANGAN, agar KAMU JANGAN MERUSAK KESEIMBANGAN itu. Dan TEGAKKAN KESEIMBANGAN itu DENGAN ADIL dan JANGANLAH KAMU MENGURANGI KESEIMBANGAN itu. Dan BUMI telah DIBENTANGKAN-NYA untuk MAKHLUK(-NYA),
 
Pada surat Ar-Rahman di atas, kata langit berpasangan dengan kata bumi. Langit identik dengan ketinggian atau berada di atas bumi yang diartikan juga sebagai "langit yang ditinggikan" pada posisi vertikal. Sedangkan kata bumi identik dengan posisi horizontal atau diartikan juga sebagai "bumi yang dibentangkan".
 
Keseimbangan yang dimaksud pada langit dan bumi diibaratkan seperti alat timbangan gantung yang sering kita lihat di pasar-pasar tradisional. Langit berperan sebagai alat timbangan dan bumi sebagai pemberat di sisi kanan dan kiri timbangan.
 
Ilustrasi:
 
                       Langit
                            |
                            |
                            |
____________|____________
Bumi Kiri                Bumi Kanan
 
Keseimbangan dapat terjadi jika di sisi kanan dan kiri timbangan berjumlah sama atau saling meniadakan sehingga menghasilkan angka nol (0).
 
Kiri   Tengah  Kanan
  1          =           1
 
Atau:  1 - 1 = 0
 
Ya, begitulah Allah Yang Maha Adil membuat perumpamaan pada langit dan bumi supaya kita sebagai makhluk yang kosong dan berakal mau memikirkan dan dapat mengambil hikmah serta pelajarannya, agar keseimbangan tetap tegak sampai hari akhir nanti.
 
Lalu, bagaimanakah jika kita sebagai bagian dari makhluk ciptaan-Nya yang bernama manusia berbuat curang dengan mengurangi keseimbangan yang telah tegak itu? Misalnya berbuat tidak adil atau berat sebelah, korupsi, merampok, serakah, mau menang sendiri, dan perbuatan curang atau jahat lainnya.
 
Ya, setiap perbuatan akan kembali kepada pelakunya. Baik perbuatan jahat maupun baik. Sebagai contoh adalah gaya gravitasi. Jika kita lempar buah apel dari bumi ke atas langit pada sudut 0 derajat, pasti buah apel tersebut akan jatuh kembali ke bumi pada sudut 180 derajat dan tepat mengenai orang yang melemparnya. Begitulah hukum sebab akibat berlaku sesuai ketetapan-Nya.
 
Jika perbuatan jahat sudah dibalas secara langsung oleh-Nya saat kita tinggal di bumi seperti contoh melempar buah apel tadi, apakah jika kita kelak mati atau dunia sudah berakhir, perbuatan kita yang belum dibalas oleh-Nya di dunia akan tetap dibalas nanti di akhirat atau tidak?
 
Coba Anda ingat-ingat lagi, kira-kira adakah perbuatan jahat yang merusak keseimbangan yang pernah kita perbuat kepada sesama manusia, hewan, tumbuhan dan alam semesta yang belum dibalas oleh-Nya sekarang ini?
 
Sila tanyakan pada hati nurani Anda sendiri. Apakah mau dibalas di dunia ataukah di hari penghisaban kelak perbuatan kita yang buruk itu, dimana DIA akan mengadili siapapun orangnya dengan seadil-adilnya tanpa merugikan barang sedikitpun walau seberat atom.
 
QS. Al-A'rāf (7): 8-9
Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka, barang siapa berat timbangan (kebaikan)nya, mereka itulah orang yang beruntung, dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.
 
QS. At-Tin (95): 8
Bukankah Allah hakim yang paling adil?
 
Ya, jadilah pribadi yang jujur dan amanah serta tegakkanlah keseimbangan dengan adil.
 
 
Semoga bermanfaat.... wallahu 'alam bishahwab.
 
Ditulis @Cileungsi Bogor, 17 Mei 2017 / 20 Sya'ban 1438 H
 

Jika artikel ini bermanfaat, sila dibagikan dan marilah kita semua sama-sama belajar dan berproses serta berlomba-lomba dalam menyebarkan pesan kebenaran dan kebaikan kepada seluruh alam.

 

 

 
 

- See more at: http://hendronoorherbanto.com/tegakkan-keseimbangan-dengan-adil-detail-47813.html#sthash.4wAerYp7.dpuf

  • view 83