Bumi Bertasbih Memuji Kebesaran-NYA

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Agama
dipublikasikan 13 Mei 2017
Bumi Bertasbih Memuji Kebesaran-NYA


Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tidak ada sesuatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun. 
[QS. Al-Isra' (17): 44]
 

Langit dan bumi serta apa yang ada diantara keduanya adalah tanda-tanda kebesaran Tuhan seluruh alam. DIA ciptakan dengan tujuan yang benar sampai waktu yang ditentukan (hari Kiamat).
 
Bumi adalah tempat tinggal semua manusia, termasuk hewan dan tumbuhan. Ia adalah tempat panggung drama kehidupan setiap orang. Peran protagonis maupun antagonis silih berganti mewarnai bumi sebagai tempat/lokasi dimana para aktor/aktris memainkan perannya.
 
Di bumi juga tempat lahir dan matinya setiap orang. Malam dan siang silih berganti setiap hari masing-masing dalam durasi 12 jam, dimana dengan adanya kondisi tersebut, semua manusia dapat beristirahat dan bekerja.
 
Sesuai judul di atas "Bumi Bertasbih Memuji Kebesaran-NYA", mari sama-sama kita belajar untuk mengenal lebih dekat apakah Bumi itu, yang dalam bahasa Arab dan Inggris dikenal dengan nama yang hampir sama yaitu ardh dan earth, agar kita semua manusia yang lahir, hidup dan mati di bumi ini bisa mendapatkan hikmah dan pelajarannya untuk bersama-sama alam semesta bersinergi dan bertasbih memuji kebesaran-Nya.
 
Kali ini pendekatan pemahamannya, saya ambil dari tulisan saya sebelumnya yang ada kaitannya dengan kalimat tasbih, tahmid dan takbir: 
http://hendronoorherbanto.com/memahami-kalimat-tasbih-tahmid-dan-takbir-detail-46789.html
 
Diceritakan kembali dalam Al-Quran yaitu pada saat Allah menuju langit yang pada masa itu masih berupa asap, DIA memanggil langit dan bumi, apakah mereka berdua mau datang menghadap menurut perintah-Nya dengan patuh ataukah datang dengan terpaksa? Keduanya menjawab, "Kami datang dengan patuh."
 
QS. Fussilat (41): 11
Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa." Keduanya menjawab, "Kami datang dengan patuh."
 
 
1. Bumi Bertasbih
 
Kata "bertasbih" berasal dari kata tasbih yang biasanya diucapkan dengan kalimat subhanallah yang berarti "Mahasuci Allah". Dalam ketaatan kepada Allah, bumi menyadari kekosongan dirinya dengan fisik bumi yang bulat seperti bola atau seperti angka nol (0). Keliling bumi adalah 12.742 km. Luasnya sekitar 510 juta km. Hampir 30 persen terdiri dari daratan dan sisanya adalah lautan.
 
Bumi secara sadar dan sengaja untuk patuh dan tunduk kepada-Nya bahwa ia hanyalah makhluk ciptaan-Nya yang tidak ada apa-apanya (makhluk yang kosong) sebelum ada diciptakan oleh Allah. 
 
QS. Al-Ahzāb (33): 42
dan BERTASBIHLAH kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.
 
 
2. Bumi Memuji-Nya
 
Kata "memuji" atau tahmid biasa diucapkan dengan kalimat alhamdulillah yang berarti "Segala Puji bagi Allah". Terjadinya malam dan siang di bumi adalah kesadaran berikutnya yang bumi tunjukkan untuk patuh dan menyelaraskan diri dengan langit terutama dengan matahari yang dengan sinar yang dipancarkan ke arah bumi menjadikan bumi seimbang menjadi dua bagian, yaitu mempunyai satu sisi terang yang menghadap matahari dan satu sisi gelap yang membelakangi matahari.
 
QS. Al-Furqān (25): 58
Dan bertawakallah kepada Allah Yang Hidup, Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan MEMUJI-NYA. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya,
 
QS. Al-Jātsiyah (45): 36
SEGALA PUJI HANYA BAGI ALLAH, Tuhan (pemilik) langit dan bumi, Tuhan seluruh alam.
 
 
3. Bumi Bergerak Dengan Kebesaran-Nya
 
Kata "kebesaran-Nya" atau takbir biasa diucapkan dengan kalimat Allahu Akbar yang mengandung arti "Allah Maha Besar". Bumi selalu taat dan patuh untuk bergerak atau berjalan memutar berlawanan arah jarum jam, baik berputar pada sumbunya (rotasi) dalam 24 jam dengan kecepatan sekitar 1.670 km/jam dan berputar mengelilingi matahari (revolusi) dalam setahun dengan kecepatan 65.000 mil/jam.
 
QS. Al-Wāqi'ah (56): 96
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama TUHANMU YANG MAHABESAR.
 
QS. Āli 'Imrān (3): 190
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (KEBESARAN ALLAH) bagi orang yang berakal,
 
Ya, bumi pun tidak pernah mengeluh untuk melayani semua makhluk ciptaan-Nya yang lahir, hidup, menetap dan kelak mati di muka bumi ini sampai kehancuran bersama seluruh alam pada peristiwa hari Kiamat nanti.
 
Begitulah Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa serta mau mengambil pelajaran dari ayat-ayat semesta, terutama dari bumi tempat kita menetap dan bersyahadat mengamati tanda-tanda kebesaran-Nya. Maka benarlah firman Allah SWT:
 
QS. An-Naml (27): 86
Apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Kami telah menjadikan malam agar mereka beristirahat padanya dan (menjadikan) siang yang menerangi? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang beriman. 
 
QS. Yūnus (10): 6
Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang, dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di Bumi, pasti terdapat tanda-tanda (kebesaran-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa.
 
 
Semoga bermanfaat.... wallahu 'alam bishahwab.
 
Ditulis @Cileungsi Bogor, 10 Mei 2017 / 13 Sya'ban 1438 H
 

Jika artikel ini bermanfaat, sila dibagikan dan marilah kita semua sama-sama belajar dan berproses serta berlomba-lomba dalam menyebarkan pesan kebenaran dan kebaikan kepada seluruh alam.

 

- See more at: http://hendronoorherbanto.com/bumi-bertasbih-memuji-kebesaran-nya-detail-47545.html#sthash.dekBGzpa.dpuf

  • view 298