Jangan Biarkan Aku Seorang Diri

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Agama
dipublikasikan 13 Mei 2017
Jangan Biarkan Aku Seorang Diri


Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik." [QS. Al-Anbiyā (21): 89]

 
Judul tulisan di atas adalah penggalan dari lagu yang dipopulerkan pertama kali oleh biduanita Diana Nasution di era tahun 1980-an. Ternyata kalimat tersebut sudah tertulis hampir 1500 tahun yang lalu dan ada di dalam kitab suci Al-Quran (Al-Anbiyā ayat 89) yang intinya mengandung doa atau permohonan seorang hamba yang kesepian kepada Tuhan seluruh alam agar diberi keturunan.
 
Setiap Orang dilahirkan dari rahim seorang ibu. Sebelum seorang ibu mengandung selama kurang lebih 9 bulan 10 hari, pembuahan terjadi di dalam rahim yaitu saat bertemunya sperma dan ovum, lalu setelah 8 hari berjalan menuju dinding rahim dan menempel di sana. Yang menempel di dinding rahim itu juga diceritakan dalam Al-Quran di wahyu pertama ayat kedua pada surat Al-Alaq dan dinamakan sebagai alaqah.
 
Setiap orang akan melewati tahap-tahap kehidupan yang sama apapun suku, bangsa, ras maupun agama yang dianutnya. Tidak ada yang berbeda ketika dilahirkan ke muka bumi ini. Dari pencampuran sperma dari ayah ketika menyatu di dalam rahim dengan telur dari ibu, kemudian terlahir sebagai bayi tanpa sehelai benang pun yang menempel di tubuhnya, lalu menjadi balita, kemudian menjadi anak-anak, lalu mengalami masa remaja, kemudian menjadi dewasa, lalu menikah dengan lawan jenisnya untuk berketurunan, kemudian menjadi tua dan pikun serta tulang yang mulai lemah, dan terakhir meninggal di usia lanjut atau sebelum itu, untuk dikuburkan kembali ke dalam tanah. Ya, siklus hidup dan matinya setiap manusia selalu berasal dari sari pati tanah dan akan kembali lagi ke dalam tanah bumi. Innaa lillahi wa innaa ilaihi raajiuun.
 
QS. Al-Hajj (22): 5
Wahai manusia! Jika kamu meragukan (hari) Kebangkitan, maka sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna agar Kami jelaskan kepada kamu; dan Kami tetapkan dalam rahim menurut kehendak Kami sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai kepada usia dewasa, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (ada pula) di antara kamu yang dikembalikan sampai usia sangat tua (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air (hujan) di atasnya, hiduplah bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah.
 
QS. Gafir (40): 67
Dialah yang menciptakanmu dari tanah, kemudian dari setetes mani, lalu dari segumpal darah, kemudian kamu dilahirkan sebagai seorang anak, kemudian dibiarkan kamu sampai dewasa, lalu menjadi tua. Tetapi di antara kamu ada yang dimatikan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) agar kamu sampai kepada kurun waktu yang ditentukan, agar kamu mengerti.
 
Allah menciptakan manusia berpasangan antara lawan jenisnya sendiri mengandung hikmah bahwa setiap orang butuh pendamping hidup agar tidak lagi kesepian dan merasa tenteram dan dengan maksud agar bisa menghasilkan keturunan dan saling waris mewarisi.
 
Allah, Tuhan seluruh alam selalu menciptakan segala sesuatu secara seimbang dan berpasangan. Kata berpasangan selalu berdampingan dengan kata yang berlawanan, seperti: langit-bumi, malam-siang, baik-buruk, timur-barat, utara-selatan, kanan-kiri, benar-salah, pahala-dosa, hidup-mati, dan lain sebagainya, termasuk pada manusia dengan diciptakannya laki-laki yang berpasangan dengan lawan jenisnya yaitu perempuan.
 
QS. Fātir (35): 11
Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuz). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.
Tidak hanya manusia yang berketurunan, hewan dan tumbuhanpun diciptakan agar bisa mempunyai keturunan secara berpasangan juga yaitu pada hewan melalui perkawinan antara jantan-betina, sedangkan pada tumbuhan melalui perkawinan benang sari-putik. Itu semua dimaksudkan agar keseimbangan alam terus terjaga sampai waktu yang telah ditentukan, yaitu sampai alam semesta menemui kehancurannya nanti (hari Kiamat).
 
Seluruh alam semesta, baik yang ada di langit dan di bumi serta apa yang ada di antara keduanya, ternyata tidak ada yang diciptakan hidup seorang diri, semuanya pasti mempunyai pasangan hidupnya untuk dapat bertasbih memuji Nama-Nya dan bersinergi secara harmonis. Termasuk pada ciptaan-Nya yang bernama manusia yang juga punya pasangan hidup dari jenisnya sendiri agar merasa tenteram dengan penuh kasih dan sayang serta agar bisa melanjutkan keturunan dari generasi ke generasi dalam naungan rahmat-Nya sebagai bukti dari tanda-tanda kebesaran-Nya. Ya, DIA-lah ahli waris yang terbaik.
 
QS. Ar-Rūm (30): 21
Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.
 
QS. Maryam (19): 40
Sesungguhnya Kamilah yang mewarisi bumi dan semua yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami mereka dikembalikan.
 
https://youtu.be/ebQbQgCekxg
 
Sumber:
Buku: DIA Dimana-mana - "Tangan" Tuhan Dibalik Setiap Fenomena. M. Quraish Shihab. Penerbit Lentera Hati. 2004.
 
 
Semoga bermanfaat.... wallahu 'alam bishahwab.
Ditulis @Cileungsi Bogor, 12 Mei 2017 / 15 Sya'ban 1438 H
 

Jika artikel ini bermanfaat, sila dibagikan dan marilah kita semua sama-sama belajar dan berproses serta berlomba-lomba dalam menyebarkan pesan kebenaran dan kebaikan kepada seluruh alam.
 

- See more at: http://hendronoorherbanto.com/jangan-biarkan-aku-seorang-diri-detail-47565.html#sthash.wxlE1Kz8.dpuf

  • view 91