The Time Elapsing on to Ruination

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Renungan
dipublikasikan 29 April 2017
The Time Elapsing on to Ruination

 
The universe and all in it is the creation of God the all Mighty and the Creator who regulates properly and balanced.
 
Human, animals and plants are the residents of earth that move the opposite direction of clock-wise rotating in 24 hours a day and evolving the sun in 365 days a year.
 
In a year run is marked with the change of one year, example 2016 + 1 becomes 2017.
 
The moon evolves in 30 days or a month time and concludes in a year. There are 12 names of months that we all know: January, February, March, April, May, June, July, August, September, October, November, and December.
 
The Day wants to have its own name and meaning in a week: Sunday, Monday, Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, and Saturday. They can be narrowed into smaller unit called Hour. One day is 24 hours. And hour can be devided into night and day. Hour can be turned into minutes. One hour is 60 minutes. And minute can turn into second. One minute is 60 seconds.
 
If all the time units work synergizedly and collaboratively, all events and occassions are well recorded as we experience it. The time marks one's birth; age marks one's death. Time evolves in past, present, and future forms.
 
Time can also be predicted into what has happened and occurred because it is Allah's regulations which has never changed since the Great Explotion "Big Bang" until the time you are reading this and until later all destroyed including the "time" itself in what so-called the end of the day (resurrection).
 
If you realize people are now actually riding their vehicle of time during their life now because time is created to take people back to the Creator Allah through good and bad things they do in life.
 
If we can feel that time really flies so quickly, do we still want to play around with it? Wasting time given to us and not using it wisely and possitively? Using time but only for wrong doings and making sins such as skipping the 5-time prayers which actually take only 5 minutes in doing each?
 
In fact, Allah promises by time that if we don't use time wisely to advise each other to truth and to patience we are in loss.
 
Allah wants mankind to not waste time doing useless things and particularly making sins.
 
Yes, the time is eternalized in the holy Qur'an so it is true what Allah commands: "By time. Indeed mankind is in loss. Except for those who have believed and done righteous deeds and advised each other to truth and advised each other to patience." [Al-'Ashr (103): 1-3]
 
If we already have understood and comprehended about time, you who believed, do only good things as many you can do whereever, whenever, to whomever as time is elapsing into ruination one day and we dont know when it occurs.
 
Also, doing good deeds truly still needs to be followed by patience.
 
So, let's learn to use time wisely and really well, because time will never return and is elapsing to ruination.
 
May be useful....wallahu a'lam bishahwab.
 
Warm Regards,
HNH
 
Translator: Jalu Noor Cahyanto
 
__________________________________

Sang Waktu Yang Terus Berlalu Menuju Kehancuran
Oleh: Hendro Noor Herbanto

Alam semesta dan seisinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Menguasai dan Maha Menciptakan segala sesuatunya secara teratur dan berimbang.

Manusia, binatang dan tumbuhan adalah penghuni dari planet bumi yang terus berputar berlawanan arah jarum jam pada dirinya (berotasi) dalam sehari semalam atau sebanyak 24 jam dan berputar mengelilingi matahari (berevolusi) dalam satu kali putaran penuh sebanyak 365 hari (satu tahun).  

Dalam satu tahun ditandai dengan bergantinya tahun dalam satuan angka, misalnya tahun 2016 + 1 tahun menjadi tahun 2017.

Bulan pun berputar mengelilingi bumi sebanyak 30 hari atau dalam satu bulan dan jika dirangkum dalam satu tahun, ada 12 nama bulan yang kita kenal. Setiap bulan sepanjang tahun dalam tahun Masehi, sang bulan pun berganti nama menjadi nama-nama sebagai berikut: Januari, Februari, Maret, April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, Oktober, November dan Desember.

Hari pun ingin punya arti dan nama untuk melengkapi semua kejadian yang terjadi selama satu minggu atau menjadi nama-nama hari: Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at dan Sabtu.

Hari pun ternyata bisa dibagi lagi menjadi satuan yang lebih kecil lagi yang dinamakan dengan Jam. Satu hari ditandai dengan berlalunya waktu selama 24 jam. Dalam 24 jam dibagi lagi menjadi dua bagian. Bagian pertama menjadi malam (12 jam) dan bagian kedua menjadi siang (12 jam).

Jam pun masih bisa dibagi menjadi satuan menit. Dalam satu jam sama dengan berlalunya waktu selama 60 menit. Menit pun demikian masih bisa dibagi menjadi satuan detik. Dalam satu menit sama dengan berlalunya waktu selama 60 detik.

Jika semua nama-nama waktu tersebut di atas bersinergi dan berkolaborasi menjadi suatu kejadian, alangkah tepat dan tercatat semua kejadian di alam semesta ini yang sudah terjadi dan sedang kita alami.

Waktu bisa menandakan kelahiran seseorang, umur kita saat ini maupun menandakan kematian seseorang.

Waktu bisa berubah bentuk menjadi waktu yang telah berlalu (kemarin), waktu yang sedang kita alami (sekarang) dan waktu yang akan datang (besok).

Waktu pun bisa kita prediksi kapan kejadian yang telah berlalu maupun kejadian yang akan terjadi nanti, karena waktu adalah sunatullah Allah yang merupakan ketetapan/hukum Allah yang tidak akan pernah berubah ketetapan/hukum tersebut sejak pertama kali diciptakan saat "Ledakan Besar (Big Bang)", sampai sekarang saat anda membaca tulisan ini dan sampai saat dihancurkannya segala sesuatunya termasuk "waktu" dalam peristiwa hari Kiamat.

Manusia pun saat ini sedang mengendarai kendaraan yang dinamakan kendaraan waktu. Ia bisa kita naiki saat ini, yaitu saat kita hidup di dunia saja. Karena sang waktu tercipta memang untuk menghantarkan manusia kembali kepada Allah dengan melakukan kebaikan dan keburukan di sepanjang hidupnya.

Jika memang waktu itu terasa cepat berlalu tanpa kita sadari, apakah kita masih mau bermain-main dengan sang waktu?

Apakah kita masih mau menggunakan kendaraan waktu dengan semaunya saja? tidak menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya? Membuang waktu dengan hal yang tidak berguna? Menyia-nyiakan waktu yang terus berlalu dan tidak bisa kembali lagi dengan banyak perbuatan dosa?

Apalagi meninggalkan kewajiban shalat lima waktu yang satu kali shalatnya hanya sekitar lima menit saja?

Padahal Allah-pun berjanji dengan yang namanya "waktu (masa)" bahwa jika kita tidak menggunakan waktu di dunia dengan sebaik-baiknya untuk saling menasehati dalam "kebenaran" dan menasehati dalam "kesabaran", maka kerugianlah yang akan kita dapatkan.

Allah ingin manusia jangan menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang tidak berguna, apalagi melalaikan dan menggunakan waktu dengan banyak perbuatan dosa.

Ya, sang waktu-pun namanya diabadikan dalam kitab suci Al-Qur'an.

QS. Al-'Ashr (103): 1-3
Demi masa. Sesungguhnya, manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.

Jika sudah mengerti dan memahami tentang keberadaan Sang Waktu, wahai orang-orang yang beriman, perbanyaklah melakukan kebaikan dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun tanpa memandang status, suku, agama, ras dan antar golongan di dunia ini yang diliputi dengan sang waktu yang terus berjalan menuju kehancurannya kelak, karena kita tidak pernah tahu kapan hari kehancuran itu terjadi.  
 
Melakukan "kebaikan" pun menurut Allah masih harus dibarengi dengan "kesabaran" di dalam mengerjakannya.

Setelah membaca tulisan ini, mulai sekarang, mari sama-sama belajar menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya, karena sang waktu tidak bisa kembali lagi dan sang waktu akan terus berlalu menuju kehancuran.


Semoga bermanfaat.... wallahu a'lam bishahwab.

Salam Hangat,
HNH

- See more at: http://hendronoorherbanto.com/the-time-elapsing-on-to-ruination-detail-46670.html#sthash.eEtCdSAf.dpuf

  • view 53