Setiap Orang Adalah No. 1

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 19 April 2017
Setiap Orang Adalah No. 1

Apapun pilihannya dan siapapun yang nanti menang maupun kalah, itulah pilihan yang terbaik yang sudah Tuhan berikan kepada kita semua.

Yang menang harus tetap membumi dan jaga amanah dengan penuh tanggung jawab. Yang kalah harus berlapang dada dan beri selamat kepada yang menang. Rangkul, peluk, dan bergandeng tangan dengan penuh rasa damai, aman, lega, tentram dan tidak ada dendam serta kebencian.

Kalah dan menang adalah hal biasa dalam kompetisi dan kedewasaan kita berdemokrasi. Dan pada diri setiap orang sebenarnya tidak ada mengenal kata "kalah"  karena kita dilahirkan sebagai seorang "pemenang" saat melebur di rahim ibu kita.

Ya, setiap manusia yang terlahir dan hidup di muka bumi ini pasti berasal dari rahim seorang ibu dimanapun ia berada.

Kata "Rahim" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah kantong selaput dalam perut, tempat janin (bayi); peranakan; kandungan. Contoh dalam kalimat: "Ayahnya meninggal dunia ketika ia masih dalam -rahim- ibunya."

Kata "Rahim" juga terdapat pada kalimat "Basmalah" yang artinya "Maha Penyayang".

QS. Al-Fatihah (1): 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.

Ar-rahim juga merupakan salah satu dari asmaul husna atau nama-nama yang baik dan indah selain nama Allah.

Tetapi kenapa kata rahim tidak tersurat dalam Al-Quran seperti surat Ar-Rahman ya? Apakah ia tersirat dalam sunatullah-Nya? Lalu kenapa ia ada pada diri seorang ibu dan tidak ada pada diri seorang ayah? Dan apakah ada hubungannya dengan proses penciptaan manusia? Mari kita sama-sama belajar untuk memahaminya.

Penciptaan manusia adalah salah satu Kebesaran Allah yang terhampar di antara langit dan bumi. Manusia tadinya tidak ada (mati), kemudian terlahir ke dunia dan menjalani kehidupan atas peran ayah dan ibu melalui suatu proses bertemunya sel telur dan sel sperma (hidup).

Kemudian semua manusia pasti akan menemui ajalnya nanti (mati) dengan berbagai cara, kapan matinya dan sedang melakukan apa saat maut datang menjemput. Lalu dibangkitkan oleh Allah di alam akhirat untuk dimintakan pertanggungjawaban atas semua perbuatan kita di dunia dahulu, apakah kelak akan beroleh surga ataukah neraka (hidup).

QS. Al-Baqarah (2): 28

كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَكُنْتُمْ أَمْوَاتًا فَأَحْيَاكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia menghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

Ya, kita semua akan mengalami dua kali mati dan dua kali hidup. Perjalanan kita di dunia sekarang ini baru setengahnya yaitu sudah satu kali mati (tadinya tidak ada) dan sedang satu kali hidup atau sedang menjalani kehidupan di dunia sekarang ini.

Kita sedang menunggu setengahnya lagi yaitu satu kali merasakan yang namanya mati, kemudian nanti dihisab perbuatan kita untuk satu kali hidup di neraka ataukah di surga. Kemudian semuanya akan kembali kepada Allah, Tuhan seluruh alam.

Penciptaan manusia oleh Allah, prosesnya adalah sebagai berikut:

Ketika haid pertama kali mulai datang pada perempuan di usia antara 12 sampai 14 tahun, dimana alat reproduksi mulai berfungsi yang ditandai dengan mulai bekerjanya hormon-hormon.

Setiap bulannya setelah berhenti haid, sebutir telur keluar dari indung telur perempuan antara dua siklus haid (28 hari). Jika telur tidak dibuahi oleh sperma maka tidak terjadi kehamilan, yang terjadi adalah haid.

Pertemuan antara ovum (telur) dengan spermatozoa terjadi di saluran telur. Kemudian telur yang sudah dibuahi (zygote) berjalan selama delapan hari menuju rahim dan menempel di dinding rahim berupa segumpal darah. Inilah yang dinamakan "Alaqah".

QS. Al-'Alaq (96): 1-2

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (alaqah).

Spermatozoa, diproduksi di dalam buah zakar laki-laki sebanyak 1.000 ekor per detik atau 100 juta per hari. Panjangnya sekitar 0,06 mm. Bentuknya seperti kecebong atau anak katak yang ada kepala dan ekor yang memanjang.

Dia bergerak dengan gerakan spiral yaitu mendepak air dengan ekornya. Di dekat kepalanya, ada leher yang siap putus jika kepalanya sudah masuk menembus telur (ovum).

Spermatozoa jumlahnya mencapai 300 juta dalam sekali pancar. Dari jumlah tersebut banyak yang mati setelah berjalan sejauh 9 mil (kalau ia sebesar manusia).

Yang dapat melihat rumahnya/ovarium/sel telur pertama kali sekitar 10 ekor sperma, padahal waktu yang diberikan hanya 2 hari setelah ovum keluar dari indung telur. Dan yang dapat menembus Ovarium/Sel Telur hanya 1 ekor sperma saja.

Inilah "Sang Pemenang" yang mengalahkan 300 juta ekor sperma lainnya. Ya, saya, anda, kita, mereka dan siapapun orangnya adalah para pemenangnya, baik yang nanti akan memilih maupun yang akan dipilih menuju rahim ibu kota Jakarta.

Siapapun yang nantinya akan memimpin Jakarta, jadilah pemimpin yang tahu asal usul diri kita yaitu berasal dari air yang hina yang diletakkan di dalam rahim.

QS. Al-Mursalat (77): 20-21

أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ
فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَكِينٍ

Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (mani), kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kukuh (rahim),

Janganlah sombong dan semena-mena berbuat kerusakan di bumi ini karena jabatan itu hanyalah titipan semata.

QS. Al-Isra (17): 37

وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا

Dan janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung.

QS. Luqman (31): 18

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.

Jadilah pemimpin yang membumi (down to earth), jujur, adil dan dapat dipercaya serta melayani dan melindungi rakyat "Ibu Kota" Jakarta layaknya seorang ibu yang melindungi bayinya di dalam rahim dengan penuh kasih dan sayang.

Ya, kita semua adalah sang pemenang itu. Ya, setiap orang adalah no. 1.

#YouTube: Queen - We Are The Champions
https://youtu.be/Ev4pwFMaZQc


Semoga bermanfaat….wallahu ‘alam bishawab.

HNH
Ditulis kembali @Cileungsi Bogor, 19 April 2017 / 23 Rajab 1438 H

  • view 68