Baca-Tulis Sebagai Ciri Manusia Modern

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 15 Maret 2017
Baca-Tulis Sebagai Ciri Manusia Modern

 

Bersilaturahmi sekarang ini sudah demikian mudahnya, tinggal chatting di berbagai aplikasi online tanpa harus bertemu di suatu tempat. Dunia bisnis juga demikian, sudah mulai bisa bertransaksi jual-beli secara realtime online. Bahkan transportasipun sudah online dengan menjamurnya ojek online, baik menggunakan motor maupun mobil. Dunia sudah tidak berjarak lagi dan seperti desa kecil saja. Menghubungkan satu sama lain dimana saja dan kapan saja.
 
Di zaman modern ini semuanya serba instan dan bertehnologi canggih. Bahkan bisa dikatakan baca-tulis adalah ciri dari manusia modern. Lihatlah bagaimana chatting maupun aplikasi bisnis sudah menggunakan media sosial seperti Whatsapp, Facebook, Instagram, Twitter dan lainnya dan menjadi bagian dari ciri manusia modern tersebut.
 
Ya, dunia online adalah dunianya membaca dan menulis sebagai ciri manusia modern yang ternyata cikal bakal ciri ini sudah dipraktekkan hampir 1.500 tahun yang lalu oleh seorang yang sedari kecil sudah menjadi yatim piatu. Dialah Nabi Muhammad Saw yang dimaksud itu.
 
Bagaimana cara belajar dan berprosesnya beliau dalam hal baca-tulis? Yuk kita ikuti kisahnya yang sumbernya diambil dari Al-Qur'an yaitu wahyu pertama sampai kelima.
 
Nabi Muhammad Saw saat menerima wahyu pertama yaitu surat Al-Alaq ayat 1 sampai 5, secara langsung mendapat perintah membaca (Iqra) dari Allah yang tersurat disebutkan di ayat 1 dan 3 serta cara menulis melalui perantaraan kalam (ayat ke 4).
 
QS. Al-'Alaq (96): 1-5
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
 
Mengapa nabi diperintahkan untuk membaca? Padahal beliau adalah nabi yang ummi alias tidak bisa membaca apalagi menulis. Apakah Rasulullah selamanya tidak bisa baca-tulis sampai beliau wafat? Ternyata tidak selamanya beliau ummi. Di wahyu kedua yaitu surat Al-Qalam yang artinya "Pena" menyiratkan bahwa beliau sedang belajar baca-tulis secara langsung dari Allah melalui perantaraan Malaikat Jibril. Pena adalah alat untuk menuliskan tulisan pada suatu wadah yang bisa ditulis. Contohnya adalah pulpen dan pensil.
 
QS. Al-Qalam (68): 1-6
Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan, berkat nikmat Tuhanmu, kamu (Muhammad) bukanlah orang gila. Dan sesungguhnya bagi kamu benar-benar pahala yang besar yang tidak ada putus-putusnya. Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang luhur. Maka kelak kamu akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat, siapa di antara kamu yang gila.
 
Lalu di wahyu yang turun di urutan ketiga adalah surat Al-Muzzammil (ayat 1 sampai 6) yang artinya "Orang yang berselimut" yang menjelaskan tentang keutamaan bangun malam untuk shalat tahajud dan cara belajar dan berproses untuk memahami Al-Qur'an dengan cara tartil (dengan membacanya secara perlahan-lahan). Karena bangun di waktu malam itu lebih tepat dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
 
QS. Al-Muzzammil (73): 1-6
Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah di malam hari, kecuali sedikit, (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu. Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (tartil). Sesungguhnya Kami akan menurunkan kepadamu perkataan yang berat. Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.
 
Kemudian wahyu keempat yaitu surat Al-Mudatstsir (ayat 1 sampai 7) yang artinya juga sama seperti wahyu ketiga yaitu "Orang yang berselimut", yang menjelaskan perintah kerasulan Muhammad untuk menyampaikan risalah dan memberi peringatan kepada seluruh manusia dari hasil proses membaca dan menulis.
 
QS. Al-Mudatstsir (74): 1-7
Hai orang yang berselimut, bangunlah, lalu beri peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk Tuhanmu, bersabarlah.
 
Setelah wahyu pertama, kedua, ketiga dan keempat turun, ternyata wahyu kelima adalah wahyu yang utuh diturunkan sebagai satu surat, dimana surat tersebut adalah inti dari bacaan shalat yang sering disebut ummul kitab dari Al-Qur'an sebagai pedoman hidup kita, yaitu surat Al-Fatihah.
 
QS. Al-Fatihah (1): 1-7
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Pemilik hari Pembalasan. Hanya kepada Engkau-lah kami menyembah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan. Tunjukkanlah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
 
Kemudian beliau berangsur-angsur mulai belajar membaca dan menulis huruf melalui berbagai ayat di berbagai surat, yang di awal ayat pertamanya hanya menunjukkan lambang dari huruf hijaiyah, antara lain:
  • Alif lam mim
  • Alif lam mim shad
  • Alif lam raa
  • Alif lam mim raa
  • Kaf ha ya 'ain shaad
  • Tha ha
  • Ya sin
  • Shad
  • Qaf
  • Nun
 
Ya, Nabi Muhammad Saw hanya membawa risalah dan cara belajar baca-tulis bagi umat manusia dimanapun ia berada untuk menjadi manusia paripurna yang mau menggunakan potensi akal kecerdasannya dan hati yang bersih secara simultan untuk memahami tanda-tanda kebesaran-Nya.
 
Semoga kita semua bisa mencontoh dan meneladani cara belajar dan berproses dari seorang nabi yang ummi yang tidak bisa baca-tulis menjadi nabi yang jenius secara keilmuan dan juga berakhlak mulia serta mau membagikan pengetahuan dan ilmunya kepada sesama manusia dan seluruh alam.
 
Dan bagi siapapun orangnya yang tidak mau belajar membaca dan menulis hal apapun serta tidak mau mengikuti perkembangan zaman, maka dapat dipastikan ia akan tertinggal jauh di belakang dan mulai tergilas roda zaman yang tanpa ampun akan membuatnya terkapar lalu akan mati secara perlahan-lahan.
 
 
Semoga bermanfaat... Wallahu a’lam bishshawab
 
Salam hangat,
HNH
 
Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia, 15 Maret 2017 / 16 Jumadil Akhir 1438 H

- See more at: http://hendronoorherbanto.com/baca-tulis-sebagai-ciri-manusia-modern-detail-43880.html#sthash.EihKcm7J.91Rf1ljI.dpuf

  • view 126