DIA Memelihara Dua Timur Dan Dua Barat

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Inspiratif
dipublikasikan 2 bulan lalu
DIA Memelihara Dua Timur Dan Dua Barat

Allah adalah Tuhan Yang Maha Adil. Dia ada di awal dan juga di akhir. Dia Maha Mengetahui yang tampak (lahir) dan gaib (tersembunyi). Dia ada di langit dan di bumi. Dan Dia ada di dua timur dan dua barat.
 
QS. Ar-Rahmān (55): 17
Tuhan (yang memelihara) dua timur dan Tuhan (yang memelihara) dua barat.
 
Mengapa Allah menginformasikan bahwa Diri-Nya yang memelihara dua timur dan dua barat ya? Bukankah jika kita amati dari bumi pada saat ini di saat anda sedang membaca tulisan ini hanya ada satu timur dan satu barat saja? Apakah Allah sedang memancing kita para ulul albab (orang-orang yang berakal) untuk memikirkan semua ciptaan-Nya? Sepertinya demikian, seperti yang Dia sampaikan di ayat-Nya berikut ini.
 
QS. Āli 'Imrān (3): 190
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,
 
Matahari adalah sumber segala sumber bagi semua manusia, termasuk makhluk hidup lainnya yang hidup dan menetap di planet bumi. Bumi berotasi dari arah barat ke arah timur sehingga menghasilkan malam dan siang hari. Selain itu bumi juga mengelilingi matahari (berevolusi) selama satu tahun, dimana setiap harinya di belahan bumi manapun selama 365 hari matahari akan selalu terbit dari timur dan terbenam di barat.
 
Ya, semua manusia adalah para pengamatnya yang menyaksikan (bersahadat) hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun dari terbit dan terbenamnya matahari dari bumi sebagai medan pengamatannya.
 
Itulah mengapa di ayat ke-17 surat Ar-Rahman, Allah menginformasikan bahwa Dialah (yang memelihara) dua timur dan dua barat karena tanpa tunduknya bumi, bulan dan matahari untuk tetap patuh dalam pemeliharaan-Nya, maka dapat dipastikan tidak akan pernah terjadi malam hari untuk beristirahat dan siang hari untuk berusaha.
 
Dia mengistilahkan dengan dua timur dan dua barat karena bentuk dari bumi yang bulat dan agak lonjong di kedua kutubnya sehingga ia bisa berputar dan menghasilkan malam yang dimulai saat matahari terbenam dan siang yang dimulai saat matahari terbit sebagai kondisi yang kita alami setiap harinya.
 
QS. Luqmān (31): 29
Tidakkah engkau memperhatikan, bahwa Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar sampai kepada waktu yang ditentukan. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.
 
Misalkan kita yang berada di belahan bumi Indonesia sedang mengalami malam hari maka akan ada arah satu timur dan satu barat. Kondisi sebaliknya yang berada di belahan bumi Amerika sedang mengalami siang hari maka arah timur dan baratpun hanya ada satu.
 
Demikian pula pada saat matahari terbit di Indonesia di ufuk timur, maka saat bersamaan di Amerika matahari terbenam di ufuk barat. Begitu juga jika di Amerika matahari sedang terbit di pagi hari maka saat bersamaan di Indonesia matahari sedang terbenam di sore hari.
 
Dari dua kondisi yang berbeda dan bersamaan terjadinya secara real time online, maka benarlah apa yang Dia firmankan bahwa Dialah Tuhan yang memelihara dua timur dan dua barat.
 
Maka dari itu sesuai hadist yang diriwayatkan Bukhari-Muslim bahwa Rasulullah Saw melarang kita untuk shalat setelah shalat subuh hingga matahari terbit, dan setelah shalat asar hingga matahari terbenam agar kita semua para ulul albab mau memperhatikan, memikirkan dan memahami bahwa syahadatnya pada terbit dan terbenamnya matahari di dua timur dan di dua barat adalah tanda-tanda kebesaran-Nya.
 
QS. Al-Isrā (17): 12
Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran Kami), kemudian Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang-benderang, agar kamu (dapat) mencari karunia dari Tuhanmu, dan agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas.
 
Semua ciptaan-Nya pasti bermanfaat dan tidak ada yang sia-sia. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kalian dustakan?
 
QS. Āli 'Imrān (3): 191
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
 
QS. Ar-Rahmān (55): 18
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
 
·YouTube: Once - Simpony Yang Indah
 
Semoga bermanfaat... Wallahu a’lam bishshawab
 
Salam hangat,
HNH
 
Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia, 4 Maret 2017 / 4 Jumadil Akhir 1438 H

- See more at: http://hendronoorherbanto.com/dia-memelihara-dua-timur-dan-dua-barat-detail-43274.html#sthash.AMKLXKD0.dpuf

Dilihat 169