E = mc2

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Inspiratif
dipublikasikan 08 Januari 2017
E = mc2

Ada yang menarik perhatian saya tentang turunnya para malaikat ke bumi untuk menyampaikan satu berita baik dan satu berita buruk kepada Nabi Ibrahim yang saat itu para malaikat tidak mau memakan makanan yang disuguhkan kepada mereka, seperti yang diceritakan kembali di dalam Al-Quran.
 
QS. Hud (11): 69-70
Dan para utusan Kami (para malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, "Selamat." Dia (Ibrahim) menjawab, "Selamat (atas kamu)." Maka tidak lama kemudian Ibrahim MENYUGUHKAN DAGING ANAK SAPI yang dipanggang. Maka ketika dilihatnya TANGAN MEREKA TIDAK MENJAMAHNYA, dia (Ibrahim) mencurigai mereka, dan merasa takut kepada mereka. Mereka (malaikat) berkata, "Jangan takut, sesungguhnya kami diutus kepada kaum Lut."
 
QS. Az-Zaariyaat (51): 24-27
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, "Salaman (Salam)" Ibrahim menjawab, "Salamun (salam)". (Mereka itu) orang-orang yang belum dikenalnya. Maka diam-diam dia (Ibrahim) pergi menemui keluarganya, kemudian DIBAWANYA DAGING ANAK SAPI GEMUK (yang dibakar), lalu dihidangkannya kepada mereka (TETAPI MEREKA TIDAK MAU MAKAN). Ibrahim berkata, "Mengapa tidak kamu makan."
 
Mengapa para malaikat tidak mau memakan suguhan daging anak sapi panggang yang disediakan Nabi Ibrahim tersebut ya? Apakah para malaikat sedang berpuasa? Atau apakah para malaikat tersebut adalah makhluk yang tidak mempunyai hawa nafsu sehingga tidak mempunyai keinginan terhadap suguhan daging anak sapi gemuk yang dibakar? 
 
Yuuk sama-sama kita cari tahu jawabannya dengan pendekatan rumus Einstein yang terkenal, yakni teori relativitas umum yang menyatakan kesetaraan antara energi dengan massa benda dan kecepatan cahaya.
 
       E = mc2
 
E = Energi
m = massa (materi)
c = celeritas (yang dirujuk dari dari bahasa Latin) yang berarti "Kecepatan" yaitu kecepatan cahaya yang selalu konstan.
 
Teori ini menyatakan bahwa tidak ada materi atau benda yang mampu berjalan melebihi cahaya. Jika ada suatu benda yang berjalan mencapai kecepatan cahaya, berarti benda itu sudah berubah dari materi menjadi energi.
 
Nabi Ibrahim adalah seorang manusia. Manusia berasal dari saripati tanah. Manusia adalah makhluk materi karena diciptakan Allah dari tanah yang juga mempunyai unsur materi. 
 
QS. Al-Mu'minūn (23): 12
Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah.
 
QS. As-Sajdah (32): 7
yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah,
 
Manusia butuh asupan makanan untuk diolah sedemikian rupa melalui proses metabolisme di dalam tubuh guna menghasilkan energi.
 
Sumber makanan bagi manusia bisa berasal dari hewan seperti: daging, ikan, susu, telur dan lainnya. Sedangkan yang berasal dari tumbuhan adalah sayur mayur dan buah-buahan. 
 
Cahaya/sinar matahari yang menyinari bumi adalah satu-satunya sumber energi bagi kelangsungan semua makhluk hidup yang tinggal di atasnya. Untuk memproleh sumber energi matahari ini, salah satunya melalui rantai makanan, yaitu dari tumbuhan kemudian hewan lalu manusia. 
 
Cahaya matahari membantu terjadinya proses fotosintesis pada tumbuhan yang menghasilkan zat hijau daun yang kemudian dikonsumsi secara langsung oleh manusia maupun tidak langsung yaitu dengan mengkonsumsi hewan hingga kemudian manusia bisa mempunyai energi potensial yang siap digunakan untuk berpikir dan bergerak.
 
Sedangkan malaikat adalah makhluk yang diciptakan Allah dari cahaya, seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut.
 
Malaikat itu diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepadamu semua. 
(HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
 
Selain diciptakan dari cahaya, malaikat bisa melesat dengan sangat cepatnya, seperti yang diterangkan dalam ayat-ayat berikut ini:
 
QS. An-Nāzi'āt (79): 3-4
Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat. Dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang.
 
QS. Al-Ma'ārij (70): 4
Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.
 
Kecepatan yang paling cepat di seluruh dunia adalah "Kecepatan cahaya". Perumpamaan dari kecepatan cahaya yang bisa kita saksikan sehari-hari adalah sinar/cahaya matahari. Cahaya matahari melesat dengan sangat cepatnya saat detik pertama sinarnya terbit di ufuk timur dengan kecepatan 299.792,5 km/detik atau dibulatkan menjadi 300.000 km/detik.
 
Ya, cahaya adalah salah satu bentuk transformasi dari energi. Itulah mengapa malaikat tidak menyentuh makanan yang disuguhkan Nabi Ibrahim karena malaikat sudah berbentuk sebagai makhluk energi yang tidak lagi butuh asupan makanan.
 
Sumber:
http://sudut-buku.blogspot.co.id/2011/12/apa-sih-e-mc2.html?m=1
 
 
Semoga bermanfaat... Wallahu a’lam bishshawab
 
Salam hangat,
Hendro Noor Herbanto
 
Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia, 07 Januari 2017 / 08 Rabi'ul Akhir 1438 H
 

- See more at: http://hendronoorherbanto.com/e-mc2-detail-40732.html#sthash.CwlMWTth.dpuf

  • view 81