Renungan Akhir Tahun: Banyak Mengingat Mati

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Renungan
dipublikasikan 31 Desember 2016
Renungan Akhir Tahun: Banyak Mengingat Mati

Siapapun orangnya yang hidup di belahan bumi manapun dan terlahir dari rahim seorang ibu, kelak pasti akan merasakan mati. 
 
Kapankah waktu terjadinya kematian itu? Apakah kematian itu bisa kita ulurkan waktunya barang satu tahun? Atau satu hari? Atau satu jam? Atau satu menit? Atau satu detik pun? Ya, ternyata kita tidak pernah tahu kapan datangnya kematian itu.
 
Apakah kita sudah tahu dimana kita nanti akan mati? Atau apakah kita bisa tahu saat kematian datang menjemput, terjadinya saat kita berada di darat atau di laut atau di udara? Ya, kita tidak pernah tahu dimana kita akan mati.
 
Apakah kita juga bisa tahu sedang melakukan apa saat kematian datang? Apakah sedang melakukan perbuatan baik atau perbuatan jahat? Apakah sedang beribadah ataukah sedang berbuat maksiat? Ya, kita tidak pernah tahu sedang melakukan apa saat kematian menghampiri.
 
Sudahkah kita memikirkan dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian yang datangnya secara tiba-tiba itu? Atau kita mungkin tidak pernah mau tahu akan datangnya kematian dan melalaikan banyak perumpamaan yang sudah Dia beritahukan di dalam Kitab Suci Al-Quran tentang kaum-kaum yang dibinasakan oleh-Nya karena tidak mau menuruti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya saat diberi peringatan oleh para utusan-Nya yaitu para nabi dan rasul. 
 
Diantara kaum yang dibinasakan oleh-Nya adalah:
  1. Kaum Nuh yang dibinasakan dengan banjir besar saat Nabi Nuh sebagai utusan-Nya.
  2. Kaum 'Ad yang dibinasakan dengan suara yang mengguntur di masa Nabi Hud.
  3. Di masa Nabi Saleh ada kaum Tsamud yang dibinasakan dengan gempa bumi.
  4. Kaum Lut di masa Nabi Lut dibinasakan dengan dihujani hujan batu.
  5. Kaum Fir'aun yang dibinasakan dengan ditenggelamkan di laut melalui perantaraan mukjizat tongkat Nabi Musa.
 
Sudahkah kita memikirkan dan mengambil pelajaran dari kaum-kaum yang dibinasakan oleh-Nya di atas tadi yang diakibatkan mereka tidak mau mengikuti ajakan jalan yang lurus dari para nabi yang diutus kepada kaumnya?
 
Bisakah kejadian kaum yang dibinasakan tersebut terjadi kembali pada saat sekarang ini? Bisa jadi! Jika Allah menghendaki, Dia akan mengganti suatu kaum dengan kaum yang lain, kaum yang mau mengikuti jalan-Nya yaitu kaum ulul albab yang mau menggunakan akal kecerdasan dan hati yang bersih dalam memahami hakikat hidup ini.
 
Menurut Rasulullah Saw orang yang paling cerdas adalah:
 
"Orang yang paling banyak 'mengingat mati', kemudian yang 'paling baik dalam mempersiapkan kematian' tersebut, itulah orang yang paling cerdas."
(HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah)
 
Dalam pergantian tahun Masehi yang akan terjadi pas tengah malam pukul 00:00, marilah kita banyak mengingat akan kematian dan mengisi hidup ini dengan banyak melakukan perbuatan yang membawa kebenaran, kebaikan dan kemanfaatan kepada siapapun, dimanapun dan kapanpun sebagai bekal yang terbaik buat hidup kita di akhirat nanti.
 
Ya, berikhtiarlah selalu dengan menjalani hidup di dunia yang hanya sementara ini dengan melakukan yang terbaik sebelum malaikat maut datang dan mencabut nyawa kita secara tiba-tiba tanpa kita bisa menolak atau mengulurkan waktunya.
 
Hidup di dunia hanya sekali. Isilah hidup dengan penuh arti. Sebelum kematian menjemput nanti. Menunggu balasan di akhirat yang tengah menanti.
 
 
Semoga bermanfaat... Wallahu a’lam bishshawab
 
Salam hangat,
Hendro Noor Herbanto
 
Ditulis @ Cileungsi Bogor - Indonesia, 31 Desember 2016 / 01 Rabi'ul Akhir 1438 H
 

 

- See more at: http://hendronoorherbanto.com/tulisanku

  • view 161