Telitilah Dahulu Jangan Asal Berbagi!

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Renungan
dipublikasikan 14 Oktober 2016
Sudahkah Anda Bertabayyun?

Sudahkah Anda Bertabayyun?


Allah memerintahkan kepada siapapun yang beriman dan berbuat kebajikan, agar selalu melakukan tabayyun dalam menghadapi berita yang disampaikan kepadanya agar tidak menjadi orang-orang yang merugi dan meyesal di kemudian hari.

Kategori Spiritual

1.4 K Hak Cipta Terlindungi
Telitilah Dahulu Jangan Asal Berbagi!

Dunia online menawarkan banyak kemudahan bagi kita. Ada yang dimudahkan dalam hal jual-beli. Ada yang dimudahkan untuk mengirimkan berita ataupun berkirim tulisan.
 
Ada yang dimudahkan melakukan transfer atau transaksi perbankan melalui internet, baik melalui mobile banking, internet banking dan lainnya hanya dari smartphone miliknya dari rumah atau kantor tanpa harus pergi ke bank.
 
Ada juga yang berbicara dengan keluarga, teman, sahabat dan lainnya tanpa harus bertatap muka melalui chatting di berbagai aplikasi online melintasi ruang dan waktu.
 
Ya, dunia sudah sedemikian dekatnya. Satu sama lain sudah tidak lagi dibatasi apapun. Dunia sudah seperti desa kecil saja (small village).
 
Selain berbagai kemudahan di atas, ternyata dunia online juga menawarkan berbagai bentuk perbuatan. Ada perbuatan yang baik maupun yang jahat.
 
Berbagi artikel bermanfaat, sharing info tentang kesehatan, berbagi info bantuan bagi saudara-saudara kita yang ditimpa musibah dan membutuhkan bantuan serta lainnya adalah perbuatan yang baik.
 
Berbagi artikel tanpa sumber yang jelas dan penuh hasutan dengan unsur SARA, berbagi konten porno atau gambar tidak senonoh dan lainnya adalah perbuatan yang jahat dan sebaiknya kita hindari.
 
Di dalam Al-Quran, Allah sudah memperingatkan kita semua untuk melakukan cek dan ricek lagi terhadap berita yang kita dapat, dan teliti apakah membawa kebenaran?
 
QS. Al-Hujarāt (49): 6
 
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
 
Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.
 
Ya, kadangkala kita tidak meneliti kembali dan melihatnya secara holistik tetapi kita malah menyebarkan berita sampah tersebut karena beranggapan mewakili perasaan kita, mewakili ego kita, mewakili golongan kita dan menganggap berita tersebut sudah pasti benar. Padahal bisa jadi itu adalah fitnah yang nyata. 
 
QS. Al-Qalam (68): 10-11
 
وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ
هَمَّازٍ مَشَّاءٍ بِنَمِيمٍ
 
Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina,
suka mencela, yang kian kemari menyebarkan fitnah,
 
Perbuatan tanpa meneliti kembali kebenaran dari berita adalah lambang kebodohan dan kebatilan. Kita ceroboh dan hanya menuruti hawa nafsu saja. 
 
QS. Al-Baqarah (2): 42
 
وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
 
Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.
 
Mau saja diadu domba hanya karena kepentingan pribadi atau golongannya saja dan bisa jadi perbuatan tersebut dapat mencelakakan orang lain dan keutuhan bangsa serta menyulut api peperangan.
 
Budayakanlah hidup damai, tentram, saling menghormati satu sama lain dan saling memaafkan.
 
Bukankah Allah telah menciptakan diri kita semua untuk saling kenal-mengenal, berbangsa-bangsa dan bersuku-suku dalam keharmonisan bernegara dan bersinergi dengan alam semesta untuk bersyukur memuji-Nya?
 
Hanya orang yang paling bertakwa sajalah yang paling mulia di sisi Allah, dan sungguh, hanya Allah-lah Tuhan Yang Maha Mengetahui, Maha Teliti.
 
QS. Al-Hujarāt (49): 13
 
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
 
Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.
 
Ya, telitilah dahulu, jangan asal berbagi! 
 
Semoga bermanfaat….wallahu ‘alam bishawab.
 
HNH
Ditulis @Cileungsi Bogor, 13 Oktober 2016 / 12 Muharram 1438 H


  • Dinan 
    Dinan 
    11 bulan yang lalu.
    Surah Al Baqarah ayat 42...

    ... (Janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya.

    *hanya itu yang saya tangkap mas. Soalnya saya gak pintar 'membaca'. Hehe...

    Makasi sudah menulis ini.

    • Lihat 4 Respon

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    11 bulan yang lalu.
    Like...like..like...