Selalu Ada Hikmah Dibalik Bencana

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 01 Oktober 2016
Selalu Ada Hikmah Dibalik Bencana

Alam semesta beserta isinya adalah ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, Maha Bijaksana.

Alam semesta terdiri dari langit dan bumi dan apapun yang ada diantara keduanya. 
 
Bumi adalah tempat tinggal yang dihamparkan bagi semua manusia agar mendapat petunjuk, sedangkan langit sebagai atap yang terpelihara.
 
QS. Al-Baqarah (2): 22
 
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
 
(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
 
QS. Al-Anbiya (21): 31-32
 
وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ.
وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا ۖ وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ.
 
Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kukuh agar dia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain).
 
Sewaktu Allah menciptakan langit dan ia masih berupa asap, langit dan bumi sangat taat dan patuh akan perintah Tuhan untuk datang menghadap kepada-Nya.
 
QS. Fussilat (41): 11
 
ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ
 
Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa." Keduanya menjawab, "Kami datang dengan patuh."
 
Lalu Allah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Mereka tidak mau (enggan) memegang amanat itu karena takut tidak bisa melaksanakannya, lalu dipikullah amanat tersebut oleh manusia.
 
QS. Al-Ahzab (33): 72
 
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
 
Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,
 
Ya, manusia mudah sekali dibodohi oleh setan dengan tipu dayanya, seakan-akan apa yang dikerjakan oleh manusia itu terasa indah dan sedap dipandang mata.
 
QS. Al-An'aam (6): 43
 
فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَٰكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
 
Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.
 
Selain itu manusia juga sangat zalim kepada dirinya sendiri dan sebagian dari mereka hanya menjanjikan tipuan bagi sebagian yang lain, bahkan tidak mau diberi nasehat dan peringatan.
 
QS. Fatir (35): 40
 
قُلْ أَرَأَيْتُمْ شُرَكَاءَكُمُ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا فَهُمْ عَلَىٰ بَيِّنَتٍ مِنْهُ ۚ بَلْ إِنْ يَعِدُ الظَّالِمُونَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا إِلَّا غُرُورًا
 
Katakanlah, "Terangkanlah olehmu tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah." Perlihatkanlah kepada-Ku (bagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan; ataukah mereka mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit; atau adakah Kami memberikan Kitab kepada mereka sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinya? Sebenarnya orang-orang zalim itu, sebagian mereka hanya menjanjikan tipuan belaka kepada sebagian yang lain.
 
Jika diberi kesulitan (bahaya) dengan cobaan dan ujian, manusia berdoa dengan sungguh-sungguh. Dan jika diberi kesenangan (diangkat dari bahaya itu), manusia lupa telah berdoa kepada Allah dan ia menjadi sombong dan melampaui batas.
 
QS. Yunus (10): 12
 
وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
 
Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.
 
QS. An-Naml (27): 62
 
أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ
 
Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di Bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.
 
Ya, manusia seringkali berbuat dosa dan kemungkaran. Padahal Allah telah memilihnya untuk menjadi khalifah (pemimpin) di Bumi.
 
Sewaktu Allah hendak menciptakan manusia, malaikat pun menanyakan kepada Allah tentang sifatnya manusia yang sering berbuat kerusakan dan pertumpahan darah di Bumi.
 
QS. Al-Baqarah (2): 30
 
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
 
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
 
Ya, berbagai macam bencana terjadi akibat ulah manusia itu sendiri. Ada aksi pasti ada reaksi. Alam hanya ingin menyeimbangkan dirinya sendiri agar manusia bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari bencana.
 
Banjir, tanah longsor, kabut asap, pemanasan global dan bencana lainnya adalah reaksi alam akibat dari aksi manusia dalam melakukan kerusakan di Bumi.
 
Seperti bencana yang terjadi di daerah Garut, Jawa Barat. Berdasarkan data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, melaporkan bahwa banjir bandang kali ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (20/9/2016) malam lalu sekitar pukul 21.00. 
 
Puluhan rumah di bantaran Sungai Cimanuk banyak yang roboh dan terbawa aliran sungai. Korban meninggal sampai tulisan ini dimuat mencapai 34 orang, dan 19 orang dilaporkan hilang.
 
Baik yang melakukan pengrusakan maupun yang tidak, banyak yang menjadi korban. Apakah bencana tersebut adalah ujian? Ataukah cobaan? Atau malah bencana tersebut adalah azab dari Allah?
 
Allah sudah seringkali memperingatkan kepada kita semua agar mau beriman dan mengerjakan kebaikan supaya kelak dibalas dengan surga-Nya yang penuh kenikmatan.
 
QS. An-Nisaa (4): 57
 
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ لَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيلًا
 
Ada pun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.
 
QS. As-Sajdah (32): 19
 
أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
 
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan.
 
Dan bukan sebaliknya yaitu tidak mau beriman (kafir) dan berbuat jahat (zalim) yang kelak akan dibalas dengan neraka-Nya dengan azab yang sangat pedih.
 
QS. Yunus (10): 4
 
إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا ۖ وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا ۚ إِنَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ بِالْقِسْطِ ۚ وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ
 
Hanya kepada-Nya kamu semua akan kembali. Itu merupakan janji Allah yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dialah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkannya kembali setelah berbangkit), agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan adil. Sedangkan untuk orang-orang kafir (disediakan) minuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka.
 
QS. An-Nisaa (4): 56
 
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
 
Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
 
QS.Al-Kahf (18): 87
 
قَالَ أَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَىٰ رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَابًا نُكْرًا
 
Dia (Zulkarnain) berkata, "Barang siapa berbuat zalim, kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras.
 
Lalu bagaimanakah seharusnya kita bersikap terhadap bencana yang sedang terjadi? Apakah ini semua hanya fenomena alam biasa yang bisa menimpa siapapun orangnya? Atau, apakah ini kita anggap sebagai ujian dan cobaan, sehingga kita tidak lagi terbebani oleh penderitaan yang berkepanjangan? Atau, apakah bencana ini adalah peringatan keras dari Allah, atau bahkan bencana ini adalah azab dari-Nya?
 
Semua tergantung diri kita sendiri yang bisa merasakannya dalam melihat sisi positif hadirnya masalah tersebut. Sebab di setiap peristiwa selalu mengandung hikmah dan pelajaran bagi orang-orang yang mau maju (orang yang berakal dan dapat mengambil pelajaran).
 
QS. Al-Baqarah (2): 269
 
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
 
Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang mendalam) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dianugerahi al hikmah itu, sesungguhnya ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.
 
Kita bisa berkaca kepada bencana-bencana yang telah terjadi. Termasuk bencana-bencana yang terjadi di zaman para nabi dahulu, bahwa bencana selalu membawa pelajaran multi dimensi. Tiga diantaranya adalah ujian, cobaan dan azab.
 
Bagi orang-orang yang selalu positif thinking atas bencana yang terjadi, berpendapat bahwa ini semua adalah ujian dan cobaan. 
 
Ya, Allah sedang menguji keimanan kita dalam menghadapi musibah yang menerpa. Semua itu datangnya dari Allah dan akan kembali lagi kepada Allah.
 
QS. Al-Baqarah (2): 156
 
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
 
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
 
Allah mengecam orang-orang yang tidak melibatkan Allah dalam setiap peristiwa. Pemicu terjadinya peristiwa yang menimpa kita adalah perbuatan kita sendiri.  Tetapi yang menetapkan terjadinya segala peristiwa adalah Allah. Baik-buruk, manfaat-mudarat, semuanya Allah yang mengatur sesuai kadar perbuatan kita masing-masing.
 
QS. An-Nisaa (4): 78
 
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا
 
Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, "Ini dari sisi Allah," dan jika mereka ditimpa suatu keburukan mereka mengatakan, "Ini dari engkau (Muhammad)." Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?
 
Kemudian Allah memberikan cobaan terhadap kesabaran kita dalam menghadapi musibah. Apakah kita bisa bersabar atau malah sebaliknya? Allah sedang menguji kesabaran kita, dan sampai-sampai Dia berfirman bahwa belum masuk surga seseorang jika ia belum membuktikan kesabarannya.
 
QS. Ali 'Imran (3): 142
 
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
 
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.
 
Dan yang terakhir, Allah mengancam orang-orang yang negatif thinking dalam menerima bencana. Mereka lalai akan peringatan keras dari Allah dan masa bodoh dengan ini semua. 
 
Di dalam Al-Quran, Allah sudah menceritakan kaum-kaum yang bebal dan tidak mau menerima ajakan para nabi untuk bertaubat dan kembali kepada jalan tauhid yaitu jalan yang lurus, sehingga akhirnya Allah-pun menimpakan azab yang pedih di dunia dan azab yang berlipat ganda besarnya kelak di akhirat.
 
QS. Hud (11): 102
 
وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ
 
Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat.
 
Ya, Allah mungkin sudah bosan dengan tingkah polah kita dan alam pun mulai enggan bersahabat karena kita selalu berbuat jahat dan bangga atas dosa-dosa kita.
 
 
 
Semoga bermanfaat….wallahu ‘alam bishawab.
 
HNH
Ditulis @Cileungsi Bogor, 1 Oktober 2016 / 29 Dzulhijjah 1437 H

 

Alam semesta beserta isinya adalah ciptaan Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana yang terdiri dari langit dan bumi serta apapun yang ada diantara keduanya. 
 
Bumi adalah tempat tinggal yang dihamparkan bagi semua manusia agar mendapat petunjuk, sedangkan langit sebagai atap yang terpelihara.
 
QS. Al-Baqarah (2): 22
 
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
 
(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
 
QS. Al-Anbiya (21): 31-32
 
وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ.
وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا ۖ وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ.
 
Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kukuh agar dia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain).
 
Sewaktu Allah menciptakan langit dan ia masih berupa asap, langit dan bumi sangat taat dan patuh akan perintah Tuhan untuk datang menghadap kepada-Nya.
 
QS. Fussilat (41): 11
 
ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ
 
Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa." Keduanya menjawab, "Kami datang dengan patuh."
 
Lalu Allah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Mereka tidak mau (enggan) memegang amanat itu karena takut tidak bisa melaksanakannya, lalu dipikullah amanat tersebut oleh manusia.
 
QS. Al-Ahzab (33): 72
 
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
 
Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,
 
Ya, manusia mudah sekali dibodohi oleh setan dengan tipu dayanya, seakan-akan apa yang dikerjakan oleh manusia itu terasa indah dan sedap dipandang mata.
 
QS. Al-An'aam (6): 43
 
فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَٰكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
 
Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.
 
Selain itu manusia juga sangat zalim kepada dirinya sendiri dan sebagian dari mereka hanya menjanjikan tipuan bagi sebagian yang lain, bahkan tidak mau diberi nasehat dan peringatan.
 
QS. Fatir (35): 40
 
قُلْ أَرَأَيْتُمْ شُرَكَاءَكُمُ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا فَهُمْ عَلَىٰ بَيِّنَتٍ مِنْهُ ۚ بَلْ إِنْ يَعِدُ الظَّالِمُونَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا إِلَّا غُرُورًا
 
Katakanlah, "Terangkanlah olehmu tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah." Perlihatkanlah kepada-Ku (bagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan; ataukah mereka mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit; atau adakah Kami memberikan Kitab kepada mereka sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinya? Sebenarnya orang-orang zalim itu, sebagian mereka hanya menjanjikan tipuan belaka kepada sebagian yang lain.
 
Jika diberi kesulitan (bahaya) dengan cobaan dan ujian, manusia berdoa dengan sungguh-sungguh. Dan jika diberi kesenangan (diangkat dari bahaya itu), manusia lupa telah berdoa kepada Allah dan ia menjadi sombong dan melampaui batas.
 
QS. Yunus (10): 12
 
وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
 
Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.
 
QS. An-Naml (27): 62
 
أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ
 
Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di Bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.
 
Ya, manusia seringkali berbuat dosa dan kemungkaran. Padahal Allah telah memilihnya untuk menjadi khalifah (pemimpin) di Bumi.
 
Sewaktu Allah hendak menciptakan manusia, malaikat pun menanyakan kepada Allah tentang sifatnya manusia yang sering berbuat kerusakan dan pertumpahan darah di Bumi.
 
QS. Al-Baqarah (2): 30
 
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
 
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
 
Ya, berbagai macam bencana terjadi akibat ulah manusia itu sendiri. Ada aksi pasti ada reaksi. Alam hanya ingin menyeimbangkan dirinya sendiri agar manusia bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari bencana.
 
Banjir, tanah longsor, kabut asap, pemanasan global dan bencana lainnya adalah reaksi alam akibat dari aksi manusia dalam melakukan kerusakan di Bumi.
 
Seperti bencana yang terjadi di daerah Garut, Jawa Barat misalnya. Berdasarkan data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, melaporkan bahwa banjir bandang kali ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (20/9/2016) malam lalu sekitar pukul 21.00. 
 
Puluhan rumah di bantaran Sungai Cimanuk banyak yang roboh dan terbawa aliran sungai. Korban meninggal sampai tulisan ini dimuat mencapai 34 orang, dan 19 orang dilaporkan hilang.
 
Baik yang melakukan pengrusakan maupun yang tidak, banyak yang menjadi korban. Apakah bencana tersebut adalah ujian? Ataukah cobaan? Atau malah bencana tersebut adalah azab dari Allah?
 
Allah sudah seringkali memperingatkan kepada kita semua agar mau beriman dan mengerjakan kebaikan supaya kelak dibalas dengan surga-Nya yang penuh kenikmatan.
 
QS. An-Nisaa (4): 57
 
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ لَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيلًا
 
Ada pun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.
 
QS. As-Sajdah (32): 19
 
أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
 
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan.
 
Dan bukan sebaliknya yaitu tidak mau beriman (kafir) dan berbuat jahat (zalim) yang kelak akan dibalas dengan neraka-Nya dengan azab yang sangat pedih.
 
QS. Yunus (10): 4
 
إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا ۖ وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا ۚ إِنَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ بِالْقِسْطِ ۚ وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ
 
Hanya kepada-Nya kamu semua akan kembali. Itu merupakan janji Allah yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dialah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkannya kembali setelah berbangkit), agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan adil. Sedangkan untuk orang-orang kafir (disediakan) minuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka.
 
QS. An-Nisaa (4): 56
 
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
 
Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
 
QS.Al-Kahf (18): 87
 
قَالَ أَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَىٰ رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَابًا نُكْرًا
 
Dia (Zulkarnain) berkata, "Barang siapa berbuat zalim, kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras.
 
Lalu bagaimanakah seharusnya kita bersikap terhadap bencana yang sedang terjadi? Apakah ini semua hanya fenomena alam biasa yang bisa menimpa siapapun orangnya? Atau, apakah ini kita anggap sebagai ujian dan cobaan, sehingga kita tidak lagi terbebani oleh penderitaan yang berkepanjangan? Atau, apakah bencana ini adalah peringatan keras dari Allah, atau bahkan bencana ini adalah azab dari-Nya?
 
Semua tergantung diri kita sendiri yang bisa merasakannya dalam melihat sisi positif hadirnya masalah tersebut. Sebab di setiap peristiwa selalu mengandung hikmah dan pelajaran bagi orang-orang yang mau maju (orang yang berakal dan dapat mengambil pelajaran).
 
QS. Al-Baqarah (2): 269
 
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
 
Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang mendalam) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dianugerahi al hikmah itu, sesungguhnya ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.
 
Kita bisa berkaca kepada bencana-bencana yang telah terjadi. Termasuk bencana-bencana yang terjadi di zaman para nabi dahulu, bahwa bencana selalu membawa pelajaran multi dimensi. Tiga diantaranya adalah ujian, cobaan dan azab.
 
Bagi orang-orang yang selalu positive thinking atas bencana yang terjadi, berpendapat bahwa ini semua adalah ujian dan cobaan. 
 
Ya, Allah sedang menguji keimanan kita dalam menghadapi musibah yang menerpa. Semua itu datangnya dari Allah dan akan kembali lagi kepada Allah.
 
QS. Al-Baqarah (2): 156
 
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
 
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
 
Allah mengecam orang-orang yang tidak melibatkan Allah dalam setiap peristiwa. Pemicu terjadinya peristiwa yang menimpa kita adalah perbuatan kita sendiri.  Tetapi yang menetapkan terjadinya segala peristiwa adalah Allah. Baik-buruk, manfaat-mudarat, semuanya Allah yang mengatur sesuai kadar perbuatan kita masing-masing.
 
QS. An-Nisaa (4): 78
 
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا
 
Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, "Ini dari sisi Allah," dan jika mereka ditimpa suatu keburukan mereka mengatakan, "Ini dari engkau (Muhammad)." Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?
 
Kemudian Allah memberikan cobaan terhadap kesabaran kita dalam menghadapi musibah. Apakah kita bisa bersabar atau malah sebaliknya? Allah sedang menguji kesabaran kita, dan sampai-sampai Dia berfirman bahwa belum masuk surga seseorang jika ia belum membuktikan kesabarannya.
 
QS. Ali 'Imran (3): 142
 
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
 
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.
 
Dan yang terakhir, Allah mengancam orang-orang yang negative thinking dalam menerima bencana. Mereka lalai akan peringatan keras dari Allah dan masa bodoh dengan ini semua. 
 
Di dalam Al-Quran, Allah sudah menceritakan kaum-kaum yang bebal dan tidak mau menerima ajakan para nabi untuk bertaubat dan kembali kepada jalan tauhid yaitu jalan yang lurus, sehingga akhirnya Allah-pun menimpakan azab yang pedih di dunia dan azab yang berlipat ganda besarnya kelak di akhirat.
 
QS. Hud (11): 102
 
وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ
 
Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat.
 
Ya, mungkin Allah sudah bosan dengan tingkah polah kita dan alam pun mulai enggan bersahabat karena kita selalu berbuat jahat dan bangga atas dosa-dosa kita.
 
https://youtu.be/qRtV-Xzl4Yg
 
 
Semoga bermanfaat….wallahu ‘alam bishawab.
 
HNH
Ditulis @Cileungsi Bogor, 1 Oktober 2016 / 29 Dzulhijjah 1437 H

 

Alam semesta beserta isinya adalah ciptaan Allah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana yang terdiri dari langit dan bumi serta apapun yang ada diantara keduanya. 
 
Bumi adalah tempat tinggal yang dihamparkan bagi semua manusia agar mendapat petunjuk, sedangkan langit sebagai atap yang terpelihara.
 
QS. Al-Baqarah (2): 22
 
الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ ۖ فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
 
(Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untukmu. Karena itu, janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.
 
QS. Al-Anbiya (21): 31-32
 
وَجَعَلْنَا فِي الْأَرْضِ رَوَاسِيَ أَنْ تَمِيدَ بِهِمْ وَجَعَلْنَا فِيهَا فِجَاجًا سُبُلًا لَعَلَّهُمْ يَهْتَدُونَ.
وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفًا مَحْفُوظًا ۖ وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ.
 
Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kukuh agar dia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk. Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain).
 
Sewaktu Allah menciptakan langit dan ia masih berupa asap, langit dan bumi sangat taat dan patuh akan perintah Tuhan untuk datang menghadap kepada-Nya.
 
QS. Fussilat (41): 11
 
ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ
 
Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa." Keduanya menjawab, "Kami datang dengan patuh."
 
Lalu Allah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung. Mereka tidak mau (enggan) memegang amanat itu karena takut tidak bisa melaksanakannya, lalu dipikullah amanat tersebut oleh manusia.
 
QS. Al-Ahzab (33): 72
 
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ ۖ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
 
Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikullah amanat itu oleh manusia. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat bodoh,
 
Ya, manusia mudah sekali dibodohi oleh setan dengan tipu dayanya, seakan-akan apa yang dikerjakan oleh manusia itu terasa indah dan sedap dipandang mata.
 
QS. Al-An'aam (6): 43
 
فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَٰكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
 
Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan.
 
Selain itu manusia juga sangat zalim kepada dirinya sendiri dan sebagian dari mereka hanya menjanjikan tipuan bagi sebagian yang lain, bahkan tidak mau diberi nasehat dan peringatan.
 
QS. Fatir (35): 40
 
قُلْ أَرَأَيْتُمْ شُرَكَاءَكُمُ الَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَرُونِي مَاذَا خَلَقُوا مِنَ الْأَرْضِ أَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِي السَّمَاوَاتِ أَمْ آتَيْنَاهُمْ كِتَابًا فَهُمْ عَلَىٰ بَيِّنَتٍ مِنْهُ ۚ بَلْ إِنْ يَعِدُ الظَّالِمُونَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا إِلَّا غُرُورًا
 
Katakanlah, "Terangkanlah olehmu tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah." Perlihatkanlah kepada-Ku (bagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan; ataukah mereka mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit; atau adakah Kami memberikan Kitab kepada mereka sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinya? Sebenarnya orang-orang zalim itu, sebagian mereka hanya menjanjikan tipuan belaka kepada sebagian yang lain.
 
Jika diberi kesulitan (bahaya) dengan cobaan dan ujian, manusia berdoa dengan sungguh-sungguh. Dan jika diberi kesenangan (diangkat dari bahaya itu), manusia lupa telah berdoa kepada Allah dan ia menjadi sombong dan melampaui batas.
 
QS. Yunus (10): 12
 
وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَىٰ ضُرٍّ مَسَّهُ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
 
Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.
 
QS. An-Naml (27): 62
 
أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ
 
Bukankah Dia (Allah) yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di Bumi? Apakah di samping Allah ada Tuhan (yang lain)? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.
 
Ya, manusia seringkali berbuat dosa dan kemungkaran. Padahal Allah telah memilihnya untuk menjadi khalifah (pemimpin) di Bumi.
 
Sewaktu Allah hendak menciptakan manusia, malaikat pun menanyakan kepada Allah tentang sifatnya manusia yang sering berbuat kerusakan dan pertumpahan darah di Bumi.
 
QS. Al-Baqarah (2): 30
 
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
 
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
 
Ya, berbagai macam bencana terjadi akibat ulah manusia itu sendiri. Ada aksi pasti ada reaksi. Alam hanya ingin menyeimbangkan dirinya sendiri agar manusia bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari bencana.
 
Banjir, tanah longsor, kabut asap, pemanasan global dan bencana lainnya adalah reaksi alam akibat dari aksi manusia dalam melakukan kerusakan di Bumi.
 
Seperti bencana yang terjadi di daerah Garut, Jawa Barat misalnya. Berdasarkan data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, melaporkan bahwa banjir bandang kali ini terjadi akibat hujan deras yang mengguyur sejak Selasa (20/9/2016) malam lalu sekitar pukul 21.00. 
 
Puluhan rumah di bantaran Sungai Cimanuk banyak yang roboh dan terbawa aliran sungai. Korban meninggal sampai tulisan ini dimuat mencapai 34 orang, dan 19 orang dilaporkan hilang.
 
Baik yang melakukan pengrusakan maupun yang tidak, banyak yang menjadi korban. Apakah bencana tersebut adalah ujian? Ataukah cobaan? Atau malah bencana tersebut adalah azab dari Allah?
 
Allah sudah seringkali memperingatkan kepada kita semua agar mau beriman dan mengerjakan kebaikan supaya kelak dibalas dengan surga-Nya yang penuh kenikmatan.
 
QS. An-Nisaa (4): 57
 
وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَنُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۖ لَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُطَهَّرَةٌ ۖ وَنُدْخِلُهُمْ ظِلًّا ظَلِيلًا
 
Ada pun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Di sana mereka mempunyai pasangan-pasangan yang suci, dan Kami masukkan mereka ke tempat yang teduh lagi nyaman.
 
QS. As-Sajdah (32): 19
 
أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
 
Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka akan mendapat surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala atas apa yang telah mereka kerjakan.
 
Dan bukan sebaliknya yaitu tidak mau beriman (kafir) dan berbuat jahat (zalim) yang kelak akan dibalas dengan neraka-Nya dengan azab yang sangat pedih.
 
QS. Yunus (10): 4
 
إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا ۖ وَعْدَ اللَّهِ حَقًّا ۚ إِنَّهُ يَبْدَأُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ لِيَجْزِيَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ بِالْقِسْطِ ۚ وَالَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ شَرَابٌ مِنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْفُرُونَ
 
Hanya kepada-Nya kamu semua akan kembali. Itu merupakan janji Allah yang benar dan pasti. Sesungguhnya Dialah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulanginya (menghidupkannya kembali setelah berbangkit), agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dengan adil. Sedangkan untuk orang-orang kafir (disediakan) minuman air yang mendidih dan siksaan yang pedih karena kekafiran mereka.
 
QS. An-Nisaa (4): 56
 
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
 
Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
 
QS.Al-Kahf (18): 87
 
قَالَ أَمَّا مَنْ ظَلَمَ فَسَوْفَ نُعَذِّبُهُ ثُمَّ يُرَدُّ إِلَىٰ رَبِّهِ فَيُعَذِّبُهُ عَذَابًا نُكْرًا
 
Dia (Zulkarnain) berkata, "Barang siapa berbuat zalim, kami akan menghukumnya, lalu dia akan dikembalikan kepada Tuhannya, kemudian Tuhan mengazabnya dengan azab yang sangat keras.
 
Lalu bagaimanakah seharusnya kita bersikap terhadap bencana yang sedang terjadi? Apakah ini semua hanya fenomena alam biasa yang bisa menimpa siapapun orangnya? Atau, apakah ini kita anggap sebagai ujian dan cobaan, sehingga kita tidak lagi terbebani oleh penderitaan yang berkepanjangan? Atau, apakah bencana ini adalah peringatan keras dari Allah, atau bahkan bencana ini adalah azab dari-Nya?
 
Semua tergantung diri kita sendiri yang bisa merasakannya dalam melihat sisi positif hadirnya masalah tersebut. Sebab di setiap peristiwa selalu mengandung hikmah dan pelajaran bagi orang-orang yang mau maju (orang yang berakal dan dapat mengambil pelajaran).
 
QS. Al-Baqarah (2): 269
 
يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ
 
Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang mendalam) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa dianugerahi al hikmah itu, sesungguhnya ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran.
 
Kita bisa berkaca kepada bencana-bencana yang telah terjadi. Termasuk bencana-bencana yang terjadi di zaman para nabi dahulu, bahwa bencana selalu membawa pelajaran multi dimensi. Tiga diantaranya adalah ujian, cobaan dan azab.
 
Bagi orang-orang yang selalu positive thinking atas bencana yang terjadi, berpendapat bahwa ini semua adalah ujian dan cobaan. 
 
Ya, Allah sedang menguji keimanan kita dalam menghadapi musibah yang menerpa. Semua itu datangnya dari Allah dan akan kembali lagi kepada Allah.
 
QS. Al-Baqarah (2): 156
 
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
 
(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
 
Allah mengecam orang-orang yang tidak melibatkan Allah dalam setiap peristiwa. Pemicu terjadinya peristiwa yang menimpa kita adalah perbuatan kita sendiri.  Tetapi yang menetapkan terjadinya segala peristiwa adalah Allah. Baik-buruk, manfaat-mudarat, semuanya Allah yang mengatur sesuai kadar perbuatan kita masing-masing.
 
QS. An-Nisaa (4): 78
 
أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ ۗ وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَٰذِهِ مِنْ عِنْدِكَ ۚ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۖ فَمَالِ هَٰؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثًا
 
Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, "Ini dari sisi Allah," dan jika mereka ditimpa suatu keburukan mereka mengatakan, "Ini dari engkau (Muhammad)." Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?
 
Kemudian Allah memberikan cobaan terhadap kesabaran kita dalam menghadapi musibah. Apakah kita bisa bersabar atau malah sebaliknya? Allah sedang menguji kesabaran kita, dan sampai-sampai Dia berfirman bahwa belum masuk surga seseorang jika ia belum membuktikan kesabarannya.
 
QS. Ali 'Imran (3): 142
 
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
 
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.
 
Dan yang terakhir, Allah mengancam orang-orang yang negative thinking dalam menerima bencana. Mereka lalai akan peringatan keras dari Allah dan masa bodoh dengan ini semua. 
 
Di dalam Al-Quran, Allah sudah menceritakan kaum-kaum yang bebal dan tidak mau menerima ajakan para nabi untuk bertaubat dan kembali kepada jalan tauhid yaitu jalan yang lurus, sehingga akhirnya Allah-pun menimpakan azab yang pedih di dunia dan azab yang berlipat ganda besarnya kelak di akhirat.
 
QS. Hud (11): 102
 
وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَدِيدٌ
 
Dan begitulah siksa Tuhanmu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih, sangat berat.
 
Ya, mungkin Allah sudah bosan dengan tingkah polah kita dan alam pun mulai enggan bersahabat karena kita selalu berbuat jahat dan bangga atas dosa-dosa kita.
 
 
Semoga bermanfaat….wallahu ‘alam bishawab.
 
HNH
Ditulis @Cileungsi Bogor, 1 Oktober 2016 / 29 Dzulhijjah 1437 H

 

  • view 287