Dan Setan Pun Tertawa

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Renungan
dipublikasikan 23 September 2016
Dan Setan Pun Tertawa

Akhir-akhir ini, ramai diberitakan oleh media online, televisi nasional dan media lainnya tentang ditangkapnya seseorang yang mengaku sebagai guru spiritual oleh pihak berwajib karena mempunyai narkoba di saku celananya.

Tidak hanya kasus narkoba saja, ternyata perbuatan asusila pun muncul seiring pelaporan dari para korban. Bahkan perbuatan syirik yang bekerjasama dengan musuhnya manusia seperti jin dan setan pun dikerjakannya, seakan-akan terasa indah dan sedap dipandang mata perbuatan buruk (dosa)nya itu.
 
QS. Al-Anfaal (8): 48
 
وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ الْيَوْمَ مِنَ النَّاسِ وَإِنِّي جَارٌ لَكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَاءَتِ الْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكُمْ إِنِّي أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ ۚ وَاللَّهُ شَدِيدُ الْعِقَابِ
 
Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan (dosa) mereka dan mengatakan, "Tidak ada (orang) yang dapat mengalahkan kamu pada hari ini, dan sungguh, aku adalah penolongmu." Maka ketika kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan balik ke belakang seraya berkata, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu; aku dapat melihat apa yang kamu tidak dapat melihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah." Allah sangat keras siksa-Nya.
 
QS. An-Nahl (16): 63
 
تَاللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَىٰ أُمَمٍ مِنْ قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ الْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
 
Demi Allah, sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau (Muhammad), tetapi setan menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan mereka (yang buruk), sehingga dia (setan) menjadi pemimpin mereka pada hari ini dan mereka akan mendapat azab yang sangat pedih.
 
Begitulah perbuatan setan yang sudah berjanji kepada Allah akan menyesatkan semua manusia menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
 
Pada saat Allah menciptakan manusia, para malaikat pun bersujud kepada Adam, kecuali nenek moyangnya setan, yaitu Iblis. 
 
QS. Al-A'raaf (7): 11
 
وَلَقَدْ خَلَقْنَاكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَاكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ لَمْ يَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ
 
Dan sungguh, Kami telah menciptakan kamu, kemudian membentuk (tubuh)mu, kemudian Kami berfirman kepada para malaikat, "Bersujudlah kamu kepada Adam," maka mereka pun sujud kecuali Iblis. la (Iblis) tidak termasuk mereka yang bersujud.
 
Iblis menentang perintah Allah dan sombong karena merasa lebih baik diciptakan dari api daripada Adam yang hanya diciptakan dari tanah.
 
QS. Al-A'raaf (7): 12
 
قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ
 
(Allah) berfirman, "Apakah yang menghalangimu (sehingga) kamu tidak bersujud (kepada Adam) ketika Aku menyuruhmu?" (Iblis) menjawab, "Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah."
 
Lalu Allah mengusirnya dari surga akibat kesombongannya itu.
 
QS. Al-A'raaf (7): 13
 
قَالَ فَاهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَنْ تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَاخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ الصَّاغِرِينَ
 
(Allah) berfirman, "Maka, turunlah kamu darinya (surga); karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah! Sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina."
 
Sebelum Iblis keluar dari surga, ia memohon kepada Allah agar diberi penangguhan waktu sampai manusia dibangkitkan.
 
QS. Al-A'raaf (7): 14
 
قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
 
(Iblis) menjawab, "Berilah aku penangguhan waktu, sampai hari mereka dibangkitkan."
 
Lalu Allah menyetujui permohonan Iblis itu.
 
QS. Al-A'raaf (7): 15
 
قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ
 
(Allah) berfirman, "Benar, kamu termasuk yang diberi penangguhan waktu."
 
Kemudian Iblis berjanji dan memastikan akan selalu menyesatkan manusia dari jalan yang lurus.
 
QS. Al-A'raaf (7): 16
 
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
 
(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus,
 
Iblis akan selalu menjerumuskan manusia dari segala arah dan memastikan bahwa manusia itu kebanyakan tidak bersyukur kepada Allah.
 
QS. Al-A'raaf (7): 17
 
ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
 
kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."
 
Itulah tipu daya setan yang akan selalu berusaha menjerumuskan manusia sampai hari berbangkit dan bersama-sama masuk ke dalam api neraka.
 
Ingatlah! Itu semua adalah tipuan Iblis. Iblis (jin/setan) diciptakan dari apa? Dari nyala api dan neraka pun dari unsur api. 
 
QS. Ar-Rahmaan (55): 15
 
وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ
 
dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.
 
QS. Luqmaan (31): 21
 
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا وَجَدْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا ۚ أَوَلَوْ كَانَ الشَّيْطَانُ يَدْعُوهُمْ إِلَىٰ عَذَابِ السَّعِيرِ
 
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Ikutilah apa yang diturunkan Allah!" Mereka menjawab, "(Tidak), tetapi kami (hanya) mengikuti kebiasaan yang kami dapati dari nenek moyang kami." Apakah mereka (akan mengikuti nenek moyang mereka) walaupun sebenarnya setan menyeru mereka ke dalam azab api yang menyala-nyala (Neraka)?
 
Apakah kita tidak memperhatikan? Jika api bertemu dengan api maka tidak akan berdampak sama sekali. Bahkan jika kita menjadi temannya setan dan mau ditipu olehnya, maka kelak kita yang akan menjadi bahan bakarnya api neraka!
 
QS. Al-Jinn (72): 15
 
وَأَمَّا الْقَاسِطُونَ فَكَانُوا لِجَهَنَّمَ حَطَبًا
 
Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi Neraka Jahanam."
 
Lalu bagaimanakah seharusnya kita bersikap terhadap perilaku setan? Ya, jangan mengikuti langkah-langkah setan yang penuh dengan tipu daya. Jangan jadikan ia sebagai teman, tetapi jadikanlah ia sebagai musuh.
 
QS. Faatir (35): 6
 
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ
 
Sungguh, setan itu musuh bagimu, maka perlakukanlah ia sebagai musuh, karena sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.
 
Mintalah perlindungan kepada Allah dari godaan setan karena kita adalah makhluk yang lemah yang tiada daya dan upaya melainkan pertolongan Allah semata.
 
QS. An-Nahl (16): 98
 
فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
 
Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur'an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari (godaan) setan yang terkutuk.
 
Tipu daya setan tidak akan berpengaruh sama sekali bagi orang yang beriman dan bertawakal hanya kepada-Nya.
 
QS. An-Nahl (16): 99
 
إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
 
Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan.
 
Pengaruhnya hanya kepada orang-orang yang menjadikan setan sebagai pemimpinnya dan menyekutukan Allah.
 
QS. An-Nahl (16): 100
 
إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ
 
Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang menyekutukannya dengan Allah.
 
QS. An-Nisaa (4): 60
 
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا
 
Tidaklah engkau (Muhammad) memperhatikan orang-orang yang mengaku bahwa mereka telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelummu? Tetapi mereka masih menginginkan ketetapan hukum kepada Tagut (sembahan selain Allah), padahal mereka telah diperintahkan untuk mengingkari Tagut itu. Dan setan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) kesesatan yang sejauh-jauhnya.
 
Ya, jangan sampai setan tertawa terbahak-bahak dan kita menjadi orang-orang yang merugi di kemudian hari dan menyesali perbuatan buruk kita. Percuma saja penyesalan di hari pembalasan nanti, karena kita telah menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala dan diazab oleh-Nya dengan azab yang sangat mengerikan!
 

 
 
Semoga bermanfaat….wallahu ‘alam bishawab.
 
HNH
Ditulis @Cileungsi Bogor, 23 September 2016 / 21 Dzulhijjah 1437 H

 

  • view 390