QS. Al-'Ankabut (29): 2
 
أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ
 
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman" dan mereka tidak diuji?
 
QS. Al-Baqarah (2): 214
 
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ ۖ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ ۗ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
 
Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu.Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.
 
Ya, setiap orang yang beriman pasti akan diuji dan dicoba oleh Allah sesuai kesanggupannya. Kadar ujian-Nya pasti pas dan sesuai serta tidak lebih ataupun kurang.
 
QS. Al-Baqarah (2): 286
 
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
 
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir."
 
Tulisan kali ini mengajak semua orang untuk instropeksi ke dalam diri sendiri terutama mengajak para penyampai kebaikan termasuk saya sendiri bahwa apapun yang sudah kita pahami dari kitab suci, dari buku-buku agama atau dari buku-buku motivasi ataupun yang kita dengar dari ceramah agama atau ahli motivator, semua itu hanyalah teori tentang bagaimana melakukan kebaikan di kehidupan sebenarnya.
 
Semakin kita tahu dan paham tentang bagaimana seharusnya menghadapi kehidupan ini atau apapun yang kita sampaikan dari pesan-pesan kebaikan kepada keluarga, saudara, teman, sahabat, orang lain, masyarakat umumnya dan kepada siapapun orangnya yang ada di belahan dunia manapun hanyalah sekadar teori belaka.
 
Jika belum merasakan atau mengalami sendiri apa yang kita sampaikan atau yang kita tulis tentang pesan-pesan kebaikan tersebut sepertinya kita ini seperti orang yang munafik. Menyuruh orang lain berbuat kebaikan, tetapi melupakan diri kita sendiri untuk berbuat baik padahal kita membaca Kitab Suci.
 
QS. Al-Baqarah (2): 44
 
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
 
Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?
 
Ya, ayat tersebut di atas adalah teguran dari-Nya kepada siapapun orangnya yang beriman dan mengerjakan kebaikan. 
 
Dia Maha Mengetahui kepada orang yang sudah paham teori tetapi belum mempraktekkannya di kehidupan nyata, lalu Dia akan mengujinya dengan berbagai cobaan agar keimanannya meningkat (naik kelas) menjadi orang yang bertakwa (menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya).
 
Buat Pak Mario Teguh, yang selalu menginspirasi dan selalu menyampaikan pesan-pesan kebaikan dengan penuh cinta, penuh kesejukan, penuh kedamaian dan selalu memotivasi banyak orang, mari tetap melakukan kebaikan kepada siapapun orangnya, baik kepada orang yang baik untuk meningkatkan kebaikannya maupun kepada orang yang belum baik agar kembali kepada jalan yang baik (lurus).
 
Seperti yang Nabi Muhammad Saw katakan,"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi banyak orang."
 
Tetaplah menjadi penerang jalan kami pak Mario! Hadapi semua persoalan dengan senyuman dan hati yang bersih. Tetaplah bersabar dan bertakwa menghadapi semua ujian dan cobaan-Nya.
 
QS. Ali 'Imraan (3): 186
 
لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
 
Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.
 
Berikut ini adalah penggalan lagu dari Kang Doel Sumbang tentang bagaimana seharusnya memahami "Arti Kehidupan":
 
Rintangan pasti datang menghadang...
Cobaan pasti datang menghujam...
Namun yakinlah bahwa cinta itu 'kan membuatmu...
Mengerti akan Arti Kehidupan...
 
 

 
 
Semoga bermanfaat….wallahu ‘alam bishawab.
 
Ditulis @Cileungsi Bogor, 19 September 2016 / 17 Dzulhijjah 1437 H
 
See more article: