DIA Ciptakan Matahari Dan Bulan Untuk Perhitungan Waktu

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Agama
dipublikasikan 03 September 2016
DIA Ciptakan Matahari Dan Bulan Untuk Perhitungan Waktu

Perhitungan waktu pada kalender Masehi dan Hijriyah seperti yang kita pakai sehari-hari buat menentukan waktu adalah hasil dari pengamatan manusia dari peredaran matahari dan bulan.
 
Kedua sistem kalender ini digunakan bukan hanya untuk sebagian umat saja, tetapi untuk semua umat manusia di belahan bumi manapun.
 
Kalender Masehi didasarkan dari sistem bumi mengelilingi matahari (Solar System) dan Kalender Hijriyah didasarkan dari sistem bulan mengelilingi bumi (Lunar System).
 
Menurut Al-Quran keduanya (matahari dan bulan) diciptakan sebagai tanda perhitungan waktu bagi manusia yang mengamatinya dari Bumi.
 
QS. Ar-Rahman (55): 5
 
Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,
 
QS. Yunus (10): 5
 
Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
 
QS. Al-An'am (6): 96
 
Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.
 
QS. Yasin (36): 38-39
 
dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia seperti bentuk tandan yang tua.
 
Subhanallah! Sungguh pada ciptaan-Nya baik yang ada di langit dan di bumi dan apa yang ada di antara keduanya terdapat banyak sekali manfaat bagi semua manusia yang hidup dan menetap di bumi ini.
 
Dan bagaimana jika Dia tidak menciptakan Matahari dan Bulan? Sudah pasti tidak ada yang namanya waktu. Tidak ada juga kondisi malam untuk beristirahat dan siang untuk berusaha. Dan pasti juga tidak ada kehidupan di bumi ini.
 
QS. Az-Zumar (39): 5
 
Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia memasukkan malam atas siang dan memasukkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah! Dialah Yang Mahamulia, Maha Pengampun.
 
Sesungguhnya, Dia menciptakan semua ini dengan tujuan yang benar, agar orang-orang yang berakal mau memikirkan tanda-tanda Kebesaran Allah dan mau mengambil pelajaran (hikmah).
 
QS. Ali 'Imran (3): 190
 
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,
 
Tiada yang sia-sia atas ciptaan-Mu ini ya Allah. Maka lindungilah kami dari siksa api neraka.
 
QS. Ali 'Imran (3): 191
 
(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), "Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
 
 
Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab
 
HNH
Ditulis @Matraman Jakarta Timur, 01 September 2016 / 29 Dzulkaidah 1437 H

  • view 368