Dia Mengajarkan Manusia Apa Yang Tidak Diketahuinya

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Agama
dipublikasikan 27 Agustus 2016
Dia Mengajarkan Manusia Apa Yang Tidak Diketahuinya

 
Setiap manusia yang lahir ke muka bumi pasti belum mengetahui apapun atau tidak tahu apa-apa layaknya kertas putih kosong yang belum diisi dengan tulisan setitik tinta pun.
 
Semua orang dimanapun ia berada selalu berusaha untuk belajar hal-hal yang baru yang belum diketahuinya. Berproses dari belum tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi bisa, kemudian dari bisa menjadi paham, dan terakhir melakukan perbuatan yang baik, yang benar dan bermanfaat akibat hasil dari kepahaman tadi.
 
Termasuk para utusan-Nya yaitu para nabi yang belajar kepada Allah hal-hal yang belum diketahuinya, kemudian setelah menguasai ilmu dari-Nya mereka mempunyai tugas kenabian untuk menyampaikan risalah berupa kabar gembira dan pemberi peringatan.
 
QS. Al-Ahzaab (33): 45
 
Wahai Nabi! Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan,
 
QS. Al-An'aam (6): 48
 
Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barang siapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
 
QS. Al-Kahf (18): 56
 
Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul melainkan sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan; tetapi orang yang kafir membantah dengan (cara) yang batil agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak (kebenaran), dan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan apa yang diperingatkan terhadap mereka sebagai olok-olokan.
 
Tahukah anda bahwa di dalam Al-Quran Allah sudah mengajarkan para nabi-Nya, setidaknya ada tiga nabi yang memperoleh pelajaran secara langsung maupun tidak langsung dari Allah.
 
1. Nabi Adam As.
 
Nabi Adam As mendapatkan pelajaran secara langsung dari Allah SWT tentang nama-nama benda dan mengajarkan kembali ilmu-Nya tersebut kepada malaikat yang masih meragukan kemampuan manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi yang menurut malaikat, manusia itu suka berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di bumi.
 
QS. Al-Baqarah (2): 30-34
 
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat seraya berfirman, "Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!"
Mereka (para malaikat) menjawab, "Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui, Mahabijaksana."
Dia (Allah) berfirman, "Wahai Adam! Beritahukanlah kepada mereka (para malaikat) nama-nama itu!" Setelah dia (Adam) menyebutkan nama-namanya, Dia berfirman, "Bukankah telah Aku katakan kepadamu bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan?"
 
 
2. Nabi Ibrahim As.
 
Nabi Ibrahim As adalah nabi yang tiada pernah lelah untuk mencari Tuhan sesungguhnya. Semenjak kecil Beliau hidup di lingkungan masyarakat yang menyembah berhala. Bahkan ayahnya  seorang pembuat berhala.
 
QS. Al-An'am (6): 74
 
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar, "Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata."
 
Beliau sangat yakin bahwa berhala-berhala itu benda mati dan tidak dapat mendengar, tidak melihat maupun menolong penyembahnya sedikit pun.
 
QS. Maryam (19): 42
 
(Ingatlah) ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya, "Wahai ayahku! Mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun?
 
Allah mengajarkan Beliau secara tidak langsung melalui benda-benda langit berupa bintang, bulan dan matahari (ayat-ayat Kauniyah).
 
QS. Al-An'am (6): 76-78
 
Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, "Inilah tuhanku." Maka ketika bintang itu terbenam dia berkata, "Aku tidak suka kepada yang terbenam."
Lalu ketika dia melihat bulan terbit dia berkata, "Inilah tuhanku." Tetapi ketika bulan itu terbenam dia berkata, "Sungguh, jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat."
Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata, "Inilah tuhanku, ini lebih besar." Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, "Wahai kaumku! Sungguh, aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan."
 
Karena kesungguhan Nabi Ibrahim As untuk terus mencari tahu Tuhan sebenarnya, akhirnya Allah memberi jawabannya.
 
QS. Al-An'aam (6): 75
 
Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.
 
 
3. Nabi Muhammad Saw.
 
Nabi Muhammad Saw adalah nabi terakhir hingga akhir zaman. Beliau adalah penutup para nabi.
 
QS. Al-Ahzaab (33): 40
 
Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
 
Kitab Suci Al-Quran diturunkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw melalui perantaraan Malaikat Jibril.
 
Sebelum Al-Quran turun sudah ada beberapa Kitab Suci yang diturunkan kepada para nabi. Kitab Zabur kepada Nabi Daud As. Kitab Taurat kepada Nabi Musa As. Dan Kitab Injil kepada Nabi Isa As.
 
QS. Al-Ahqaaf (46): 12
 
Dan sebelum (Al-Qur'an) itu telah ada Kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan (Al-Qur'an) ini adalah Kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
 
Ya, melalui Kitab Suci Al-Quran (ayat-ayat Qauliyah) itulah Nabi Muhammad Saw diajari Allah tidak hanya nama-nama benda saja melainkan tentang segala sesuatu, dari tidak tahu menjadi tahu, dari seorang yang ummi (tidak bisa baca tulis) menjadi seorang ilmuwan yang cerdas. 
 
Rasulullah Saw lah yang membawa petunjuk melalui Al-Quran dari kegelapan menuju kepada cahaya yang terang benderang.
 
QS. Ibrahim (14): 1
 
Alif Lam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu (Muhammad) agar engkau mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Mahaperkasa, Maha Terpuji.
 
Dan Beliau diutus bukan hanya untuk sebagian umat, melainkan untuk semua umat manusia tanpa terkecuali hingga akhir zaman.
 
QS. Saba` (34): 28
 
Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.
 
Allah SWT selalu mengajarkan semua umat manusia melalui baca-tulis, baik yang tersurat maupun yang tersirat, baik yang terhampar di langit dan di bumi bagi siapapun yang mau mengambil hikmah dan pelajaran.
 
QS. Al-'Alaq (96): 3-5
 
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia.
Yang mengajar (manusia) dengan pena.
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
 
QS. Al-Baqarah (2): 269
 
Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang-orang yang mempunyai akal sehat.
 
Dan sesungguhnya ilmu (pengetahuan) Allah meliputi segala sesuatu.
 
QS. An-Nisaa (4): 126
 
Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan (pengetahuan) Allah meliputi segala sesuatu.
 
 
Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab
 
HNH
Ditulis @Cileungsi Bogor, 27 Agustus 2016 / 24 Dzulkaidah 1437 H

  • view 546