From Zero To Hero

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Renungan
dipublikasikan 17 Agustus 2016
From Zero To Hero

Setiap bayi yang terlahir ke dunia ini dari rahim seorang ibu adalah dalam keadaan telanjang bulat, suci, bersih tanpa noda dan dosa. Atau dengan kata lain terlahir dalam fitrahnya sebagai makhluk yang kosong dan penuh dengan keseimbangan. 
 
Kosong artinya tiada daya dan upaya melainkan pertolongan Tuhan semata. 
 
Seorang bayi memerlukan bantuan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya terutama dari ibunya seperti minum ASI, mengganti popok dan lainnya.
 
Kosong artinya "Warna putih" yang siap menjadi tu7juh warna yang berulang atau warna pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan unggu (mejikuhibiniu).
 
Kosong artinya "Tanda diam" dalam teori musik yang siap menjadi tu7uh suara yang berulang atau tangga nada: 1(do), 2(re), 3(mi), 4(fa), 5(sol), 6(la) dan 7(si).
 
Ya, setiap manusia yang terlahir ke dunia ini adalah makhluk yang kosong yang siap untuk memaksimalkan semua potensi atau modal dasar yang dimilikinya, seperti:
  1. Otak untuk berpikir 
  2. Telinga untuk mendengar
  3. Mata untuk melihat
  4. Tangan untuk melakukan sesuatu
  5. Kaki untuk melangkah
  6. Hati untuk merasakan dan memilih
 
Semua potensi yang dibekali oleh Tuhan tersebut, diberikan buat manusia di seluruh dunia tanpa terkecuali dan tanpa memandang status, suku, agama, ras dan antargolongan, supaya kita bisa bertahan hidup dan berupaya untuk: 
  1. Memilih hidup yang benar dan bermakna ataukah memilih hidup yang salah dan tanpa makna. 
  2. Memilih hidup dengan banyak perbuatan baik ataukah memilih hidup dengan perbuatan buruk.
  3. Memilih hidup dengan banyak menebar manfaat ataukah memilih hidup dengan banyak menebar mudharat.
 
Hidup itu adalah belajar dan berproses dari tidak tahu apa-apa (kosong) menjadi mengetahui, kemudian mengerti, lalu memahami dan selalu berulang setiap hari, berganti minggu, kemudian berganti dengan bulan dan berganti dari tahun ke tahun sampai akhirnya kita meninggalkan dunia yang fana ini.
 
Hidup semua manusia terjadi dalam empat fase kejadian. Awalnya manusia tidak ada (fase mati pertama), kemudian atas peran orangtua kita, terlahirlah kita (fase hidup pertama) dari rahim ibu kita.
 
Kita semua sekarang ini sedang menunggu kapan, bagaimana dan sedang melakukan apa pada saat maut menjemput kita (fase mati kedua). 
 
Kemudian kita semua akan dihisab atas perbuatan kita dahulu di dunia, apakah lebih berat timbangan kebaikannya yang akan di ganjar dengan surga yang penuh kenikmatan ataukah lebih berat timbangan kejahatannya yang akan di ganjar dengan neraka yang penuh kesengsaraan (fase hidup kedua).
 
Tuhan menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya adalah dengan kebenaran (haq).
 
Coba perhatikan benda-benda yang terdapat di langit yang luas. Ada matahari sebagai sumber energi yang utama bagi bumi dan semua makhluk hidup yang tinggal diatasnya yang selalu menyinari di sepanjang waktu, yang dengan namanya semua kejadian di bumi dirangkum dalam 365 hari (satu tahun).
 
Ada bulan sebagai satelitnya bumi yang berperan dalam pasang surutnya air laut, yang dengan namanya semua kejadian di bumi dirangkum sebanyak 12 bulan.
 
Ada bintang-bintang yang selalu menghiasi malam dan berperan penting sebagai petunjuk arah bagi para nelayan.
 
Ada bumi sebagai tempat tinggal semua makhluk yang bernama manusia. Ada saya, anda, kita, mereka, dan dimanapun manusia berada yang sedang mengendarai kendaraan angkasa luar yang sangat besar sekali yaitu bumi, yang berputar pada porosnya (berotasi) dalam sehari semalam dalam waktu 24 jam dan berputar mengelilingi matahari (berevolusi) dalam setahun sebanyak 365 hari.
 
Ada tumbuhan dan binatang yang banyak memberi manfaat untuk asumsi makanan dan minuman semua manusia untuk kelangsungan hidupnya.
 
Ada elemen-elemen yang berperan penting bagi makhluk hidup di bumi, yaitu: tanah, air, udara dan api.
 
Jika seluruh alam semesta dan dunia seisinya yang hanya ingin memberi arti bagi kelangsungan hidup semua manusia yang hidup dan menetap di muka bumi ini tanpa terkecuali, apakah mereka memberi semua itu dengan pamrih dan ingin mendapatkan imbalan dari kita makhluk yang bernama manusia? 
 
Coba lihat dan renungkan sekali lagi, apakah kita harus membayar semua yang Tuhan sudah berikan itu? Apakah kita mendapatkan itu semua secara cuma-cuma alias gratis. Ya, kita semua mendapatkannya secara cuma-cuma.
 
Jadilah manusia yang berkata benar, berbuat baik dan banyak menebar manfaat bagi orang lain. Bukan menjadi manusia yang berkata salah, berbuat jahat dan banyak menebar mudharat bagi orang lain.
 
Jadilah manusia yang punya beragam karya yang bermanfaat, bukan sebagai manusia yang tanpa karya sama sekali, atau bahkan menghasilkan karya yang banyak menumpahkan darah dan banyak berbuat kerusakan.
 
Jadilah pemain yang mewarnai hidup ini dengan melakukan yang terbaik, bukan hanya menjadi penonton yang bisanya hanya berkomentar negatif dan menonton tontonan yang tidak berguna.
 
Jadilah petarung yang tangguh dalam mengarungi berbagai ujian dan cobaan yang silih berganti, bukan pengecut yang malas berusaha dan berputus asa.
 
Jadilah aktor/aktris yang memerankan peran protagonis di panggung dunia ini, bukan memilih peran antagonis yang merugikan banyak orang.
 
Jadilah manusia yang berani menentang ombak, bukan manusia yang mau dibawa arus, pasrah tanpa usaha.
 
Ya, berkacalah pada alam yang hanya memberi dan tak harap kembali.
 
Contohlah para pahlawan di dalam berjuang dengan berani yang rela mengorbankan darahnya atau nyawanya. Ya, mereka hanya dapat memilih: MERDEKA atau MATI.
 
Hidup adalah pilihan. Pilihlah hidup yang bisa membawa kebenaran, kebaikan dan kemanfaatan. Hanya manusia yang ditulari sifat "Berkehendak" oleh Tuhan Yang Maha Berkehendak. Sifat ini yang tidak ada pada matahari, bulan, bintang, tumbuhan, hewan dan benda mati.
 
Hidup akan selalu berisi dengan berbagai macam pilihan dan biasanya menggambarkan kata-kata "Berpasangan dan berlawanan", seperti berikut ini:
  1. Sehat atau sakit
  2. Muda atau tua
  3. Kaya atau miskin
  4. Lapang atau sempit
  5. Hidup atau mati
  6. Benar atau salah
  7. Baik atau buruk
  8. Manfaat atau mudharat
  9. Kanan atau kiri
  10. Atas atau bawah
  11. Dan kata-kata berpasangan dan berlawanan lainnya.
 
Ya, jadilah pahlawan kehidupan dengan melakukan yang terbaik di sepanjang hayat, bukan menjadi pecundang yang takut melakukan hal yang terbaik, bahkan kosong tanpa karya sama sekali.
 
Dengan tekad yang bulat dan kerja keras serta semangat yang pantang menyerah, kita semua pasti bisa memberi arti bagi hidup dan kehidupan sebelum kita nanti benar-benar mati.
 
Hidup di dunia hanya sekali....
Berilah hidup ini dengan berarti....
Setelah itu kita pasti akan mati....
 
Seperti lambang bendera negara Indonesia yaitu merah artinya berani (hero) dan putih artinya suci (zero).
 
Ya, jadilah pahlawan yang hanya memberi banyak arti bagi kehidupan...."From zero to hero".
 
 
Semoga bermanfaat…. Wallahu a’lam bishshawab
 
Salam Hangat Dan Merdeka!
HNH
 

 

  • view 269