Memahami Kalimat Allahu Akbar

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 05 Juli 2016
Memahami Kalimat Allahu Akbar

Memahami Kalimat Allahu Akbar
 
Puasa Ramadan berakhirlah sudah dan esok hari memasuki hari Idul Fitri dimana sebelum melaksanakan shalat Id disarankan untuk makan dan minum terlebih dahulu.
 
Malam takbiran adalah malam yang panjang dan disarankan untuk banyak-banyak menyebut Nama dan Kebesaran Allah. Takbir akan terus berkumandang sejak berbuka puasa di akhir Ramadan lalu diteruskan hingga malam dan diakhiri sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri.
 
Kali ini kita sama-sama belajar untuk memahami makna dari Allahu Akbar dimana kita sering menyebut kalimat Allahu Akbar ini di dalam shalat, di luar shalat dan khususnya di malam takbiran.
 
Secara arti, Allahu Akbar berarti Allah Yang Maha Besar. Secara makna yang mendalam dibalik nama-Nya Yang Maha Besar itu terkandung banyak hikmah buat kita pelajari dan pahami.
 
Mengapa Allah itu dapat dipahami sebagai Tuhan Yang Maha Besar? Sebesar apakah Dia? Apakah Dia menciptakan semua yang ada di langit dan di bumi, mengatur segala urusan, memberi rizki kepada bumi dari langit berupa hujan?
 
QS. Al-Baqarah (2): 164
 
Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.
 
Apakah Dia hanya menciptakan apa yang ada di bumi saja? Sedangkan bumi yang kita diami ini berada di dalam langit pertama. Atau Dia hanya ada di langit pertama saja? Sedangkan jumlah langit yang diinformasikan dalam Al-Qur'an ada tu7uh.
 
QS. Al-Baqarah (2): 29
Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu, kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
 
Jumlah seluruh manusia di bumi saat ini sekitar 5 milyar manusia dari berbagai suku dan bangsa.
 
Lima milyar manusia tersebut berada di sebuah planet yang bernama planet BUMI. Selain manusia, ada binatang, tumbuhan, air, udara dan berbagai jenis tambang, bebatuan, gunung-gunung dan lain sebagainya.
 
Bumi kita adalah bagian dari planet yang ada di dalam sistem TATA SURYA yang terdiri dari 9 planet, puluhan satelit planet dan termasuk satelit bumi yakni bulan. Berjuta-juta benda angkasa seperti asteroid, meteor, berbagai gaya gravitasi antar benda langit, orbit-orbit tiap planet, energi elektromagnetik dan sebagainya.
 
Tata surya di atas dihimpun dalam suatu wadah yang lebih besar lagi yang bernama GALAKSI BIMA SAKTI. Sekitar 100 Milyar Matahari ada di dalamnya, termasuk milyaran planet dan satelit.
 
Galaksi Bima Sakti pun masih berada di dalam salah satu himpunan yang lebih besar yang dinamakan SUPERKLUSTER. Beranggotakan sekitar 100 milyar galaksi, trilyunan matahari dan bintang. Bertriliun-triliun planet yang mengisinya termasuk planet bumi dan jumlah yang TAK TERHINGGA banyaknya dari benda-benda angkasa.
 
Himpunan benda-benda langit yang TAK TERHINGGA dan kumpulan SUPERKLUSTER yang ada di LANGIT PERTAMA yang dekat dengan bumi, masih terlalu kecil dalam hal luas maupun pengisi benda-benda di dalamnya daripada LANGIT KEDUA. 
 
LANGIT KETIGA menghimpun langit pertama dan langit kedua. Demikian seterusnya hingga berlapis tu7uh langit.
 
Ke enam lapisan langit tersebut dihimpunan di dalam suatu wadah yang tak terkira besarnya yaitu di dalam LANGIT KETU7UH.
 
QS. Fussilat (41): 12
Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian, langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui.
 
Lalu sebesar apakah Bumi kita? Bumi kita hanyalah bagian dari suatu titik bagaikan debu di angkasa nan luas atau lebih kecil lagi dari itu dan bahkan lebih kecil lagi dari atom.
 
Atau seberapa besarkah diri kita dibanding bumi yang kita diami? Sekitar lima milyar atau ratusan milyar manusia masih bisa tinggal dan ditampung oleh bumi yang besar tapi sangat-sangat kecil dibanding dengan langit ketujuh.
 
Lantas adakah yang lebih besar dari LANGIT KETUJUH? 
 
Ya ada. Dialah Allah yang menciptakan itu semua.
 
QS. Al-Mu'minun (23): 17
 
Dan sungguh, Kami telah menciptakan tujuh (lapis) langit di atas kamu, dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan kami.
 
Jangan sampai kita tidak memperhatikan semua ciptaan-Nya yang ada di langit dan di bumi serta apa yang ada diantara keduanya dan mengerti untuk apakah ciptaan-Nya tersebut serta hanya mengucapkan kalimat Allahu Akbar sekadar ucapan di bibir saja tanpa memahami arti dan makna serta meresapkan kalimat takbir itu ke dalam hati dan menggetarkannya dengan lembut.
 
QS. Yunus (10): 101
Katakanlah, "Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di Bumi!" Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman.
 
Ambillah pelajaran dari semua ciptaan-Nya tersebut untuk kita semua tanpa terkecuali dan terutama untuk diri kita sendiri dalam memahami tanda-tanda Kebesaran-Nya, karena semua yang ada di bumi dan di dalam langit yang tu7uh tersebut hanya ada Satu Tuhan Yang Maha Meliputi Segala Sesuatu. Dialah Allah Yang Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah.
 
QS. An-Nisa (4): 126
 
Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di Bumi, dan (pengetahuan) Allah meliputi segala sesuatu.
 
Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar...
Laa ilaa ha ilallahu Allahu Akbar...
Allahu Akbar wa lillah ilham...
 
 
Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab
 
Ditulis @Cileungsi Bogor, 5 Juli 2016 / 30 Ramadan 1437 H