Ternyata Angka 4 Merupakan Angka Keseimbangan

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 20 Juni 2016
Ternyata Angka 4 Merupakan Angka Keseimbangan

Ternyata Angka 4 Merupakan Angka Keseimbangan
 
Allah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya adalah dengan hukum keseimbangan yang diciptakan sejak “ledakan besar” (big bang), dan berlaku dalam urutan waktu: dulu-sekarang-nanti, hingga kelak dihancurkan pada hari kiamat.
 
Pernahkah kita berfikir bahwa segala sesuatunya yang ada di sekitar kita, Allah ciptakan semuanya berjumlah tu7uh. Seperti langit, bumi, suara, warna, thawaf pada haji, dan ayat-ayat berulang yaitu surat Al-Fatihah, serta lainnya yang berjumlah tu7uh.
 
Marilah kita sama-sama belajar tentang Hukum Keseimbangan yang ada kaitannya dengan “angka 4”.
 
Keseimbangan dapat diartikan sebagai berikut:
Jika di sisi kiri ada 3 kg dan di sisi kanan ada 3 kg, maka di tengah-tengahnya adalah sebuah timbangan. Inilah yang dimaksud sebagai tidak berat sebelah atau seimbangan. Timbangan adalah suatu alat yang digunakan untuk menentukan keseimbangan berat suatu benda.
 
Contoh: 
 
                 Kiri       Tengah     Kanan
Batang:      III             I                III
Angka:      123           4              567
 
Lapisan langit jauh dan lapisan langit dekat (atmosfir) yang kita ketahui berjumlah tu7uh lapisan. Demikian juga dengan lapisan bumi yang kita diami ini dan kita ketahui juga berjumlah tu7uh lapisan.
 
Suara atau bunyi yang kita dengar sehari-hari juga berjumlah tu7uh tingkatan nada yaitu: 1 (do), 2 (re), 3 (mi), 4 (fa), 5 (sol), 6 (la), dan 7 (si).
 
Warna yang kita kenal sebagai warna pelangi-pun berjumlah tu7uh warna, yaitu: 1 (merah), 2 (jingga), 3 (kuning), 4 (hijau), 5 (biru), 6 (nila), dan 7 (ungu). Atau disingkat: me-ji-ku-hi-bi-ni-u.
 
Thawaf pada haji-pun berjumlah tu7uh yaitu berputar sebanyak tu7uh kali mengelilingi Ka'bah secara berlawanan arah dengan jarum jam dengan membentuk lingkaran (0).
 
Hari-hari yang kita lalui sehari semalam pun berjumlah tu7uh hari yang berulang yang dirangkum dengan nama seminggu. 
 
Pada Ummul Kitab yaitu surat Al-Fatihah, yaitu induknya semua isi Al-Qur'an yang berarti Pembukaan pun disebut sebagai ayat-ayat yang berulang. Mengapa surat Al-Fatihah berjumlah tu7uh ayat juga? Apakah ada kaitannya dengan penciptaan Allah yang lain tentang langit, bumi, warna, suara, thawaf, hari dan lainnya?
 
Sekarang coba perhatikan angka 1 s/d 7 berikut:
     
1 - 2 - 3  > 4 <  5 - 6 - 7
 
Angka berapakah yang berada di tengah? Ya, angka 4. Dikiri angka 4 ada 3 angka (1, 2, dan 3) dan di kanan angka 4 ada 3 angka juga (5, 6, dan 7). Ya, angka 4 adalah angka keseimbangan karena berada tepat di tengah-tengah.
 
Sekarang kita kaitkan dengan surat Al-Fatihah yang berjumlah 7 ayat. Kita bagi dalam 3 kelompok yaitu:
 
Tiga Ayat Pertama (1, 2 dan 3) Surat Al-Fatihah:
 
1) Dengan nama ALLAH Yang MAHA PENGASIH lagi MAHA PENYAYANG.
2) Segala Puji bagi ALLAH, Tuhan seluruh alam.
3) Yang MAHA PENGASIH lagi MAHA PENYAYANG.
 
Pada kelompok tiga ayat pertama terlihat bahwa semua ayatnya adalah ayat tentang Allah, hanya nama Allah yang disebutkan baik secara langsung menyebutkan nama-Nya (Allah) maupun yang tersirat dengan nama lainnya dalam Asmaul Husna yaitu Ar-Rahman (Maha Pengasih) dan Ar-Rahim (Maha Penyayang).
 
Ketiga kelompok ayat pertama ini menggambarkan dari doa yang kita panjatkan hanya ke Penguasa alam semesta ini, yaitu Allah, Yang Menguasai (Raja) Hari Pembalasan.
 
Dimulai dengan ayat pertama yaitu Bismillahirrahmaanirrahiem, kita melakukan perbuatan seperti makan dan minum atau memegang sesuatu selalu dimulai dengan nama-Nya. 
 
Hasil dari usaha kita pun kita serahkan atau tawakal-kan hanya kepada Allah atau dilanjutkan dengan ayat kedua, yakni mengucapkan Alhamdulillahirrabbiil’alamien, yang berarti segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
 
Pada ayat ketiga adalah ayat yang paling dekat dengan nama Allah sebagai Raja-nya Hari Pembalasan atau Hari Kiamat (ayat ke 4), karena Ar-Rahman dan Ar-Rahim pun merupakan nama lain dari Allah yang terdapat dalam Asmaul Husna.
 
Satu Ayat Pertengahan (4) Surat Al-Fatihah:
 
4) Yang Menguasai (RAJA) hari Pembalasan (Kiamat). 
 
Di ayat keempat (4) yang artinya “Yang Menguasai (Raja) Hari Pembalasan” itu sendiri berada paling tengah, yaitu di kanan ada tiga (3) ayat dan di kiri pun ada tiga (3) ayat, yang artinya Allah itu Maha Adil. Ibaratnya Allah itu bertindak sebagai “Timbangan”, dikiri ada tiga kilogram, di kanan timbangan pun ada tiga kilogram. Allah Yang Maha Adil pun merupakan nama Allah yang lain yang terdapat dalam Asmaul Husna.
 
Tiga Ayat Terakhir (5, 6 dan 7) Surat Al-Fatihah:
 
5) Kepada-Mu kami menyembah dan kepada-Mu kami memohon pertolongan.
6) Tunjukilah kami jalan yang lurus.
7) (Yaitu) jalan bagi orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
 
Demikian pula kelompok tiga ayat terakhir, yaitu ayat-ayat 5, 6 dan 7, yang menggambarkan bahwa sebelum meninggalkan Sang Raja Hari Pembalasan atau ayat ke 4 yang merupakan “Ayat Keseimbangan”, Allah-lah yang menuntun manusia untuk senantiasa berada pada jalan yang lurus.
 
Manusia seringkali banyak melakukan kesalahan dan dosa. Untuk itu manusia sebagai makhluk yang tidak kuasa menyadari ketidak mampuannya tersebut dan hanya kepada Allah jualah seharusnya manusia menyembah terlebih dahulu sebelum manusia memohon pertolongan-Nya untuk tetap berada di jalan yang lurus tersebut.
 
Jalan yang lurus itu jalan yang seperti apakah? Yaitu jalan yang telah Allah beri nikmat kepada kita dan bukan jalan yang dimurkai oleh-Nya dan bukan pula jalan yang sesat.
 
Demikianlah kita bisa mengambil kesimpulan bahwa segala sesuatu yang Allah ciptakan di alam semesta ini berupa langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya termasuk apa yang ada pada diri kita sendiri berdasarkan hukum-hukum (sunnatullah) yang sudah tetap dan tidak pernah ada perubahan atas sunnatullah tersebut, baik dahulu saat diciptakan pertama kali, sekarang ini saat anda membaca tulisan ini, dan nanti pada saat dihancurkan kembali oleh Allah di hari kiamat.
 
Ayat ke 4 pada surat Al-Fatihah inilah yang merupakan “Ayat Keseimbangan” yang menyiratkan bahwa Allah memegang Kuasa atas segala sesuatu. Dia adalah Raja Yang Maha Bijaksana dan Maha Adil, dan Dia-lah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyanyang.
 
Sekarang coba perhatikan tulisan Allah dalam bahasa Arab yaitu 4JJ1 (maaf jika penulisannya nama Allah memakai tulisan huruf dan angka LATIN pada papan ketik QWERTY).
 
Dalam bahasa Arab, cara penulisan dan membaca huruf dan angka Arab dimulai dari sebelah kanan. Tulisan 4JJ1 berjumlah 4 huruf hijaiyah yang artinya sama dengan ayat ke 4 dalam surat Al-Fatihah.
 
Dimulai dari huruf Alif (1) yang menggambarkan Allah adalah Yang Maha Esa (Satu). Dia berdiri sendiri dan Dia yang di tulis pertama hurufnya dari tiga huruf lainnya (4JJ), dan Dia tidak menyambung dengan huruf berikutnya yaitu huruf Lam (J).
 
Huruf hijaiyah kedua (2) dan ketiga (3) dari nama Allah (4JJ1) adalah huruf Lam yang berulang dan saling menyambung bersinergi (JJ) menuju huruf Ha Besar (4), yang merupakan huruf sinergi antara huruf Alif (1) dan huruf Nol (0) membentuk huruf hijaiyah Ha Besar (4) atau dalam tulisan Latin merupakan lambang angka 4.
 
Manusia bersimbolik kepada angka nol (0), sedangkan Allah bersimbolik dengan angka Satu (1). Apakah sinergi antara manusia sebagai makhluk yang kosong (0) itu dengan Allah sebagai satu-satunya Tuhan seluruh alam (1) sebagaimana layaknya manusia (0) berthawaf mengelilingi Ka'bah Rumah Allah (1) sebanyak 7 kali, dan membentuk angka empat (4) ini sebagai suatu kebetulan?
 
Tetapi bukankah hukum-hukum Allah atau sunnatullah-Nya berlaku pada saat pertama kali di ciptakan, sekarang ini dan nanti dihancurkan pada hari Kiamat adalah tetap dan berimbang serta tidak ada yang cacat atas ciptaan Allah. Nama-Nya pun dalam bahasa Arab dan Latin tetap melambangkan Allah Yang Maha Esa (1) dan Allah Yang Maha Adil (4).
 
Maka benarlah firman Allah SWT:
 
QS. Al-Mulk (67): 3
Yang menciptakan tujuh (7) langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang (4) pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?
 
 
 
Semoga bermanfaat... Wallahu a'lam bishshawab
 
Ditulis @Cileungsi Bogor, 20 Juni 2016 / 15 Ramadan 1437 H

Dilihat 152