Manusia Diantara Dua Makhluk Energi

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 10 Juni 2016
Manusia Diantara Dua Makhluk Energi

Manusia Diantara Dua Makhluk Energi
 
Manusia adalah makhluk materi karena diciptakan oleh Allah dari tanah yang juga mempunyai unsur materi. 
 
Setiap manusia yang lahir dan hidup di muka bumi ini akan merasakan mati dan nanti akan kembali ke asalnya yaitu kembali ke tanah dan kelak akan dibangkitkan di hari Kiamat.
 
QS. Al-Mu’minun (23): 12
Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal dari tanah). 
 
QS. Taha (20): 55
Darinya (tanah) itulah Kami menciptakan kamu dan kepadanyalah Kami akan mengembalikan kamu dan dari sanalah Kami akan mengeluarkan kamu pada waktu yang lain.
 
Sebagai makhluk materi, manusia membutuhkan asupan makanan maupun minuman untuk diolah di dalam tubuh menjadi tenaga atau energi. Energi adalah sebuah kemampuan untuk melakukan usaha atau kerja.
 
Berbeda dengan makhluk ciptaan Allah lainnya yaitu malaikat dan jin. Malaikat diciptakan Allah dari cahaya sedangkan jin diciptakan dari nyala api seperti yang dijelaskan Rasulullah Saw dalam hadist berikut:
 
Malaikat itu diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepada mu semua. (HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
 
Cahaya dan api bukanlah materi tetapi energi. Jadi malaikat dan jin adalah makhluk energi. Mereka tidak lagi membutuhkan makan dan minum untuk menghasilkan energi karena sudah berbentuk sebagai makhluk energi.
 
Malaikat diciptakan untuk selalu taat pada perintah Allah. Tugas-tugasnya antara lain: selalu bertasbih tiada pernah letih untuk memuji-Nya, menyampaikan wahyu, mengatur semua urusan dunia, mencatat amal perbuatan manusia, tidak pernah membangkang atas perintah-Nya dan tugas lainnya.
 
QS. Az-Zumar (39): 75
Dan Engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling ‘Arsy, bertasbih sambil memuji Tuhannya; lalu diberikan keputusan di antara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan, “Segala Puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”
 
QS. Al-Anbiya (21): 20
Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang.
 
QS. An-Nahl (16): 102
Katakanlah, “Ruhulqudus (Jibril) menurunkan Al-Qur’an itu dari Tuhanmu dengan kebenaran, untuk meneguhkan (hati) orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang yang berserah diri (kepada Allah).
 
QS. Al-Qadar (97): 4
Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.
 
QS. Az-Zukhruf (43): 80
Ataukah mereka mengira bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka? Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan Kami (malaikat) selalu mencatat di sisi mereka.
 
QS. An-Nahl (16): 49-50
Dan segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi hanya bersujud kepada Allah, yaitu semua makhluk bergerak (bernyawa) dan (juga) para malaikat, dan mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri. Mereka takut kepada Tuhan yang (berkuasa) di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).  
 
Sedangkan jin atau nenek moyangnya jin yaitu iblis diciptakan sebaliknya selalu tidak taat dan tidak patuh atas semua perintah-Nya, serta menyombongkan diri yaitu merasa lebih hebat diciptakan dari nyala api daripada manusia yang hanya diciptakan dari tanah.
 
QS. Al-Hijr (15): 30-33
Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama para (malaikat) yang sujud itu. Dia (Allah) berfirman, “Wahai Iblis! Apa sebabnya kamu (tidak ikut) sujud bersama mereka?” Ia (Iblis) berkata, “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk.”
 
Kesombongan untuk tidak patuh dan taat kepada Allah inilah yang menyebabkan iblis terusir dari surga dan dikutuk oleh-Nya sampai dengan hari Kiamat.
 
QS. Al-Hijr (15): 34-35
Dia (Allah) berfirman, “(Kalau begitu) keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari Kiamat."
 
Akhirnya iblis berkata kepada Allah, karena ia sudah diputuskan oleh-Nya sesat maka ia akan selalu menggoda manusia dan akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan akan menyesatkan manusia semuanya.
 
QS. Al-Hijr (15): 39-40
Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.”
 
Ya, manusia adalah makhluk yang diberi hawa nafsu. Ada nafsu baik dan ada nafsu jahat. 
 
Jika manusia banyak berbuat kerusakan dan kejahatan di bumi, menyembah tuhan selain Allah, tidak menjalankan perintah-Nya dan malah mendekati bahkan berbuat apa yang dilarang oleh-Nya maka sesungguhnya ia sudah menjadi pengikut Iblis yang terkutuk. Dan balasannya kelak adalah neraka Jahanam.
 
QS. Al-Hijr (15): 43
Dan sungguh, Jahanam itu benar-benar (tempat) yang telah dijanjikan untuk mereka (pengikut setan) semuanya.
 
Dan jika manusia berbuat baik untuk taat beribadah menyembah-Nya, tidak menyekutukan Dia dengan tuhan-tuhan yang lain, selalu bertasbih dan ingat Allah pada pagi dan petang hari, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya maka ia bagaikan malaikat yang taat dan patuh akan perintah-Nya.
 
Di Bulan Ramadan inilah latihan bagi manusia sebagai makhluk materi yang membutuhkan makan dan minum untuk sementara berpuasa dari waktu subuh sampai waktu maghrib guna meningkatkan diri dari orang yang beriman menjadi orang yang bertakwa yang kelak akan diganjar dengan surga-Nya.
 
QS. Al-Hijr (15): 45
Sesungguhnya orang yang bertakwa itu berada dalam surga-surga (taman-taman), dan (di dekat) mata air (yang mengalir).
 
 
Semoga bermanfaat…. wallahu a’lam bishshawab
 
Ditulis @Cileungsi Bogor, 10 Juni 2016 / 5 Ramadan 1437 H

 

  • view 160