The Binary Code

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 14 Mei 2016
The Binary Code

The Binary Code

Oleh: Hendro Noor Herbanto
 
Sesungguhnya langit dan bumi beserta isinya hanyalah milik dan ciptaan Tuhan semata. Termasuk diri manusia itu sendiri adalah milik-Nya semata dan akan kembali lagi kepada yang menciptakan kita, yaitu Tuhan seluruh alam.
 
Kita semua yang berada dibelahan dunia manapun yang bernama makhluk manusia awalnya tiada (mati I), kemudian diciptakan oleh Tuhan melalui peran kedua orangtua kita sehingga terlahirlah ke dunia ini (hidup I) untuk berlomba-lomba melakukan kebaikan dan menjauhi larangan-Nya.
 
Setelah mengarungi kehidupan di dunia ini, semua manusia pasti akan merasakan mati (mati II). Kapan terjadinya, sedang malakukan apa saat itu, bagaimana cara matinya, dan dimana matinya tiap-tiap orang tidak ada yang tahu kecuali Tuhan Yang Maha Mengetahui.
 
Setelah itu semua manusia akan dibangkitkan (hidup II) di alam akhirat untuk dihisab, apakah akan diganjar dengan kenikmatan berupa surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai ataukah diganjar dengan kesengsaraan berupa neraka yang sangat menyakitkan.
 
Siklus penciptaan manusia tersebut dapat di rangkum sebagai berikut:
 
Tiada - Ada - Tiada - Ada
Atau:
Mati - Hidup - Mati - Hidup
 
Atau Dalam Simbol:
0   -   1   -   0   -   1
 
Manusia bersimbolik dengan angka nol/kosong (0). Manusia berasal dari ketiadaan, lalu diciptakan Tuhan, kemudian dimatikan kembali, dan akhirnya hidup kembali di alam akhirat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia dahulu.
 
Tuhan bersimbolik dengan angka Satu (1), karena Dia yang menciptakan manusia sebagai makhluk yang nol/kosong (0) dan menulari sifat-sifat ketuhanan kepada manusia agar manusia bisa menempuh tiga jalan yang lurus yaitu: 
  1. Membawa kebenaran dalam situasi dan kondisi apapun.
  2. Melakukan kebaikan dimanapun, kapanpun dan kepada siapapun.
  3. Memberikan manfaat bagi orang banyak dan seluruh alam.
Tuhan menyiptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, adalah dengan haq (kebenaran). Tidak ada yang sia-sia atas semua ciptaan-Nya, semuanya berguna dan bermanfaat bagi semua manusia yang ada di muka bumi ini tanpa terkecuali.
 
Pernah melihat tombol power (on & off) seperti yang terdapat pada peralatan elektronik dan gadget seperti komputer, laptop, televisi, handphone, smartphone dan peralatan lainnya. 
 
Jika kita perhatikan lebih cermat lagi ternyata peralatan elektronik dan gadget tersebut terdiri dari dua angka yaitu angka nol/kosong (0) yang berarti "mati (off)" dan angka Satu (1) yang berarti "hidup (on)". 
 
Jika kita ingin mematikan peralatan misalnya smartphone, maka akan muncul angka 0 dan 1 dengan warna biasanya merah, dimana angka 1 berada di dalam agak ke atas dari angka 0. Dan jika ingin menghidupkan smartphone tersebut, kedua angka 0 dan 1 tersebut biasanya akan berwarna hijau.
 
Kedua angka tersebut ternyata di ambil dari "kode biner (the binary code)" yang terdiri dari dua digit angka yaitu angka 0 dan angka 1.
 
Sistem digital hanya mengenal dua logika, yaitu 0 dan 1. Logika 0 biasanya mewakili kondisi mati dan logika 1 mewakili kondisi hidup. 
 
Pada sistem bilangan biner, hanya dikenal dua lambang, yaitu 0 dan 1. Karena itu, sistem bilangan biner paling sering digunakan untuk merepresentasikan kuantitas dan mewakili keadaan dalam sistem digital maupun sistem komputer.
 
Kode biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17. Sistem bilangan ini merupakan dasar dari semua sistem bilangan berbasis digital. Dari sistem biner, kita dapat mengkonversinya ke sistem bilangan Oktal atau Hexadesimal. Sistem ini juga dapat kita sebut dengan istilah bit, atau Binary Digit. Pengelompokan biner dalam komputer selalu berjumlah 8, dengan istilah 1 Byte. Dalam istilah komputer, 1 Byte = 8 bit. 
 
Bilangan/Kode Biner (01) adalah bilangan yang menjadi Dasar Ilmu Pengetahuan bagi kedekatan antara hamba dan Tuhannya. Angka nol (0) sebenarnya merupakan angka yang berpotensi menghasilkan "sesuatu" dari kekosongan menjadi isi. Hasilnya bisa bermacam-macam banyaknya dan sangat tidak terhingga banyaknya, contohnya pada suara, perhitungan, dan warna.
 
Bilangan/Kode Biner (bilangan berbasis 2 digit: 0 & 1) pada dasarnya adalah perwujudan dari angka nol, yaitu kita sebagai manusia makhluk yang nol/kosong yang ingin mengenal angka 1 yakni Sang Pencipta angka 0. 
 
Perputaran bumi pada porosnya (rotasi) menghasilkan pergantian malam dan siang. Malam untuk beristirahat dan siang untuk berusaha. Nyawa seseorang pada saat ia tidur pada malam hari dipegang oleh Allah dan dilepaskan kembali pada saat ia terbangun dari tidurnya, seperti yang Allah ceritakan dalam ayat Al-Qur'an berikut ini:
 
QS. Az-Zumar (39): 42
Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.
 
Ya, Allah selalu mengulang ayat-ayat tentang tanda-tanda kebesaran-Nya untuk semua manusia yang lahir, hidup dan mati di muka bumi ini tanpa terkecuali agar manusia selalu bertafakur (memperhatikan semua ciptaan Allah) dan berdzikir (mengingat-Nya dalam shalatnya, ibadahnya, hidupnya dan matinya) supaya manusia dapat berpikir buat apa ia diciptakan untuk hidup di dunia ini sebelum ia mati meninggalkan dunia yang fana ini dan kelak akan diganjar dengan surga-Nya akibat dari perbuatan yang membawa kebenaran-kebaikan-kemanfaatan ataukah akan diganjar dengan neraka-Nya akibat dari perbuatan yang membawa kesalahan-kejahatan-kemudharatan.
 
Ya, hidup dan mati itu seperti tombol power. Ada kalanya kita mati (tidur/istirahat) dan ada kalanya kita hidup (bangun/berusaha). 
 
Coba bayangkan misalnya smartphone kita selalu dalam kondisi on (1) atau dalam kondisi hidup dan digunakan terus menerus, pasti baterainya akan lekas habis, dan smartphone kita perlu di off-kan (0) terlebih dahulu atau dalam kondisi mati untuk di isi ulang baterai-nya supaya bisa digunakan kembali.
 
Kita semua hanyalah manusia sebagai makhluk yang kosong yang bersimbolik dengan angka nol/kosong (0) layaknya tombol off/mati yang bisa bergerak dan berusaha karena dialiri sifat-sifat ketuhanan dari Allah yang Satu (1) layaknya tombol on/hidup.
 
Seperti ayat ke dua dari surat Al-Ikhlas yaitu: Allahus-samad - Allah tempat meminta atau bergantungnya segala sesuatu. Seperti itulah kita sebaiknya meminta pertolongan hanya kepada Allah semata, bukan kepada tuhan-tuhan selain Allah.
 
Bukankah angka Satu jika dibagi dengan angka nol/kosong menghasilkan angka nol/kosong yang tidak berhingga banyaknya?
 
    1
  ---- = 0000000000 ~ dst
    0
 
Ya, jadilah manusia yang selalu ingat kodratnya sebagai makhluk yang fitrah,  yaitu makhluk yang kosong dan penuh keseimbangan.
 
Untuk itu kosongkanlah sifat-sifat setaniah yang sombong dengan merendahkan diri di hadapan Allah, bahwa tiada daya dan upaya melainkan hanya pertolongan Allah semata. 
 
Jadilah angka nol yang selalu berputar/berproses dalam setiap ujian & cobaan-Nya, dalam setiap keadaan suka maupun duka dari-Nya, dalam setiap situasi yang menyenangkan & menyusahkan hidup dari-Nya. 
 
Ya, hidup dan mati itu seperti tombol power on (1) dan off (0). 
 
Ya, hidup dan mati itu layaknya “The Binary Code".
 
Dan sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku (0) hanya untuk menyembah Allah Yang Satu (1), yaitu Tuhan seluruh alam.
 
 
Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab 

  • view 122