Segala Puji Hanya Milik Allah

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 01 Mei 2016
Segala Puji Hanya Milik Allah

Segala Puji Hanya Milik Allah
Oleh: Hendro Noor Herbanto
 
Sesungguhnya pada penciptaan diri manusia terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berakal dan mau mengambil pelajaran.
 
Permulaan penciptaan manusia adalah berasal dari tanah dan penciptaan keturunannya berasal dari saripati air yang hina.
 
QS. As-Sajdah (32): 7 - 8
Yang memperindah segala sesuatu yang Dia ciptakan dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah, kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani).
 
Setiap manusia yang terlahir ke muka bumi ini dari rahim seorang ibu pasti dalam keadaan telanjang bulat dan tidak mengetahui sesuatu apapun, tanpa ada satu helai benang pun yang menempel di tubuhnya. Apalagi membawa harta dan benda. Terlahir suci, bersih tanpa noda dan dosa. 
 
QS. An-Nahl (16): 78
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.
 
Allah hanya memberikan modal dasar (potensi) yang sama kepada setiap manusia seperti pendengaran, penglihatan dan hati nurani tanpa terkecuali dan tanpa memandang status, suku, agama, ras dan antar golongan agar kita dapat bersyukur.
 
Siklus kehidupan manusia pun akan kembali tua renta dan pikun sehingga tidak lagi ingat sesuatu apapun dan akhirnya akan mati meninggalkan dunia ini tanpa membawa harta dan benda ke dalam liang kuburnya.
 
QS. An-Nahl (16): 70 
Dan Allah telah menciptakan kamu, kemudian mewafatkanmu, di antara kamu ada yang dikembalikan kepada usia yang tua renta (pikun), sehingga dia tidak mengetahui lagi sesuatu yang pernah diketahuinya. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahakuasa.
 
Jika memang setiap manusia yang hidup pasti akan menuju kepada kematian dan siklus perjalanan manusia dari tiada kemudian ada, dari muda kepada tua renta, apakah ada manusia yang bisa hidup selamanya? Adakah manusia yang selalu berusia muda dan tidak pernah tua? Atau adakah manusia yang tidak bisa mati?
 
QS. Al-Anbiya (21): 35
Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.
 
Allah akan selalu menguji kita dengan keburukan dan kebaikan di setiap hembusan nafas dan waktu yang kita lalui serta di dalam semua ibadah kita.
 
Beribadah kepada Allah dengan mengerjakan kebaikan yang berpahala merupakan ujian juga dari-Nya. 
 
Mengapa hal tersebut disebut juga sebagai ujian? Karena jika kebaikan yang berpahala diniatkan untuk mengejar pujian dari orang lain dan merasa lebih hebat apa yang ada pada dirinya, lebih mampu dan kuasa melakukan ibadah yang orang lain belum bisa atau belum mampu melakukanmya (misal ibadah shalat, puasa, zakat dan haji), rasanya hal-hal tersebut adalah ibadah yang sia-sia belaka dan bahkan bisa dinamakan sebagai ibadah yang pamrih alias mengharapkan ganjaran atau imbalan dari diri sendiri maupun orang lain.
 
QS. Al-Baqarah (2): 264
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu yang licin yang di atasnya ada debu, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, maka tinggallah batu itu licin lagi. Mereka tidak memperoleh sesuatu apa pun dari apa yang mereka kerjakan. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang kafir.
 
QS. An-Nisa (4): 142
Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk salat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.
 
QS. Al-Anfal (8): 47
Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang keluar dari kampung halamannya dengan rasa angkuh dan ingin dipuji orang (riya) serta menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Allah meliputi segala yang mereka kerjakan.
 
Berhati-hati dan selalu waspada dengan lawan halus manusia yaitu setan yang bisa menyusup masuk ke dalam hati kita tanpa kita sadari untuk menyebarkan godaannya dan bisa membangkitkan serta menumbuhkan sifat-sifat sombong, riya, ujub, sum’ah dan takabur.(*)
 
QS. An-Nisa (4): 38
Dan (juga) orang-orang yang menginfakkan hartanya karena riya kepada orang lain (ingin dilihat dan dipuji), dan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian. Barang siapa menjadikan setan sebagai temannya, maka (ketahuilah) dia (setan itu) adalah teman yang sangat jahat.
 
Setiap manusia diciptakan Allah dari tanah dan akan mati kemudian kembali ke tanah.
 
QS. Al-An'am (6): 2
Dialah yang menciptakan kamu dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematianmu), dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya. Namun demikian kamu masih meragukannya.
 
Ya, Allah akan selalu menguji setiap manusia dengan kebaikan dan keburukan disepanjang hidupnya. 
 
Manusia adalah makhluk yang kosong dan tiada daya maupun upaya selain pertolongan Allah semata.
 
Jangan pernah membiarkan amalan pahala ibadah yang telah kita peroleh selama ini menjadi terhapus sia-sia belaka, bahkan berbuah keburukan serta dosa, dikarenakan adanya sikap sombong, riya, ujub, sum’ah dan takabur di dalam hati. 
 
Hanya kepada Allah saja sebaiknya kita menyembah dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan. Beribadahlah dengan tidak menyebut kebaikan ibadah kita dengan mengharapkan hanya ridha dari-Nya, karena sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, Tuhan seluruh alam.
 
QS. Al-Fatihah (1): 2
Segala puji hanya milik Allah, Tuhan seluruh alam.
 
 
(*)Note:
  1. Sombong adalah sifat setaniah yaitu merasa paling hebat, paling kaya, paling mampu, paling gagah, paling cantik, paling perkasa dari orang lain dan bahkan paling kuasa dari Tuhan seluruh alam yang pernah dicontohkan oleh Raja Fir'aun yang mengaku sebagai tuhan, yang akhirnya kesombongannya itu hancur ditenggelamkan oleh Yang Maha Kuasa.
  2. Riya adalah memperlihatkan amal kebaikannya kepada orang lain untuk mendapat pujian dan penghargaan. 
  3. Ujub adalah mengagumi diri sendiri serta merasa memiliki kelebihan dari orang lain. 
  4. Sum’ah adalah menampakkan amal perbuatannya yang tersembunyi kepada orang lain, yang sebelumnya tidak mengetahuinya demi memperoleh keuntungan atau penghormatan. 
  5. Takabur adalah sifat angkuh dan membanggakan diri sendiri dengan mengabaikan keberadaan Allah SWT. 
 
Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab 
 
 
Sumber:
http://m.kompasiana.com/hariyanto/foto-selfie-ternyata-bisa-menjerumuskan-kita-ke-dalam-dosa_54f36d2f745513a42b6c74a5

  • view 194