Hidup Adalah Sebuah Pilihan

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 29 April 2016
Hidup Adalah Sebuah Pilihan

Hidup Adalah Sebuah Pilihan

Oleh: Hendro Noor Herbanto

Pada dasarnya kita terlahir ke dunia ini adalah untuk berkompetisi diantara satu sama lainnya untuk kembali kepada Tuhan yang telah memberikan kita hidup dengan hati yang ridha lagi diridhai Tuhan.

Aturan mainnya pun telah Tuhan berikan kepada seluruh alam semesta dan kepada manusia, bahwa siapapun yang mau mengambil jalan yang lurus sesuai aturan, maka dia akan memperoleh balasan di akhirat kelak dengan kebahagiaan atau surga. Sebaliknya siapapun dia yang tidak mengikuti aturan main yang telah diberikan maka kelak di hari akhir dia akan mendapatkan balasan dengan kesengsaraan atau neraka.

Hidup yang terbaik adalah hidup yang banyak melakukan kebenaran, kebaikan dan kemanfaatan bagi orang lain dan seluruh alam.

Hanya orang-orang yang terpilih saja yang dapat melalui perjuangan hidup dengan bersusah payah, pantang menyerah, dan tak kenal berputus asa. Jika gagal dan jatuh dia bangkit, jika masih gagal lagi, dia akan terus bangkit lagi dan seterusnya sampai hayat masih di kandung badan, dia akan terus berusaha untuk meraih kebahagiaan hakiki kelak di akhirat.

Maka dari itu, selagi kita masih punya kesempatan hidup, pilihlah yang terbaik untuk tujuan akhir nanti. Kita harus menjadi seorang hero, bukan seorang zero. Menjadi seorang pemenang, bukan pribadi yang banyak mengeluh dan gampang menyerah. Menjadi seorang yang terbaik diantara orang-orang yang biasa.

Seperti cerita tentang elang dan rajawali berikut ini:

Seekor elang pada usia yang ke-40 tahun akan mengalami proses memilih untuk terus melanjutkan hidupnya atau pasrah dengan proses penuan pada dirinya.

Paruh sang elang akan semakin menua dan memanjang sampai ke dadanya. Cakarnya pun semakin mengeras. Bulu-bulu sang elang semakin tebal dan kesulitan untuk mengembangkan sayapnya.

Jika pilihannya jatuh untuk terus melanjutkan hidupnya, maka sang elang akan melakukan proses transformasi menjadi seekor rajawali. Proses tersebut akan menjadikan harapan hidupnya bertambah selama 30 tahun lagi.

Pada tahap transformasi menjadi sang rajawali tersebut, sang elang akan membuat sarangnya di dinding-dinding tebing yang tinggi dan curam untuk tinggal dan menetap di atas sana hingga 150 hari lamanya.

Sungguh perjuangan yang memayahkan dan penuh perjuangan serta menyakitkan selama proses tersebut. Paruhnya yang memanjang tersebut ia benturkan ke dinding batu karang yang keras hingga paruhnya yang lama terlepas dari mulutnya hingga diam beberapa lama di sana sampai tumbuh kembali paruh baru yang lebih kuat. Setelah itu, paruhnya melepas satu demi satu cakarnya. Dan yang lebih hebat lagi dan sangat menyakitkan adalah bulu-bulu di sekujur tubuh sang elang, ia copoti satu-satu, sehelai demi sehelai.

Lima bulan kemudian, bulu-bulu sang elang yang baru sudah tumbuh. Kini ia bisa terbang kembali. Dengan paruh, cakar dan sayap yang baru, sang elang mulai menjalani kehidupan yang baru dengan penuh semangat dan energi yang besar. Sang elang telah bertransformasi menjadi sang elang yang baru. Namanya pun bukan lagi sang burung elang, tetapi sudah menjadi sang burung rajawali.

Begitulah kisah kehidupan sang elang, dan begitu pula kehidupan manusia di dunia ini, penuh dengan pilihan. Kita berhak menentukan kisah kehidupan kita sendiri untuk mengambil peran protagonis atau peran antagonis, menjadi seorang yang baik atau buruk, menjadi pahlawan atau pecundang, menjadi sukses atau gagal.

Kita diberi kebebasan untuk bisa memilih oleh Tuhan Yang Maha Berkehendak untuk menjadi seorang pahlawan atau seorang pecundang, menjadi something atau nothing.

Setiap pilihan ada konsekuensinya masing-masing. Jika memilih untuk memutuskan memilih yang pertama, maka kita harus siap dengan kehidupan yang memayahkan, penuh perjuangan dan sangat menyakitkan.

Pilihlah yang terbaik buat hidup kita yang hanya sebentar di dunia yang fana ini yang penuh dengan senda gurau dan permainan belaka, menuju tempat terindah di akhirat nanti untuk hidup di surga yang penuh dengan kenikmatan selama-lamanya.

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian seperti peribahasa bilang. Jika ingin hidup kekal abadi di akhirat nanti, maka kita harus siap menempuh perjalanan yang penuh dengan ujian dan cobaan-Nya.

Ya, hidup adalah sebuah pilihan.


Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab

  • view 586