Kecepatan Cahaya

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 22 April 2016
Kecepatan Cahaya

Kecepatan Cahaya

Oleh: Hendro Noor Herbanto

Pada suatu hari, anak saya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar sedang belajar pelajaran agama Islam, lalu saya bertanya kepada anak saya seperti berikut ini: "De, malaikat yang mencatat amal perbuatan kita siapa saja namanya?" Anak saya-pun menjawab, "Raqib dan Atid". "Tugasnya Malaikat Raqib dan Atid apa saja?" Tanya saya. "Kalau Malaikat Raqib tugasnya mencatat amal kebajikan dan duduk di bahu kanan, sedangkan Malaikat Atid tugasnya mencatat amal keburukan manusia dan duduknya di bahu kiri." Ujarnya.

QS. Qaf (50): 17
(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri.

Kemudian saya sengaja menanyakan lebih jauh seperti berikut, "Ada dua malaikat ya De, yang mencatat amal seseorang?" "Iya dong!" Jawabnya. "Terus, jika malaikatnya ada dua yang mencatat amal seseorang, apakah Malaikat Raqib dan Atid-nya Ade dengan Malaikat Raqib dan Atid-nya papah atau mamah atau kakak, malaikat yang sama? Ataukah malaikat yang berbeda?"

"Sama ya pah??...eh tidak sama dong pah!!..." masih berpikir tiba-tiba adik berkata, "Tahu ah!" Jawab Ade polos sambil belajar kembali... (Maksudnya Ade masih bingung dengan pertanyaan itu).

Kecepatan yang paling cepat di seluruh dunia adalah kecepatan cahaya, mengalahkan kecepatan pesawat ulang alik yang terbang ke angkasa luar dengan kecepatan kurang lebih sekitar 28.000 km/detik.

Kecepatan cahaya yang sudah disepakati di seluruh dunia adalah = 299.792,5 km/detik atau dibulatkan menjadi 300.000 km/detik.

Matahari adalah sumber energi yang paling utama untuk kelangsungan makhluk hidup di bumi. Sinarnya menerangi bumi sejak terbit fajar sampai dengan tenggelam digantikan dengan malam.

Jika jarak matahari ke bumi adalah sepanjang 150.000.000 km, berapakah waktu yang dibutuhkan sinar matahari untuk sampai ke bumi?

Yuk, sama-sama belajar tentang penciptaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, agar kita menjadi hamba Allah yang terus belajar di sepanjang sisa waktu yang masih Allah berikan, agar kita selalu berproses dari belum tahu, menjadi tahu, lalu mengerti, kemudian yakin, dan akhirnya mendapatkan kepahaman yang mendalam bahwa tidak ada yang sia-sia atas semua ciptaan Allah ini.

Lanjut yaa...
· Jika jarak matahari ke bumi adalah 150.000.000 km
· JIka kecepatan sinar/cahaya adalah 300.000 km/detik
· Jika 1 menit adalah 60 detik

Maka waktu yang dibutuh sinar/cahaya matahari untuk sampai ke bumi adalah:
· 150.000.000 : 300.000 = 500
· 500 : 60 detik = 8,33 menit
· dibulatkan menjadi 8 menit

Jadi matahari yang kita lihat saat ini adalah matahari 8 menit yang lalu. Kok bisa 8 menit yang lalu? Ya, karena matahari adalah sumber atau asal dari sinar atau cahaya untuk dapat sampai ke bumi.

Jika berbicara tentang jarak maka, bisa disimpulkan sebagai berikut: berasalnya dari mana? dan tujuannya mau ke mana? Misalnya, kita berangkat untuk satu keperluan dari kota Jakarta ke kota Surabaya. Asal kota adalah Jakarta, dan kota tujuan adalah Surabaya. Berangkat dari Jakarta jam 10 pagi menggunakan pesawat terbang selama 1 jam. Sampai di Surabaya jam 11 siang. Waktu saat ini adalah waktunya di kota Surabaya, sedangkan waktu yang sudah terjadi adalah waktunya di kota Jakarta. (Bisa dipahami kan pengertiannya, mudah-mudahan bisa yaa...aamiin).

Berbicara tentang malaikat berarti berbicara tentang cahaya. Malaikat adalah makhluk cahaya, karena di ciptakan Allah dari cahaya.

Apakah kecepatan malaikat juga 300.000 km/detik? Bisa jadi, karena hukum atau ketetapan Allah adalah tetap dan seimbang, sejak pertama kali diciptakan sampai saat anda membaca tulisan ini, hingga nanti saat dihancurkan kembali oleh Allah di hari Kiamat.

Maka benarlah firman Allah SWT:

QS. Al-Mulk (67): 3
Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?

Berikut beberapa ayat dalam Al-Qur'an yang ada hubungannya antara malaikat dengan kecepatannya:

QS. Al-Ma'arij (70): 4:
Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.

QS. An-Nazi'at (79): 3:
Demi (malaikat) yang turun dari langit dengan cepat.

QS. An-Nazi'at (79): 4:
Dan (malaikat) yang mendahului dengan kencang.

QS. An-Nazi'at (79): 5:
Dan (malaikat) yang mengatur urusan (dunia).

Akhirnya, ade pun selesai dengan pelajaran agamanya sambil berkata, "Pah, ade udah ngantuk mau bobo dulu." Papah bilang, "Baiklah de, jangan lupa berdoa ya, nanti Malaikat Raqib mencatat perbuatan ade sebagai amal perbuatan yang baik." Sambil berlalu ke dalam kamar, ade berkata, "Nanti ade coba tanyakan kepada Malaikat Raqib ya pah, berapa jumlahnya?"

Note:
Dari informasi di atas, kira-kira menurut pembaca yang baik hati, ada berapakah jumlah malaikat Raqib dan malaikat Atid?


Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab

 

 


  • Hendro Noor Herbanto
    Hendro Noor Herbanto
    1 tahun yang lalu.
    Sesuai dengan judulnya "Kecepatan Cahaya" dan sesuai dengan fitrahnya malaikat diciptakan Allah dari "Cahaya" dan sesuai dengan kesepakatan para ilmuwan bahwa kecepatan yang paling cepat di seluruh dunia adalah "Kecepatan Cahaya" yaitu sekitar 300ribu km/detik.

    Saya sengaja menulis tentang tema Kecepatan Cahaya ini agar kita sama2 belajar dan mengoptimalkan fungsi otak kita yaitu bisa berpikir tentang semua ciptaan-Nya ini bahwa ciptaan Allah yang terhampar di langit dan di bumi dan apa yang ada diantara keduanya diciptakan oleh-Nya dengan kebenaran (haq). Tidak ada yang sia-sia atas ciptaan-Nya.

    Untuk jawabannya:
    Saya sependapat dengan jawaban nya mas "Lelaki Dan Benang" yang jawabannya sudah mendekati, bahwa:
    1. Malaikat Raqib jumlahnya 1 malaikat yang tugasnya "mencatat amal kebaikan" buat seluruh manusia yang masih hidup (tidak tidur dan tidak mati).
    2. Malaikat Atid jumlahnya 1 malaikat yang tugasnya "mencatat amal keburukan" buat seluruh manusia yang masih hidup (tidak tidur dan tidak mati).

    Bagi manusia yang "sedang tidur" atau "sudah mati/meninggal" tidak dicatat oleh Malaikat Raqib dan Atid, tetapi nyawanya dipegang oleh Allah, seperti yang Dia ceritakan dalam ayat berikut ini:

    QS. Az-Zumar (39): 42
    Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.

    Demikian jawabannya, semoga bermanfaat...walahu a'lam bishsawab.

    Salam Cahaya,
    Hendro Noor Herbanto

  • Muthmainnah Rati
    Muthmainnah Rati
    1 tahun yang lalu.
    Bagi saya, yang terpenting adalah keimanan kita akan adanya malaikat-malaikat Allah tsb (rukun iman yang ke-2)
    Tentang brapa jumlahnya mereka, biarlah itu menjadi rahasia Allah, wajar jika kita bertanya-tanya tapi biarlah itu hanya menjadi semacam tanya yang tidak perlu ditindaklanjuti sebab jika kita memanksakan diri, kita tak akan mampu, sebab tentang hal-hal ghaib memang tak akan mampu terjangkau akal pikiran manusia.
    Allah yang memiliki ilmunya.
    Jika kita memaksakan diri, jangan-jangan nanti kita bisa gila atau malah menjadi kafir sebab tidak akan bisa menjangkaunya dengan akal pikiran.

    Yang terpenting bahwa kita mengimaninya dan selalu menjaga amal ibadah dan amal perbuatan kita agar sebisa mungkin hanya Malaikat Raqib yang sibuk mencatat dan Malaikat 'Atid cukup menganggur saja, hehehe .....

  • Anis 
    Anis 
    1 tahun yang lalu.
    maaf nimbrung

    sepuluh nama malaikat yang kita tahu itu, bukankah 'hanya' nama saja --sementara jumlah mereka memang 'sangat' banyak (?)

  • Chairunisa Eka 
    Chairunisa Eka 
    1 tahun yang lalu.
    Sedari dulu matahari dan bumi itu satu dalam periode abad sebelum terbentuk,,,mungkin hanya seperti debu lalu menjadi cahaya yang menyilaukan mata...*bener gak yah ini maaf jawaban gaje

    masih dengan pertanyaan yang sama dengan mas hendro :
    Dari informasi di atas, kira-kira menurut pembaca yang baik hati, ada berapakah jumlah malaikat Raqib dan malaikat Atid?

    jadi saya nunggu jawaban anda pak

  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Yg pertama ini bersifat 'non fisik' jadi terasa tabu. Apakah cahaya matahari sama dengan asal muasal cahaya malaikat? Dari info di atas aku belum nangkep. Mungkin gue geblek kali ya...hehe

    Yang kedua, ini butuh keimanan, jika ingin dilogikakan akan sulit. Mengapa? Akal kita tak mampu kesana, hanya kalbu kita yg 'mampu melihat' malaikat. Bagi hamba yang 'suci'.

    Yang ketiga, jika tetap dipaksain tanya berapa jumlahnya, maka dgn ragu kujawab Raqib hanya satu dan begitupula Atid. Sifat mereka sudah dianugerahi Tuhan keluarbiasaan. Jika mereka masing-masing satu untuk setiap manusia, artinya mereka akan berkembang atau berkurang sesuai jumlah manusia terkini. Betapa repotnya. Walau tak ada yang merepotkan untuk Allah.

    *Cukup kawan ini 'berbahaya' (menurutku)


    • Lihat 3 Respon