Hanya Ada Balasan Yang Tersisa

Hendro Noor Herbanto
Karya Hendro Noor Herbanto Kategori Motivasi
dipublikasikan 14 April 2016
Hanya Ada Balasan Yang Tersisa

Hanya Ada Balasan Yang Tersisa

Oleh: Hendro Noor Herbanto
 
Semua manusia yang hidup dan mati di muka bumi ini dan terlahir dari peran orangtua kita dan dilahirkan dari seorang ibu adalah suatu proses atau siklus kematian dan kehidupan manusia sebanyak empat fase, yaitu dari:
 
 Tiada - Ada  -  Tiada - Ada
     I    -    II    -    III    -   IV
      
Atau mati sebanyak dua kali dan hidup sebanyak dua kali juga.
 
Manusia adalah makhluk yang kosong dan penuh keseimbangan. Manusia bersimbolik dengan angka nol (0). Sedangkan yang Satu dan yang menciptakan angka nol (0) adalah Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Allah bersimbolik dengan angka (1).
 
Tahapan hidup dan matinya manusia yaitu masing-masing sebanyak dua kali adalah sebagai berikut:
 
1. Fase Tiada I (Mati I)
 
Pasa fase mati pertama ini adalah suatu masa dimana manusia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut.
 
QS. Al-Insaan (76): 1
Bukankah telah datang atas manusia suatu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
 
Fase ini dapat diartikan juga dengan belum bertemunya sel telur ibu dengan sel sperma ayah. Belum terjadinya pembuahan yang menghasilkan cikal bakal bayi.
 
2. Fase Ada I (Hidup I)
 
Pada fase hidup yang pertama ini, Allah menciptakan manusia dan sudah bisa dikatakan manusia itu ada (hidup), akibat adanya pembuahan dari bertemunya sel telur dari ibu dan sel sperma dari ayah.
 
QS. Al-Insaan (76): 2
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya, karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
 
Pada fase hidup yang pertama inilah kita semua baik yang berada di belahan bumi utara, selatan, timur dan barat sedang mengalaminya,
 
Baik yang tinggal di benua Eropa, Afrika, Amerika, Australia dan Asia pasti sedang merasakan hidup juga.
 
Baik yang berada di negara-negara seperti Inggris, Arab Saudi, Ethiopia, Rusia, Brazil, Kanada, Thailand, Jepang, Korea, China, Malaysia maupun negara kita sendiri yaitu Indonesia juga sedang merasakan hidup yang pertama yang ditandai oleh perputaran bumi pada porosnya (berotasi) untuk mengelilingi sumber kehidupan di bumi yaitu matahari (berevolusi) sebanyak 24 jam yang menghasilkan malam dan siang.
 
Baik yang berhidung mancung atau pesek. Baik yang berambut lurus, ikal dan kriting. Baik yang berkulit putih, kuning langsat, coklat maupun hitam juga sedang merasakan hidup.
 
Baik yang sedang melakukan peran antagonis maupun peran protagonis pun sedang merasakan hidup yang cuma sebentar di dunia ini, yang kelak akan dihisab oleh Allah dengan reward berupa surga yang penuh kenikmatan ataukah punishment berupa neraka yang penuh penyesalan.
 
Disamping itu, Allah juga menciptakan pendengaran dan penglihatan agar semua manusia bisa memahami sunatullah/hukum-hukum Allah yang terhampar di langit dan di bumi dan apa yang ada diantara keduanya termasuk apa yang ada pada diri manusia itu sendiri dengan:
 
Tu7uh suara yang berulang yang berhubungan dengan "pendengaran", atau sering kita sebut dengan: Do (1), Re (2), Mi (3), Fa (4), Sol (5), La (6) dan Si (7).
 
Tu7uh warna yang berulang yang berhubungan dengan "penglihatan", atau sering disebut dengan warna pelangi: Merah, Jingga, Kuning, Hijau, Biru, Nila dan Ungu (MeJiKuHiBiNiU).
 
Kedua sunatullah tersebut (suara-pendengaran dan warna-penglihatan) diciptakan Allah supaya kita semua sebagai makhluk yang kosong dan penuh keseimbangan bisa mendengar dan melihat pengulangan tersebut sambil berdiri, duduk dan berbaring seraya berkata, "Tiada yang sia-sia atas ciptaan-Mu ini ya Allah, maka pelihara kami dari siksa api neraka-Mu.
 
Allah pun menurunkan petunjuk-Nya, pembeda antara yang haq (benar) dan yang batil (salah), pengobat dari berbagai penyakit yang dirangkum dalam Al-Qur'an yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril, agar semua manusia mendapatkan "hidayah-Nya" kepada jalan yang lurus yang diridhai-Nya dan bukan jalan yang di murkai dan bukan pula jalan yang sesat.   
 
QS. Al-Fatihah (1): 6 - 7
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
 
Ya, hidup yang pertama di dunia ini hanyalah sebentar saja, jauh sekali bedanya dengan hidup yang kekal abadi kelak di alam akhirat.
 
Hidup di dunia adalah untuk saling berkompetisi meraih ridha dan karunia Allah dengan banyak-banyak melakukan perbuatan dengan tiga jalan yang lurus, yaitu: 
  1. Membawa kebenaran
  2. Melakukan kebaikan
  3. Memberikan kemanfaatan 
 
Ketiga jalan yang lurus tersebut harus dijalankan bagi seluruh manusia tanpa terkecuali dan tanpa memandang status, suku, agama, ras dan antar golongan.
 
Hidup di dunia hanyalah permainan saja dan penuh dengan senda gurau belaka.
 
Hidup adalah pilihan. Pilihlah pilihan yang terbaik buat bekal hidup kita nanti setelah mati yang kedua, yaitu hidup yang kekal abadi di surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dengan banyak mengerjakan kebenaran-kebaikan-kemanfaatan di sisa hidup kita.
 
3. Fase Tiada II (Mati II)
 
Pada fase mati yang kedua ini, kematian bisa terjadi kapan saja. Bisa saat ini, bisa sehabis membaca tulisan ini, bisa hari ini, bisa besok, bisa minggu depan, bisa bulan depan atau tahun depan. Ya, semua manusia tidak ada yang tahu kapan kematian itu datang menjemputnya.
 
Kematian juga bisa terjadi dimana saja. Bisa disini saat anda sedang membaca tulisan ini. Bisa diperjalanan. Bisa di rumah. Bisa di kantor. Bisa di tempat ibadah. Bisa di diskotik. Bisa juga di tempat maksiat. Ya, semua manusia tidak ada yang tahu dimana kematian terjadi pada dirinya.
 
Kematian juga bisa datang saat kita sedang berbuat apa? Bisa sedang berbuat kebaikan ataukah kejahatan. Bisa sedang beribadah atau sedang berbuat kemungkaran. Bisa sedang tidur. Bisa sedang sakit. Bisa sedang membantu orang yang butuh bantuan ataukah sedang berbuat kerusakan di bumi dan melakukan pertumpahan darah. 
 
Bisa juga terjadi saat sedang melakukan korupsi, mencuri ayam, suap menyuap, berbuat zina, dan perbuatan buruk lainnya. 
 
Ya, kematian bisa datang saat kita sedang melakukan apa saja tanpa terkecuali dan tanpa memandang status, suka, agama, ras dan antar golongan.
 
Ya, semua sama di mata Tuhan, sama-sama akan merasakan mati.   
 
QS. Al-Anbiya (21): 35
Setiap yang bernyawa akan MERASAKAN MATI. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.
 
Atau kematian bisa datang menjemput saat bersamaan waktunya saat dilahirkan atau baru berumur 10 detik. Atau berumur setahun, lima tahun, saat sudah berusia remaja, berusia belasan tahun, usia dua puluhan, tiga puluhan, empat puluhan, lima puluhan, atau usia sudah pikun dan tua sekali.
 
Ya, usia semua manusia tidak ada yang tahu.
 
4. Fase Ada II (Hidup II)
 
Pada fase hidup yang kedua adalah hidup yang sebenarnya akibat perbuatan-perbuatan kita dahulu saat hidup yang pertama di dunia. Apakah akan beroleh surga dan hidup kekal abadi dari perbuatan baik ataukah beroleh neraka yang juga hidup kekal abadi dari perbuatan jahat.
 
Maka dari itu, berbuat baik janganlah di tunda-tunda. Mau sedekah tunggu nanti jika sudah kaya. Mau membantu menyeberangkan jalan, mau menyingkirkan benda berbahaya di jalan atau mendorongkan mobil yang mogok... dalam hati masih berbisik, "Nanti juga ada yang mau bantu."
 
Oh My GOD!!! Kenapa bukan kita yang segera melakukan kebaikan itu? Itu semua kebaikan yang berpahala dan berlipat ganda balasannya.
 
Ingatlah! Setiap kejahatan akan dibalas secara seimbang dengan kejahatan yang dikerjakannya, yang menandakan bahwa Allah itu Maha Adil.
 
Dan Ingatlah! Setiap kebaikan akan dibalas secara berlipat ganda dengan kebaikan yang dikerjakannya, yang menandakan bahwa Allah itu Maha Pemberi.
 
Di akhirat nanti yaitu hidup yang kedua kali, tidak ada lagi yang namanya sabar, shalat, sedekah, tawakal, ikhlas, istiqomah, syukur dan amal shaleh lainnya. Yang ada hanyalah "balasan" berupa surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya atas izin Tuhan mereka serta ucapan penghormatan di dalam surga ialah "salam".
 
QS. Ibrahim (14): 23
Dan orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dimasukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam (surga) itu ialah salam.
 
Bahkan jika kita nanti misalnya berada di dalam neraka, kita mau bersabar atau tidak, ingin dikasihani atau tidak, semua percuma saja, karena yang tersisa hanyalah balasan yang sungguh berlipat ganda besarnya yang penjaga nerakanya adalah Malaikat-malaikat yang selalu mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya, berperangai kasar dan keras serta tanpa belas kasihan.
 
QS. Fushilat (41): 24
Meskipun mereka bersabar (atas azab neraka) maka nerakalah tempat tinggal mereka dan jika mereka minta belas kasihan maka mereka itu tidak termasuk orang yang pantas dikasihani.
 
QS. At-Tahrim (66): 6
Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
 
Ya, di akhirat nanti... hanya ada balasan yang tersisa...
 
 
Semoga bermanfaat....wallahu 'alam bishahwab
 
Salam hangat,
Hendro Noor Herbanto
Penulis | Komposer | Praktisi Perbankan
 
· See more: www.hendronoorherbanto.com/artikel

 

  • view 125